Dugaan Intimidasi Wartawan oleh Pengurus Koperasi Batik Dilaporkan ke Polisi

More articles

spot_img

Kota Pekalongan, investigasi.news – Sejumlah wartawan laporkan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pengurus Koperasi Pengusaha Batik Setono (KPBS) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Pekalongan. Laporan tersebut diajukan karena selain menghalangi tugas peliputan, tidak ada permintaan maaf atas insiden tersebut.

“Sudah dilaporkan ke SPKT Rabu sore bersama rekan media yang lain,” tulis wartawan tersebut pada Rabu (12/6/2024).

Insiden intimidasi ini terjadi saat berlangsungnya audiensi antara perwakilan pedagang dengan pihak KPBS yang mengelola Pasar Grosir Batik Setono. Tidak hanya wartawan yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, tetapi juga petugas kepolisian yang dipaksa menghapus foto-foto yang diambil.

“Terjadi adu mulut sebelum akhirnya dilerai oleh rekan media lain dan meminta agar pertemuan dilanjutkan kembali,” tambah wartawan itu.

Baca Juga :  Kapolres Pekalongan Kota Tegaskan Seluruh Personel Jangan Abaikan Prokes Dan Ingatkan Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, wartawan BidikNasional.com melaporkan kejadian tersebut untuk menjaga marwah dan tanggung jawab dalam menyajikan berita dari sumber pertama.

Pertemuan tersebut membahas surat edaran dari KPBS yang memberitahukan kenaikan tarif sewa kios secara sepihak tanpa musyawarah dengan pedagang. Sayangnya, pengurus KPBS menolak memberikan keterangan kepada media dan justru muncul insiden intimidasi.

Didik Pramono, Direktur LBH Adhyaksa dan penasihat hukum pedagang, hadir untuk mewakili pedagang yang merasa khawatir diintimidasi. “Dalam pertemuan tadi, mereka tidak bisa menjelaskan sejumlah pertanyaan penting dan bingung memberikan notulen,” kata Didik usai pertemuan.

Ia mengaku telah menerima aduan dari pedagang yang merasa aspirasinya tidak pernah ditanggapi oleh pengurus KPBS. “Kami meminta ketegasan terkait larangan jual beli kios yang diduga melibatkan KPBS dalam praktik pengalihan kepemilikan kios secara ilegal,” tutup Didik. (Agung)

spot_img
spot_img

Latest

spot_img