Meski Raport Jeblok Dari KPK, Bupati Ningsi Tetap Pede Teriak Dua Periode

More articles

spot_img
Malut, Investigasi.news Luar biasa sikap yang ditunjukkan Fifian Adeningsi Mus, Bupati Kab. Kepulauan Sula, Provinsi Maluku-Utara, meski raportnya jeblok atau banyak merahnya dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk Survei Penilaian Integritas (SPI 2023), tapi Ningsi tidak peduli, malahan diberbagai kesempatan Bupati perempuan pertama di Maluku Utara ini percaya diri (pede-red) dan teriak dua periode.

Pantauan Investigasi, pada kunjungan ke berbagai desa di pulau Sulabesi dan Mangoli dalam rangka membagikan paket bantuan Ramadhan, Ningsi dengan pede mulai berkampanye dan menyatakan diri maju kembali pada pilkada 27 November 2024 mendatang, bahkan dengan tidak sungkan Ningsi berteriak 2 periode yang artinya dia akan kembali menjadi Bupati untuk masa bhakti 2024-2029.

Sementara itu jelas dilansir dari https://www.jaga.id/jendela-pencegahan/spi?vnk=acd40f7c, bahwa bahwa SPI 2023 untuk Kab. Kepulauan Sula, KPK banyak memberikan penilaian dengan simbol warna merah yang artinya Sula menjadi daerah yang sangat rentan dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Banyak kalangan menilai jika sikap percaya diri dan cenderung mengabaikan aturan sudah menjadi ciri dari Bupati Ningsi, makanya jangan heran jika kemudian dia sama sekali tidak menggubris laporan SPI 2023 setebal 76 halaman yang menjadi raport merah Pemda Sula dari KPK RI.

”Jangan heran, kalo tidak kontroversi itu bukan Bupati Ningsi”, ujar salah satu pembaca investigasi (25/3).

Sebut saja S pembaca investigasi yang berlatar belakang praktisi hukum ini menilai, jika masyarakat Sula masih memberikan pilihan yang salah pada pilkada November nanti maka daerah Sula berada pada suatu masalah yang besar.

“Jika salah pilih lagi, maka ibarat penyakit sudah stadium 4 sulit untuk tertolong”, tutup S sambil memberikan emoji tertawa.

( RL )

 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img