Kadinkes Sula Belanja Obat Miliaran, Kapus Teriak Pasien Lari Beli Obat Di Apotik Kota Sanana

More articles

spot_img

Malut, Investigasi.newsFenomena pasien rawat inap maupun rawat jalan yang harus beli obat diluar (apotik) menjadi pertanyaan besar, lalu kemana Pengadaan (Belanja-red) Obat-obatan dari Dinkes Pemda Sula maupun RSUD Sanana.

Bahkan sekelas Kepala Puskesmas terpaksa harus bicara jujur bahwa pasiennya harus lari beli obat di Apotik kota Sanana, karena obat di Puskesmasnya habis.

Padahal pengguna kartu BPJS berharap tidak lagi mengeluarkan biaya ekstra karena sudah membayar premi bulanan dan menjadi anggota BPJS Kesehatan.

“Kadang kami harus menelan pil pahit, ketika berobat ternyata tidak bisa dicover semua oleh kartu BPJS Kesehatan kami”, ujar Titi salah seorang pemegang kartu BPJS Kesehatan di Kepulauan Sula (13/5).

Sementara itu salah satu Kepala Puskesmas/Kapus yang minta namanya dirahasiakan, mengatakan.

”Di Puskesmas kami untuk obat yang habis juga terpaksa pasien lari beli di Apotik kota Sanana”, pungkasnya.

Sementara itu salah satu pengusaha apotik dan toko obat di kota Sanana sempat memberikan keterangan kepada investigasi, mereka mengaku ada salah satu pasien yang menanyakan. kenapa obat ambil di apotik ini, tidak di apotik RSUD, di RSUD obat selalu kosong.

”Saya jawab, kalo pihak rumah sakit (RSUD-red) beli obat kontan ya kami layani, karena kita tidak pegang proyek obat-obatan rumah sakit”, jawabnya gamblang.

Dari keterangan berbagai pihak tadi lalu muncul tanda tanya besar, sebenarnya kemana obat-obatan yang dibelanjakan Dinkes dan RSUD Sanana setiap tahunnya?

Bayangkan pada tahun 2024 saja Dinkes Sula pengadaan (belanja) obat-obatan senilai Rp 1,9 miliar, tahun-tahun sebelumnya juga demikian, jika masa berlaku obat (expired) sekitar 4-5 tahun seharusnya obat-obatan tersebut masih ada tanpa harus belanja setiap tahunnya, namun belanja setiap tahun saja realitanya pasien masih harus beli obat sendiri di Apotik.

Sayangnya Suryati Abdullah Kadinkes Pemda Sula belum merespon ketika di konfirmasi terkait masalah ini, dihubungi pada nomor ponsel pribadinya +62 821-9086-XXXX Suryati tidak merespon.

( RL )

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img