Layanan RSU Royal Prima Marelan “Buruk”, Pengawas Dan Satpam Sekongkol “Bohong”

Medan Marelan, investigasi.news – Pelayanan kesehatan di RSU Royal Prima Marelan jalan Marelan Raya Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan terkesan buruk. Senin (12/02/2024) pukul 12.30 Wib.

Seperti yang dialami Lismawati (47) warga jalan Pasar II Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Dirinya (Lismawati-red) diperlakukan seperti malpraktek.

“Mulanya saya datang ke RSU Royal Prima Marelan untuk cek sakit yang saya alami. Saat itu dr Nawal mengatakan saya harus segera dioperasi karena mengalami sakit usus buntu”, kenang Lismawati saat diwawancarai sejumlah wartawan di kantor Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera).

“Setelah tiga hari usai operasi, saya disuruh pulang ke rumah, sementara hasil operasi tidak diberikan kepada saya, alasannya untuk barang bukti”, lanjut Lismawati.

“Dua hari kemudian saya buka perban di RSU Royal Prima Marelan. Jahitan luka operasi ada yang lepas dan mengeluarkan darah, tapi dr Nawal katakan tidak masalah. Anehnya saya diserahkan ke dr Arafat”.

Masih dikatakan Lismawati, jahitan yang lepas pada luka operasi saya dikorek dr Arafat dengan jari tangan tanpa bius, sakitnya luas biasa saya rasakan. Akibatnya luka tersebut semakin parah dan luka operasi usus buntu saya dinyatakan inpeksi, jelas Lismawati.

Derita pasien itu diperparah dengan rawat jalan yang mendatangkan perawat ke rumah.

“Pihak RSU Royal Prima Marelan minta agar luka infeksi saya dirawat di rumah dengan mendatangkan perawat, biayanya ditanggung sendiri, belakangan saya tidak sanggup”, kata Lismawati.

Atas inisiatif sendiri, Lismawati datangi RSU Royal Prima Medan. Setelah dicek, Lismawati kembali dioperasi.

Selain mengalami kerugian immaterial, Lismawati juga mengalami kerugian materi. Klaim dana asuransi di Bank BRI gagal, masalahnya pihak RSU Royal Prima Marelan tidak mengeluarkan rincian obat dan biaya yang dihabiskan.

Direktur RSU Royal Prima Marelan alergi dikonfirmasi wartawan. Sementara pengawasnya, Abdul Latib dan Pengaman, S. Saragih sepakat berbohong.

“Saya sudah hubungi pengawas pak Latib, Direktur tidak ada, beliau di luar negeri”, kata S. Saragih diyakini berbohong.

Ketika ditanya nama Direktur RSU Royal Prima Marelan tersebut, Pengaman yang berpakaian safari hitam itu ngaku orang baru.

“Saya baru di sini, saya tidak tahu siapa nama Direktur”, kilahnya. (Man).

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles