Beranda blog Halaman 4910

Perkuat SDM Kebencanaan, BPBD Sumbar Gelar Bimtek Jitu Pasna

0
bpbd

Padang, Investigasi.news Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), makin intens melakukan pengkajian dan perhitungan kebutuhan pascabencana (Jitu Pasna).

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar, Suryadi Eviontri menyampaikan kegiatan pelatihan Jitu Pasna ini bertujuan melatih sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Terutama dalam menghitung, mengkaji, dan membuat dokumen kebutuhan pascabencana.

Suryadi menjelaskan, Bimtek Jitu Pasna ini telah dilakukan sejak 2017 lalu. Totalnya sudah 960 aparatur nagari (desa) atau kelurahan yang ikut bimtek ini dari sekitar 1.400 nagari di Sumbar. Kemudian Jitu Pasna sudah melahirkan 42 angkatan dari berbagai unsur instansi, baik pemerintahan maupun swasta.

“Jitu Pasna 2021 ini tahun keempat sejak 2017 lalu. Tahun 2021 tidak dilaksanakan karena pandemi COVID-19. Hngga saat ini sudah 42 angkatan, dengan ratusan orang nagari yang dilatih,” kata Suryadi, Minggu (12/9).

Dikatakan Suryadi, Bimtek Jitu Pasna ini bertujuan melatih peserta agar mampu membuat dokumen pengkajian kebutuhan pascabencana. Mulai dari data, hingga menyusun dokumen yang bisa dijadikan patokan terkait kebutuhan pascabencana yang lebih cepat dan akurat.

Menurutnya, semakin cepat dokumen disusun, tentu akan semakin cepat pula kebutuhan pascabencana diserahkan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pasalnya, data yang disusun tim Jitu Pasna ini akan menjadi patokan penyerahan bantuan.

“Jadi dengan banyaknya yang sudah Bimtek Jitu Pasna ini, kita harap data yang didapat semakin cepat dan valid. Sebab dari masyarakatlah kita tahu data yang sebenarnya, bukan lagi menerka-nerka,” ujarnya.

Diketahui, kegiatan Jitu Pasna 2021 ini akan dilaksanakan 8 angkatan. Khusus untuk angkatan 1-4 telah dilaksanakan sejak 6 September hingga 16 September 2021 nanti. Terdiri dari BPBD Provinsi, kabupaten/kota, aparatur nagari (desa), kelurahan relawan peduli bencana, dan jurnalis peduli bencana.

“Dari tanggal 6-16 itu untuk empat angkatan. Setidaknya 60 orang jurnalis dari berbagai media massa yang dilibatkan,” imbuhnya.

Sc

Audy Joinaldi Lakukan Pemotongan Pertama Panen Raya Di Kota Solok

0
pemotongan

Kota Solok. Investigasi.News wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar),  Audy Joinaldi melakukan pemotongan pertama pada panen raya tanaman jenis padi, dikawasan Sawah Solok.  yang Didampingi walikota Solok, H.Zul Elfian Umar dan wakil walikota Solok Dr.Ramdhani Kirana Putra. Senen, 27 September 2021.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Forkopimda Kota Solok, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Irzal Ilyas dan H. Daswippetra Dt.Mjj Alam, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa dan OPD terkait lainnya dari Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Solok.

Kota Solok menjadi salah satu sentral produksi beras terkenal di Sumatera Barat hingga sampai ke manca negara, dan hal itulah yang menjadikan kota Solok berjulukan kota beras.

Produksi beras kota Solok terkenal dengan beras jenis Anak Daro dan beras Cisokan, dan selain itu, Solok juga menghasilkan jenis beras Caredek yang tidak kalah rasanya.

Dari produksi beras yang memadai serta rasanya yang enak, pemerintah kota Solok mendapat peluang besar untuk bekerja sama dengan PT.Food Station Tjipinang Jaya, terkait dengan alih Ilmu dan teknologi. PT.Food Station Tjipinang Jaya merupakan pengelola Dry dan Rice Mill yang terletak di jalan Pisangan Lama Sel.nomor 1, kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Disela kegiatannya itu, walikota Solok mengatakan, dua variates beras Solok yakni Anak Daro dan Cisikon, telah memiliki sertifikasi Indikasi Geografis (IG) yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Ham RI pada tahun 2018 lalu.

Hak paten yang diberikan secara nasional itu bernama ” Bareh Solok ” dan disertifikat tertulis atas nama Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG), dan dengan telah dimilikinya sertifikasi tersebut, memperkokoh eksistensi beras Solok dikancah nasional.

Lebih jauh walikota Solok mengatakan, Covarage area Beras Solok IG adalah seluas 593,57 Ha dikecamatan Lubuk Sikarah, dan 225,75 Ha dikecamatan Tanjung Harapan, dan beras Anak Daro serta Cisokan juga telah melalui uji standard quality premium.

Sementara itu wakil Gubernur Sumbar mengatakan, dengan tingginya permintaan pasar terhadap produksi beras Solok tersebut, menjadi tantangan baru bagi pemerintah daerah setempat untuk menjaga kemurnian produk yang dipasarkan, baik itu untuk pasar lokal maupun pemasaran diluar daerah.

(914)

Sutan Bernando Dan Dewi Marlianti Pimpin PAPPRI Kota Dan Kabupaten Solok

0
sutan

Kota Solok. Investigasi.News Sutan Bernando.SE dipercaya memimpin Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Republik Indonesia (PAPPRI) cabang Kota Solok periode 2021-2026, sementara itu dikabupaten Solok diketuai oleh Dewi Marlianti,S.Pd setelah dilantik oleh Oleh ketua DPD PAPPRI Sumatera Barat Husin Daruhan,SH.MSi.

Pelantikan insan seni tersebut, ikut disaksikan oleh wakil gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, walikota Solok H.Zul Elfian Umar, ketua DPRD kota dan kabupaten Solok Hj.Nurnisma dan Dodi Hendra, serta Wakil Bupati dan wakil walikota Solok Jon Firman Pandu dan Dr.Ramadhanu Kirana Putra, Senin, 27 September 2021, di Gedung Kubung Tigo Baleh Solok.

Dalam sambutan yang disampaikannya, Audy Joinaldy mengatakan, dengan telah dilantiknya pengurus PAPPRI tersebut, diharapkannya dapat turut serta lansung dalam menyukseskan visi dan misi pimpinan daerah sesuai bidang yang digelutinya.

Dan semoga dalam AD/ART PAPPRI tentang tupoksinya, juga menuangkan tentang tradisi, adat, dan budaya Minang jangan sampai hilang atau tergerus oleh kemajuan zaman.

Lebih jauh wakil Gubernur Sumbar mengatakan, disaat Pandemi seperti sekarang ini, diyakininya PAPPRI akan memiliki peran tersendiri dalam keikutsertaannya memutus mata rantai penyebaran virus Corona, minmal dari karya seni yang dilahirkannya.

Pada kesempatan sebelumnya, walikota Solok menyampaikan nada yang seirama, menurut H.Zul Elfian Umar, Pandemi yang terjadi berdampak terhadap percepatan penggunaan digitalisasi, berdasarkan dari pada itu, para seniman atau anggota PAPPRI harus mengiringi perkembangam tersebut dalam setiap karya yang dilahirkannya.

Walikota Solok meyakini, dengan telah dilantiknya pengurus PAPPRI tersebut, akan dapat membangkitkan kembali adat dan tradisi serta budaya Minang yang telah tertimbun oleh kemajuan zaman, dan mewariskannya pada generasi penerus.

Mengakhiri paparan yang disampaikannya, walikota Solok mengucapkan selamat kepada pengurus yang dilantik, dan tetaplah berkreasi serta berinovasi yang inovatif demi kejayaan seni dikota dan kabupaten Solok.

Dari liputan media ini, dalam memimpin PAPPRI Cabang kota Solok, Sutan Bernando didampingi oleh Dilmon sebagai sekretaris, dan H.Sugiyanto,SE sebagai bendahara, sementara itu Dewi Marlianti dikabupaten Solok didampingi oleh Maria Ulfa,SE dan Evi Nofrianti,S.Sos.

(914)

Jaga Kelistrikan PON XX Papua, PLN Kerahkan 132 Petugas dari Berbagai Daerah

0
pon

Sebanyak 132 petugas BKO akan membantu PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat memastikan keandalan kelistrikan PON XX Papua

Jayapura, Investigasi.news PT PLN (Persero) mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua. Guna memastikan sistem kelistrikan saat pelaksanaan PON pertama di bumi cenderawasih aman, PLN mengirimkan 132 petugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) sebagai tenaga tambahan dari luar Papua.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB), Abdul Farid, menyebutkan saat ini 99 personel BKO telah tiba di Jayapura. Para petugas yang telah datang di antaranya berasal dari Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo, Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi, UIW Maluku dan Maluku Utara, UIW Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat, UIW Nusa Tenggara Timur, UIW Nusa Tenggara Barat, Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara dan UIP Sulawesi.

Rencananya tenaga-tenaga bantuan lainnya secara bertahap akan datang ke Papua. Sebagian petugas berasal dari unit-unit tersebut dan UIP Maluku Papua.

“Seluruh personel dari Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara ini merupakan tambahan tenaga yang dibutuhkan untuk mengamankan pasokan listrik saat PON XX nanti. Para personel ini dijadwalkan segera bergabung dengan personel dari PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) untuk nantinya ditugaskan di _venue-venue_ pertandingan dan lokasi strategis,” kata Abdul.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung tentunya harus dipersiapkan PLN dengan melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalisir potensi penyebaran virus tersebut saat para personel bertugas. Selain pendampingan petugas kesehatan bagi personel, PLN juga telah menyiapkan _safe house_ untuk petugas yang terkonfirmasi positif saat menjalankan tugas.

“Kami mengimbau kepada seluruh personel yang bertugas untuk selalu mematuhi SOP yang ada dan aturan K3, serta menjalankan protokol kesehatan. Apabila saat bertugas merasa kurang fit atau tidak enak badan, mohon segera melapor ke petugas kesehatan yang berjaga agar dapat segera ditangani,” ucapnya.

PLN menyiapkan total 1.574 petugas untuk memastikan suplai listrik aman saat gelaran PON XX mulai tanggal 18 September sampai dengan 15 Oktober 2021. Jumlah personel tersebut akan disiagakan di 45 lokasi pertandingan dan 230 lokasi strategis pada 4 klaster penyelenggara.

“1.574 personel tersebut akan bertugas di 4 klaster, dengan rincian 458 personel di Kota Jayapura, 515 di Kabupaten Jayapura, 251 di Kabupaten Mimika dan 350 di Kabupaten Merauke,” tambahnya.

Red

Kisruh Bupati Solok Vs Ketua Fraksi PPP, Wagub Sumbar Audy Joinaldy Angkat Bicara

0
bupati

Solok. Investigasi.News-Kabupaten Solok Kembali Viral di Sosial Media, Tanggapan miring serta hujatan Negatifpun terhadap Sikap Bupati Solok Epyardi Asda kian Marak, Masih belum hilang dari ingatan tentang kericuhan di DPRD Kabupaten Solok yang diwarnai aksi lempar asbak, saling dorong, lompat meja dan siram air, di hadapan Bupati Solok yang saat itu ikut hadir dalam Rapat DPRD pada Selasa 18 Agustus 2021 lalu, kericuhan kembali terjadi pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok, Jumat siang (24/9/2021).

Sidang Paripurna dengan agenda mendengarkan laporan hasil pembahasan Badan Anggaran dan pengesahan APBD Perubahan Kabupaten Solok 2021, mendadak viral dengan aksi kericuhan antara Bupati Solok dengan Anggota DPRD Kabupaten Solok, Dr. Dendi, S.Ag, MA.
Kronologis berawal dari hujan interupsi oleh sejumlah Anggot DPRD Kabupaten Solok, terkait legal formal Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok. Di tengah hujan interupsi, Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, M.Mar, yang hadir dalam persidangan itu, tiba-tiba ikut melontarkan interupsi.

Menanggapi persoalan tersebut, meski semua Anggota DPRD Kabupaten Solok tahu bahwa Epyardi adalah mantan Anggota DPR RI tiga periode (2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019), ikut “nimbrung”-nya Epyardi membuat sejumlah Anggota Dewan terkejut. Pasalnya, status Epyardi saat ini ada Bupati Solok dan kehadirannya di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok adalah sebagai undangan rapat.

Sehingga, ketika Epyardi hendak berbicara, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dr. Dendi, S.Ag, MA, langsung memotong pembicaraan dengan melakukan interupsi. Dendi menegaskan, bahwa status Epyardi duduk di Rapat Paripurna adalah sebagai undangan, dan baru boleh berbicara jika sudah dipersilakan oleh Pimpinan Sidang. “Ini Bupati main-main ini. Apa hak saudara untuk interupsi, saudara belum dipersilakan untuk bicara. Ini ruangan paripurna, ruangan DPRD,” ujar Dendi dengan sengit.

Mendapat interupsi dari Dendi, Epyardi Asda meradang dan berlanjut dengan perdebatan sengit dengan Dendi dengan suara yang sama-sama keras. “Saya hadir di sini karena ada Undang-Undang-nya,” sergah Epyardi. Hal itu kemudian dijawab Dendi dengan tak kalah sengit. “Kalau saudara mau keluar, keluar saja. Tidak ada masalah,” ujar Dendi.

Perdebatan alot itu membuat Epyardi Asda turun dari deretan bangku pimpinan sidang ke barisan Anggota DPRD. Sesampai di dekat tempat duduk Dendi, Epyardi kembali melontarkan kata-kata pedas dan kembali berdebat panas sambil berdiri. Bahkan sampai saling tunjuk. Saudara jangan nunjuk-nunjuk saya. Jangan nuduh-nuduh saya,” ujar Dendi. Sidang kemudian diskor dan Epyardi pergi meninggalkan persidangan.

Menanggapi Kisruh yang terjadi di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok Kemaren, Nyaris Adu Jotos antara Bupati Solok dan Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Solok, Wakil Gubernur Sumbar Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng. merasa prihatin terhadap peristiwa yang terjadi.

“Seharusnya Bupati tidak bersikap seperti itu karena semua anggota Dewan itu mempunyai hak yang sama dan menunaikan kewajiban yang sama untuk kepentingan rakyat. Walaupun berbeda warna berbeda partai politik tidak boleh di anak tirikan dan di kucilkan. Seperti kejadian kemaren saya sebagai salah satu petinggi Partai PPP jika persoalan ini sampai keranah hukum kita akan lihat nanti sejauh mana prosesnya yang pasti dipartai manapun pasti para petinggi partai membela kadernya dan proses hukum itu bisa saja terjadi jika persoalan ini berlarut dan saya berharap bisa duduk bersama kembali demi Kemajuan Kabupaten Solok kedepannya katanya saat mengunjungi kota Solok Senin (27/9) dalam acara Panen Raya Padi Anak Daro Sawah Tanah Garam Kota Solok.

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra mengungkapkan, kericuhan tersebut terjadi saat sidang paripurna dengan agenda laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Solok terhadap hasil pembahasan APBD Perubahan. Meski begitu, kata Dodi, untuk menghindari kericuhan berlanjut, pihaknya menggelar sidang internal setelah kericuhan itu.

“Jadi begini, tadikan ada usulan dari kawan-kawan beberapa fraksi, yang mengatakan tentang legalitas DPRD, jadi begitu alot perdebatannya sehingga timbul lah pak bupati bersuara,” kata Dodi.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Solok, Dr. Dendi, S.Ag, MA, menjadi sosok yang secara terang-terangan, bahkan selalu ngotot memperjuangkan status Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok.

Meski berbeda partai, Dendi senantiasa vokal membela Dodi yang notabene adalah kader Gerindra, partai pemenang Pileg 2019 di Kabupaten Solok, dan berhak atas jabatan Ketua DPRD Kabupaten Solok. Anggota DPRD Kabupaten Solok tiga periode (2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024) tersebut bahkan memimpin Fraksi PPP untuk menolak menandatangani mosi tak percaya dari 27 Anggota DPRD, termasuk Fraksi Gerindra, terhadap Dodi Hendra pada 18 Juni 2021. Dendi bersikukuh, alasan 27 Anggota DPRD yang menyebut Dodi Hendra sebagai sosok yang arogan dan otoriter, tidak bisa diterima. Menurutnya hal itu adalah sesuatu yang tak berdasar, karena arogan dan otoriter bersifat subyektif yang merupakan asumsi dan persepsi.

Lalu, mengapa Dendi begitu kukuh membela Dodi Hendra, meski berbeda partai dan tidak akan mendapat “manfaat” secara langsung dari eskalasi dan dinamika politik tersebut. Dendi mengaku dirinya ingin aturan tegak di Kabupaten Solok. Sehingga, penyelenggaraan pemerintahan bisa memberikan efek positif yang maksimal ke masyarakat. Dendi juga mengaku siap, jika muncul pihak-pihak yang membencinya, mencerca, mencaci-maki, menghina, memfitnah, bahkan memandang dirinya rendah, serta menuding dirinya ingin populer.

Prinsip saya jelas dan tegas. Yakni bagaimana penyelenggaraan pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) DPRD berjalan sesuai aturan. Meski, tidak semua yang kita lakukan akan baik di fikiran semua orang, tapi saya siap dengan segala konsekuensi. Apalagi ini dunia politik. Namun, dalam pemahaman saya, apapun di dunia ini, ada aturannya. Jika kita taat aturan, Insyaallah kita akan selamat,” tegasnya.

Pada Jumat (24/9/2021), Dendi sempat terlibat adu mulut sengit dengan Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, M.Mar, dalam Sidang Paripurna pengesahan APBD Perubahan 2021. Sidang itu, berawal dari interupsi yang dilakukan Epyardi di sidang DPRD, yang disergah Dendi, dan berujung dengan keluarnya Epyardi Asda dari ruang sidang dengan penuh emosi.

Bahkan, usai sidang Epyardi menggelar jumpa pers dan menekankan bahwa Dendi adalah biang kerok penghambat pembangunan di Kabupaten Solok. Atas tudingan itu, Dendi justru menanggapinya dengan santai, dan menyebut bahwa masyarakat Kabupaten Solok, baik yang berada di ranah maupun di rantau dan Sumatera Barat secara umum, bisa menilai sendiri, siapa yang biang kerok tersebut.

Menurutnya, dengan kecanggihan teknologi dan derasnya arus informasi, publik bisa melihat dengan jelas dan terang, siapa yang selalu membuat kegaduhan di Kabupaten Solok, serta sejak kapan kegaduhan itu terjadi.”Saya kira, tanpa saya jelaskan, publik sudah tahu kondisi sebenarnya. Harusnya beliau (Epyardi Asda) instrospeksi diri.

Terkait dengan apa yang sudah beliau lakukan dalam lima bulan ini untuk Kabupaten Solok sebagai eksekutif. Apalagi, beliau selalu mengatakan di berbagai kesempatan, bahwa ingin mengabdi dan membawa Kabupaten Solok menjadi Kabupaten Terbaik di Sumbar. Antara eksekutif dan legislatif memiliki Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang berbeda. Jangan sampai menuduh orang lain, atas apa yang belum bisa dilakukan atau yang pernah dijanjikan. Jangan menepuk air di dulang, karena akan terpercik muka sendiri,” ujarnya.

Dendi bahkan menantang Epyardi Asda untuk membuktikan bahwa dirinya memiliki komitmen untuk mengabdi ke Kabupaten Solok. Yakni dengan slogan yang selalu didengungkan; “Mambangkik Batang Tarandam, Menjadikan Kabupaten Solok Terbaik di Sumbar”. Namun, saat hal itu belum bisa dilakukan, Dendi meminta Epyardi Asda bersikap jantan, dan meminta Epyardi tidak mencari kambing hitam untuk dipersalahkan.

“Justru, banyak kebijakan-kebijakan beliau yang membuat keresahan dan kegaduhan di masyarakat Kabupaten Solok. Seharusnya beliau bisa menciptakan rasa aman, nyaman dan motivasi bagi seluruh pegawai, elemen masyarakat, stake holder dan seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, beliau didukung semua orang untuk mewujudkan komitmennya mengabdi ke Kabupaten Solok,” ungkapnya.

Dendi juga menegaskan dirinya fokus menegakkan aturan dan etika dalam hubungan eksekutif dan legislatif. Menurutnya, hal itu agar langkah yang diambil Pemkab Solok dan DPRD Kabupaten Solok tidak berimplikasi atau berurusan dengan masalah hukum. “Tadi itu (Sidang Paripurna) ada dua hal yang saling berkaitan.

Pertama status Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD usai adanya Surat dari Sekda Provinsi Sumbar, dan kedua, pengesahan APBD Perubahan 2021. Status Dodi Hendra harus dijelaskan dulu, karena beliau yang akan menandatangani pengesahan APBD Perubahan 2021. Sebab, jika tidak, APBD Perubahan akan ditolak dalam verifikasi oleh Gubernur Sumbar, karena Gubernur hanya mengakui Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok,” ujarnya.

Sementara itu, praktisi hukum asal Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Vino Oktavia, SH, MH, menilai apa yang dilakukan Dendi adalah upaya menegakkan aturan dan mengingatkan Pemkab Solok dan DPRD agar nanti tidak berurusan dengan masalah hukum. Menurut mantan Ketua LBH Padang tersebut, pengesahan APBD Perubahan 2021 harus mengacu kepada RPJMD 2021-2026. Sehingga, jika tidak sesuai dengan aturan, maka akan berimplikasi hukum.

“Yang dilakukan oleh Pak Dendi sebenarnya adalah upaya menyelamatkan RPJMD dan APBD Perubahan 2021, termasuk program-program Pemkab Solok, agar tidak berdampak pelanggaran hukum. Perda RPJMD Kabupaten Solok 2021-2026 hingga kini belum diverifikasi gubernur, karena tidak ditandatangani oleh Ketua DPRD Dodi Hendra. Padahal, Surat Sekda Provinsi menegaskan bahwa Dodi Hendra adalah Ketua DPRD Kabupaten Solok yang sah. Jadi, yang diperjuangkan Pak Dendi sebenarnya bukan sekadar status Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD, tapi yang jauh lebih penting adalah penyelamatan RPJMD 2021-2026, APBD Perubahan 2021, serta program-program Pemkab Solok,” ungkapnya.

Vino Oktavia juga mengatakan seharusnya Pemkab Solok memahami bahwa apa yang dilakulan oleh Dendi, justru menyelamatkan Bupati, OPD Pemkab Solok dan anggota DPRD sendiri dari masalah hukum. Terutama program unggulan bupati yang masuk dalam APBD Perubahan 2021, seperti pembelian eskavator.

“Saya berharap, masyarakat memahami dengan baik maksud yang disampaikan Pak Dendi betapa penting apa yang disampaikannya.
Karena terhadap penggunaan keuangan daerah, ada aturan hukum yang mengatur. Kecuali kepala daerah dan DPRD Kabupaten Solok siap menuai badai gelombang “kasus Tipikor” di Kabupaten Solok. Lebih baik mengantisipasi sejak dini, daripada menuai badai di kemudian hari,” ungkapnya. (Bram)

KPK Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Terintegritasi Dengan DPRD Agam

0
sosialisasi

Agam, Investigasi.news Dalam rangka Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Terintegritasi KPK bersama DPRD Agam yang terdiri dari Ketua Dprd Agam Dr Novi Irwan, S.Pd. MM bersama wakil ketua Suharman, Marga Indra Putra,S.Pd, Irfan Amran dan seluruh anggota Dprd dan juga hadir Plt Sekretaris Dprd Agam Arnel, S.Pd. MM, beserta jajaran hadir di aula utama gedung Agam bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Senin (27/9).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dprd Agam Novi Irwan mengucapkan selamat datang kepada Kepala Satgas Korsupgah Wilayah I KPK, Arief Nurcahyo bersama Tim di Kabupaten Agam.

“DPRD sebagai lembaga dengan fungsi pengawasan, kebijakan dan anggaran,akan terus mengacu pada produk perundang-undangan tertinggi, Dprd Agam siap bersinergi dengan semua pihak termasuk KPK dalam mewujudkan pemerintah yang baik serta bersih dari Korupsi,” ungkap Novi Irwan.

Novi Irwan menambahkan, bahwa DPRD Agam mendukung penuh program KPK ini, Karena dengan Sosialisasi ini kesempatan bagi DPRD untuk memahami dan mempedomani langkah pencegahan korupsi.

Sementara, Arief Nurcahyo Satgas Korsupgah Wilayah I Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, di hadapan pimpinan dan anggota Dprd Agam, mengatakan, Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Terintegritasi ini tidak saja agenda di Dprd Agam tapi meliputi wilayah yang saya pegang seperti Propinsi Riau, Sumatera Barat dan Propinsi Aceh.

Diskusi tentang pencegahan korupsi bersama DPRD terkait progres kemajuan pemberantasan korupsi.

Kita dari Korsupgah KPK bertugas untuk melaksanakan kegiatan pemberantasan korupsi, terhadap instansi yang melaksanakan pelayanan publik.

Bukan capaian angkanya, tapi bagaimana pencegahan korupsi dapat diimplementasikan di lapangan, bukan hanya sekedar mencapai skor tertinggi,” tegas Arief Nurcahyo.

Sebagai penutup, Ketua Dprd Agam Novi Irwan, mengucapkan terima kasih kepada Arief Nurcahyo Satgas Korsupgah Wilayah I Komisi Pemberantasan Korupsi KPK bersama tim yang telah hadir di Dprd dalam rangka Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Terintegritasi bersama Dprd Agam, apa yang telah disampaikan bisa mendapat bekal untuk dijadikan pegangan agar terbebas dari Korupsi.

(Daji)

Terkait Vaksinasi, Ini Pesan Wakil Gubernur Sumbar Untuk Walikota Solok

0
vaksinasi

Kota Solok. Investigasi.News Pemerintah kota Solok harus berusaha agar berada pada peringkat pertama, dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat peringkat itu akan dapat tercapai, ungkap wakil gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy, disela melakukan kunjungan ke kota Solok, Senin, 27 September 2021, di SMAN 2 kota Solok.

Kunjungan yang dilakukan orang nomor dua di provinsi tersebut, adalah untuk meninjau kelangsungan gebyar vaksinasi bagi para remaja yang dilaksanakan oleh pihak SMAN 2 Solok.

Dalam paparan yang disampaikannya itu, Audy Joinaldy menyebutkan, dari penilaian ditingkat Provinsi terkait pelaksanaan vaksinasi oleh perintah daerah se Sumatera Barat, saat ini pemerintahan yang dipimpin oleh H.Zul Elfian Umar, berada pada peringkat ke tiga.

Audy Joinaldy meyakini, peringkat itu akan dapat ditingkatkan apabila pemerintah kota Solok dapat secara maksimal melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam program tersebut.

” Atas nama pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, saya menyampaikan apresiasi, dan ini merupakan wujud keseriusan pemerintah kota Solok dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona ” imbuh wakil gubernur Sumbar mengakhiri.

Sementara itu pada kesempatan sebelumnya, walikota Solok mengucapkan terimakasih atas spirit yang diberikan Audy Joinaldy, dan kunjungan itu akan menuai arti tersendiri terhadap pelaksanaan Gebyar vaksinasi yang dilangsungkan tersebut.

Menurut H.Zul Elfian Umar, apapun bentuk program yang dikemas oleh pemerintah provinsi ataupun oleh pemerintahan pusat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, menjadi harga mati yang wajib dilaksanakan.

Dan dikatakannya, Vaksinasi merupakan modal dasar untuk hidup berdampingan dengan virus Corona, serta merupakan kunci dalam memutus mata rantai penyebarannya.

” Sampai saat ini, gerakan vaksinasi di kota Solok telah mencapai 40% dari jumlah masyarakat yang ada, dan ditargetkannya semuanya akan tuntas pada bulan Oktober 2021 nanti ” papar walikota Solok.

(914)

PLN Rampungkan 2 Proyek Listrik Tegangan Tinggi untuk Kereta Cepat Jakarta – Bandung dengan TKDN 65 Persen

0
pln

Jakarta, Investigasi.news Proyek ini terdiri dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Poncol Baru – Poncol Baru II dan Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Poncol Baru II dengan Nilai Investasi Sebesar Rp 165 M_

*Bekasi, 27 September 2021-* PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) dengan pasokan listrik yang andal. Demi memastikan keandalan tersebut, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) berhasil melaksanakan energize atau pemberian tegangan pada proyek sistem kelistrikannya.

Pemberian tegangan dilakukan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Poncol Baru – Poncol Baru II dan Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Poncol Baru II.

Haryanto WS, Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN, menyebut dua proyek ini sangat krusial dalam mendukung keberhasilan pengerjaan dan operasional kereta cepat tersebut. Proyek kelistrikan dengan investasi Rp 165 miliar dan dibangun di Margahayu, Bekasi Timur ini juga akan menjadi salah satu infrastruktur kelistrikan penting untuk Kota Bekasi.

“SUTT dan GIS ini dibangun sejak 2018 dengan memanfaatkan lahan gedung _existing_ PLN ULTG Bekasi, sehingga dalam prosesnya membutuhkan pembangunan gedung pengganti terlebih dahulu,” imbuhnya.

Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang dan Jasa mencapai angka 65,58 persen, proyek kelistrikan ini disebut sebagai salah satu infrastruktur yang sangat krusial dalam memperkuat sistem kelistrikan Jawa Barat.

Haryanto pun mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dalam percepatan penyelesaian proyek, baik internal maupun eksternal.

“Dukungan dari semua pihak inilah yang terus menjaga api semangat komitmen kami agar tidak pernah padam, demi mengusahakan yang terbaik untuk menerangi negeri,” ucap Haryanto.

Kereta Cepat Jakarta Bandung diproyeksikan akan memiliki jalur sepanjang 142,3 kilometer, sehingga menjadi sistem transportasi kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Kehadirannya akan membawa percepatan mobilitas Jakarta – Bandung dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam.

“Inovasi alat transportasi modern ini tentunya sangat membutuhkan suplai listrik yang terbaik dan dapat selalu diandalkan. Di sinilah peran PLN dalam mendukung program pemerintah demi kemajuan Indonesia,” tutup Haryanto.

Red

Targetkan Hasil Maksimal, Bupati Lepas Atlet Pasaman Ke PON Papua

0
bupati

Pasaman, Investigasi.news Bupati Pasaman H. Benny Utama berikan semangat kepada 4 (empat) atlet Kabupaten Pasaman yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua.

“Tertompang harapan besar untuk meraih hasil maksimal dan prestasi tertinggi. Jaga nama daerah kita Kabupaten Pasaman, karena atlet Pasaman, adalah kebanggaan Pasaman,” ujar Bupati Benny Utama.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Benny Utama dalam acara pelepasan atlet Pasaman yang akan berlaga di PON XX Papua, Senin (28/9) di Balairung Pusako Anak Nagari, Rumah Dinas Bupati Pasaman.

“Saya rasa persiapan teknis sudah maksimal untuk meraih medali emas. Namun perlu diingat, disamping aspek teknis, yang lebih penting adalah kesiapan mental tarung, dan pengendalian diri,” pesan bupati.

Wakil ketua Pengda Perbakin Sumatera Barat, Kombes Pol. Johni Soeroto, SIk yang juga Direktur Bimas Polda Sumbar, yang hadir khusus di Pasaman, menyatakan bahwa prosesi pelepasan atlet di Pasaman luar biasa, sebagai wujud penghargaan pemerintah daerah kepada atletnya.

Johni Soeroto mengingatkan pada atlet untuk tidak merasa tertekan, walaupun ada perasaan berdebar-debar sebagai orang yang diharapkan oleh banyak orang.

“Lepaskan kekhawatirandan rasa tertekan. Saya datang, saya bertanding dan Saya menang. Jaga kebanggaan namun jangan sombong. Peluklah harapan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Johni.

Turut dipesankan, bahwa bertanding bukanlah dengan lawan, namun melawan diri sendiri. Kalaupun belum berhasil nantinya, jangan pendam rasa kecewa yang mendalam.

Tentang situasi Papua sekarang, Dir. Bimas Polda Sumbar itu menjelaskan, memang kondisi belum terlalu kondusif, namun jangan khawatir, karena aparat sudah siap dengan kondisi yang ada.

Ketua umum KONI Pasaman Tommy Irawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa atlet Pasaman yang berangkat ke PON Papua berjumlah empat orang, masing- masingnya Erik Mahiret (atletik), Arnizal (menembak), Jailani jonsil (taekwondo), dan Pauma Defril (atletik), serta pelatih atletik asal Pasaman, Ediwarman.

Disebutkan Tommy, berhasilnya sejumlah atlet Pasaman mewakili Sumbar di PON XX Papua, bukan didapat dengan mudah dan tidak serta merta, namun butuh kerjakeras dan waktu yang panjang.

“Kita mohon do’anya kepada masyarakat Pasaman dan Sumatera Barat umumnya, agar kami kembali dengan membawa nama baik Sumbar,” harap Tommy.

Ris/B

Partai Gerindra Kabupaten Agam Gelar kegiatan Vaksinasi Covid-19

0
gerindra

Agam, Investigasi.news Mendukung program pemerintah dalam penyelesaian kasus covid-19, Partai Gerindra Kabupaten Agam menggelar kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kabupaten Agam. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri 100 orang lebih pada Senin, 27 September 2021.

Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, acara Vaksinasi diadakan di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Agam di Nagari Ladang Laweh Kecamatan Banuhampu. Vaksinasi covid 19 ini bisa dilakukan dosis pertama ataupun dosis kedua.

Pada saat pembukaan acara, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Agam Rinal Wahyudi mewakili Ketua DPC menyampaikan “vaksinasi covid 19 ini diselenggarakan oleh DPC bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, kegiatan ini merupakan bentuk keikut sertaan Partai Gerindra melawan pandemi covid 19”.

Kegiatan vaksinasi DPC Gerindra Agam ini merupakan rangkaian dari kegiatan Aksi Nyata Partai Gerindra di Sumatera Barat. “Sesuai arahan Ketua Umum, kita di Agam mengikuti rangkaian kegiatan vaksinasi di seluruh DPC di Sumatera Barat. Vaksinasi ini merupakan arahan langsung dari Ketua DPD Gerindra Sumbar Bpk Andre Rosiade.

Beliau memfasilitasi kita untuk mendapatkan bantuan dosis vaksin dari kementrian kesehatan, dan disalurkan ke daerah melalui kerjasama Partai Gerindra dengan Dinas Kesehatan di daerah.” Pungkas Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Agam tersebut.

Di tempat yang sama juga turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Agam yang juga Bendahara DPC Partai Gerindra Agam, Erdinal, Anggota Komisi I, Zulhendrif Bandaro Labiah, dan Anggota Komisi IV yang menjadi ketua panitia pelaksana kegiatan Edwar Dt. Manjuang Basa.

Daji