Beranda blog Halaman 4921

Sebagai Ujung Tombak, Tim Penggerak -PKK Kabupaten Agam Serahkan Bibit Tanaman dan Ikan ke Dasawisma

0


Agam, Investigasi.News

Dasawisma merupakan ujung tombak PKK tidak hanya berperan sebagai pencatat data yang akurat, melainkan juga bisa memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat.

Untuk itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam Sumatera Barat khususnya, menyerahkan bibit tanaman 350 batang dan bibit ikan nila 15 ribu ekor, kepada kelompok dasawisma yang ada di TP-PKK Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Senin (30/8/2021).

Pembagian bibit tanaman jenis, alpukat, pepaya, petai, jengkol dan sebagainya itu bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam.

Bibit tanaman dan ikan itu diberikan langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Agam Ny. Yenni Andri Warman didampingi sejumlah pengurus PKK Agam, kepada Ketua TP-PKK Simarasok, Ny. Hemi Muhammad Nurzen.

Turut mendamping Wali Nagari Simarasok Muhammad Nurzen beserta sejumlah kader PKK nagari dan kelompok dasawisma. Sementara itu dari Dinas Pertanian Agam, Kabid Hortikultura, Sari Mustika.

Ny. Yenni mengatakan, bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan dalam rangka membantu dasawisma di nagari itu dalam mengembangkan kelompoknya memajukan program PKK, terutama di bidang peningkatan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Dengan adanya pembagian bibit tanaman ini, harap Ny. Yenni, nantinya halaman rumah kader dasawisma dipenuhi sumber makanan yang dapat dikonsumsi sehari- hari.

“Saya harap kader PKK dan dasawisma menjadi contoh bagi ibu-ibu lainnya,” pinta Ny. Yenni.

Ditambahkan, masa pandemi seperti ini, dasawisma diharapkan menjadi ujung tombak pemutus rantai penyebaran Covid-19 dan pemicu terbangunnya kestabilan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia meminta jaga dan rawat tanam dan ikan ini dengan baik, agar budidaya dapat berjalan dan bisa membantu ekonomi.

“Kami minta bibit ini benar-benar ditanam, sehingga tujuan kita menciptakan ketahanan pangan dari halaman rumah sendiri dapat terwujudkan,” pesan Ny. Yenni.

Menanggapi bantuan itu, Ketua TP-PKK Nagari Simarasok, Ny. Hemi Muhammad Nurzen mengucapkan terimakasih kepada PKK Agam atas bantuan bibit tanaman dan ikan yang diberikan kepada kelompok dasawisma yang ada di nagarinya.

“Bersyukur sekali dapat bantuan bibit tanaman dan ikan dari ibu ketua. Bantuan bibit tersebut sangat membantu dalam menggerakkan program PKK melalui ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

(Daji)

Walikota Solok Tancapkan Anak Daro Di Sawah Gawan

0

Kota Solok. Investigasi.News

Waliko Solok.H.Zul Elfian Umar, bersama Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, beserta
Forkompimda setempat, melakukan penanaman padi perdana jenis Anak Daro di sawah Gawan, kelurahan Tanah Garam, kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Senin, 30 Agustus 2021.

Penanaman padi yang dilakukan oleh orang nomor satu dipemerintahan tersebut, merupakan salah satu rangkaian dari program pemberdayaan variates padi anak Daro yang dikemas oleh dinas pertanian pemerintahan kota Solok, dan penanaman kala itu merupakan kegiatan seremonial yang lanjutnya diteruskan oleh para petani setempat.

Padi jenis Anak Daro merupakan salah satu jenis padi unggul kota Solok, yang telah diakui secara nasional, dan terkait dengan itu, pada 2018 lalu, Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) telah memberikan Hak Paten serta mengeluarkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) untuk pemerintah kota Solok dengan nama ” Beras Solok ”

Sertifikasi IG merupakan sebuah perlindungan hukum terhadap nama geografis asal produk, jaminan keaslian asal produk, dan peningkatan penerimaan produsen, dan dengan telah adanya sertifikat IG tersebut, pemerintah kota Solok atau melalui instansi terkait serta masyarakat yang menjadi bagian dari pemasaran Beras Solok, harus dapat menjamin keaslian beras yang diterima konsumen.

Dalam kesempatannya itu, walikota Solok menyebutkan, Hak Paten Beras Solok yang dikeluarkan oleh Kemenkumham itu, mencakup untuk tujuh kecamatan yang ada dikota dan kabupaten Solok, diantaranya, 2 kecamatan dikota Solok, dan lima kecamatan dikabupabapen Solok, dan sertifikaai IG dimiliki atau diserahkan kepada masyarakat peduli indikasi geografis (MPIG) yang ada dikota dan kabupaten Solok.

Dalam upaya memberikan garansi atas kemurnian beras Solok yang akan diterima konsumen, pemerintah kota daerah setempat mendirikan Badan Usaha Layanan Daerah (BLUD) yang bertugas melakukan pengawasan terhadap beras yang dihasilkan, dan dalam hal itu BLUD bekersama deng MPIG dan pemerintah kota Solok.

Sebelumnya kepala dinas Pertanian
Pemetintah kota Solok, Ikhvan Maroza dalam laporannya menyampaikan, adapun tujuan kegiatan yang dikemasnya itu, adalah untuk mendukung kesediaan produksi beras Solok yang berkualitas sesuai dengan sertifikasi IG yang diberikan Kemenkumham, dan selain itu juga dalam upaya menghindari terjadinya pemalsuan produk Beras Solok.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, yang diwakili oleh Yustiadi menyampaikan apresiasi untuk perintah kota Solok, dan dikatakannya,
semoga kualitas, kuantitas dan kontiniutasnya tersebut dapat terus berlanjut, sehing berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani kota Solok.

(Gia Wiranda)

Belajar Tatap Muka Di Pasaman Dimulai

0

Pasaman, Investigasi.news

Di saat daerah lain masih tertahan di level tiga, bahkan sebagian masih merah atau level 4, namun Kabupaten Pasaman berhasil keluar, dan menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang berada di level Dua, alias zona kuning, situasi pandemi berdasarkan assesment Kementerian RI.

Dengan status resiko rendah ini, Bupati Pasaman H. Benny Utama sejak pekan lalu telah mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka bagi seluruh sekolah-sekolah di Kabupaten Pasaman.

“Benar, sejak keluarnya Instruksi Mendagri nomor 37 tahun 2021, tertanggal 23 Agustus 2021, Pasaman termasuk daerah PPKM level dua, dengan tingkat resiko rendah, dan kita sudah izinkan anak-anak kembali belajar tatap muka,” ujar Bupati Benny Utama, saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di beberapa sekolah di Lubuksikaping, Senin (30/8).

Namun dijelaskan, pelaksanaan belajar tatap muka ini belum permanen berlaku, dan masih akan terus dievaluasi dan diawasi secara ketat.

“Kita lihat dulu sejauh mana resikonya, jika tidak berdampak terhadap pandemi Covid-19, maka akan tetap kita lanjutkan,” ingat bupati.

Dari dialog dan tanya jawab bupati dengan siswa SD, SMP dan SMA, semua siswa mengatakan senang belajar di sekolah bersama guru mereka, dari pada belajar daring di rumah.

“Ba’a anak-anak Apak, ma nan sanang baraja dari rumah atau di sekolah samo guru..?” tanya bupati.
“Sanang di sekolah lai Paakk..” jawab siswa senada.

Dalam kunjungan ke sekolah, bupati berkesempatan mensosialisasikan wabah pandemi Covid-19 dan kewajiban menerapkan protokol kesehatan di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal.

Di sekolah-sekolah yang dikunjungi, bupati menegaskan kepada pihak sekolah untuk menegakan aturan protokoler Kesehatan Covid-19 dengan ketat.

“Boleh sekolah, tapi jalankan protokol kesehatan 3 M, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Memakai masker, serta lengkapi thermo gun di gerbang sekolah untuk mengukur suhu tubuh setiap peserta didik dan majelis guru yang datang ke sekolah,” pesan Bupati.

Dalam peninjauan Senin pagi ke sekolah tingkat SD, SMP dan SMA, bupati beserta kepala Dinas Pendidikan dan Kadis Pol PP Damkar mendapati suasana belajar di kelas sudah sesuai prokes, termasuk sarana cuci tangan di setiap depan kelas, alat thermogun di pintu masuk sekolah, serta seluruh peserta didik dan guru yang bermasker.

Menurut Hasyim, SPd, Kepala Sekolah SMP 3 Lubuk Sikaping, jam belajar di bagi dua kelompok dalam shift. Sehingga jarak duduk dalam kelas bisa diatur, dan tidak membolehkan anak-anak berkerumun. (Ris)

Alek Batagak Gala Datuak Bagindo Malano Nan Hitam, Bupati Agam Berikan Apresiasi

0

Agam, Investigasi.News

Pengukuhan gelar kehormatan adat, atau kebesaran Datuak Bagindo Malano Nan Hitam, pasukan Pisang Jirek Cingkariang, dihadiri oleh Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman. Acara dilaksanakan di Masjid Jami’, Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, pada Minggu (29/8).

Gelar tersebut diberikan kepada Komandan Pangkalan Utama TNI (Danlantamal) II Padang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Hargianto SE, MM, MSi.

Dalam Acara juga dihadiri, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Forkopimda, tokoh adat dan pejabat daerah lainnya.

Ditandai dengan proses pemasangan saluak kepada Laksma TNI Hargianto oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dan pemasangan keris oleh LKAAM Provinsi Sumbar, M. Sayuti, Dt Rajo Pangulu, serta penyerahan tongkat oleh Dr. H. Fauzi Bahar, Dt Nan Sati sah sudah gelar Datuak Bagindo Malano Nan Hitam disandang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, Laksma TNI Hargianto patut diangkat menjadi datuak pangulu di kaumnya, yaitu Pasukan Pisang Jirek, Cingkariang.

“Karena beliau adalah sosok yang tegas dalam menegakkan keamanan dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat, khususnya terhadap sanak kemenakannya,” ujarnya.

Mahyeldi berharap, dengan diangkatnya Laksma TNI Hargianto, sebagai Datuak Bagindo Malano Nan Hitam, bisa menjadi bagian dalam memperkuat sendi-sendi adat di Minangkabau, khususnya di Nagari Cingkariang.

“Sebagai seorang pangulu atau pemimpin di kaum, memiliki tugas yang berat. Oleh sebab itu, semoga Laksma TNI Hargianto Dt Bagindo Malano Nan Hitam, dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, yaitu memimpin kaum dan menuntun anak kemenakan kearah yang lebih baik, serta dapat menanamkan nilai-nilai adat maupun agama,” harapnya lagi.

Sementara itu, Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, mengucapkan syukur dan mengapresiasi atas dikukuhkannya gelar Datuak Bagindo Malano Nan Hitam kepada Laksma TNI, Hargianto.

“Kami sangat bangga, Danlantamal II, Laksma TNI Hargianto, menjadi niniak mamak di Kabupaten Agam, khususnya di Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu,” ujarnya.

Dikatakan, jika sudah menjadi pangulu, tentunya sudah mampu menjadi suri tauladan bagi anak kemenakannya, khususnya di kaum pasukan Pisang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, saya ucapkan selamat kepada Laksma TNI Hargianto, semoga dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kepada Laksma TNI Hargianto, Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman berpesan, dengan diangkatnya sebagai Datuak Bagindo Malano Nan Hitam, semoga dapat mengayomi dan menjadi panutan bagi anak kemenakannya. Dapat bertindak, berbuat dan berbicara sesuai dengan kaidah-kaidah islam. Serta dapat bekerjasama dengan pemerintah, baik pemerintah nagari, kecamatan, dan kabupaten, maupun provinsi. (Daji)

Laksamana TNI Hargianto Sandang Gelar Datuak Bagindo Malano Nan Hitam

0

Agam. Investigasi.News

Bersama Gubernur Sumatera Barat H.Mahyeldi, walikota Solok H.Zul Elfian Umar, serta kepala daerah lainnya yang ada diprovinsi Sumbar, Menghadiri pengukuhan gelar adat Danlantamal II Padang, Laksamana TNI Hargianto,SE.MM.MSi, Minggu, 29 Agustus 2021, di kabupaten Agam.

Jendral Bintang Satu itu, adalah salah satu Putra daerah jorong Cingkariang, nagari Cingkariang, Kabupaten Agam, dan merupakan lulusan Akedemi TNI Angkatan laut, angkatan XXXII tahun 1987, dalam mengemban tugas kemiliterannya, pernah dipercaya sebagai Komandan KRI Silas Papare 386.

Dalam kesehariannya, Hargianto yang akrab disapa dengan panggilan Anto tersebut, merupakan sosok yang cukup dikenal baik oleh semua lapisan masyarakat, dan tepatnya pada hari ini, dilewakan gelar adat Suku Pisang yakni, Datuak Bagindo Malano Nan Hitam.

Pasca menjadi kesaksian pada acara adat Suku Pisang tersebut, kepada media ini walikota Solok menerangkan, dilewakannya gelar adat itu kepada Laksamana Hergianto, merupakan kesepakatan kaum Suku Pisang, dan telah disetujui sampai ketingkat rapat adat, yang dilaksanakan oleh para tokoh atau pemuka adat.

Sosok pemangku gelar adat, merupakan orang pilihan yang telah lama dipersiapkan untuk menyandang gelar yang ada, dan itu juga merupakan orang yang dipercayai atau dipandang mampu untuk mengurai benang yang kusut, dan bijak dalam bertindak.

Lebih jauh H.Zul Elfian Umar menerangkan, dilewakannya gelar adat oleh suatu kaum atau suku pada orang yang dipercayai, juga disertai dengan sumpah sebagai wujud Tanggung jawab yang dibebankan kepadanya, dan sumpah tersebut berdasarkan AL Quran 30 Juz, dan apabila melanggar sumpah yang dibacakan akan dikutuk AL Quran.

” Ka Ateh Indak Bapucuak, Ka Bawah Indak Baurek, Di Tangah Tangah Di Giriak Kumbang ” ucap walikota Solok.

Namun dikatakannya, maksud dan tujuan sumpah dikutuk Al Qur’an 30 Juz merupakan suatu yang sakral, yang mewujudkan betapa beratnya tanggung jawab yang akan disandang oleh seorang Datuak atau Penghulu, ungkap walikota Solok mengakhiri.

(Gia Wiranda)

Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Masih Menunggu Bantuan

0

Bukittinggi, Investigasi.news

Tindak lanjut dari perkembangan berita yang tayang dibeberapa media online di Sumatera Barat dengan judul “Tinggal Sebatang Kara, Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Butuh Bantuan” telah mengetuk rasa simpati dan kepedulian pihak-pihak lainnya.

Salah satunya, dikatakan Malin As, bahwasannya saat ini, Nurul Huda telah menarik perhatian pihak Nagari. Nagari siap membantu dan mencarikan jalan terbaik bersama-sama.

Sementara, saat Malin As mencoba meminta bantuan kepada Dinas Sosial Agam terkait kondisi Nurul Huda, Dinsos Agam hanya bersedia membantu untuk memulangkan Nurul Huda ke daerah asal.

Lebih lanjut Malin menyampaikan kekecewaannya dalam menangani Nurul Huda, seolah-olah ini tak menjadi beban bersama, tak nampak jalan keluar dan bantuan apapun dari pihak-pihak terkait lainnya,” ucap Malin dengan mimik wajah lelah.

“Apa mungkin Nurul Huda yang tidak bisa ngapa-ngapain kita masukkan ke Panti Jompo sesuai saran Dinsos Agam, sementara kondisinya begitu?, Satau saya pihak panti hanya menerima yang bisa mandiri, sementara Nurul Huda ini stroke total”, tanya Malin As.

“Sementara begitulah perkembangan sampai saat ini, belum ada jalan keluar, dan jujur saya pribadi sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi”, Kata Malin.

Tim

Koreksi : Atas nama Redaksi kami mohon maaf kepada Kapolres, Kapolsek Banuhampu atas kesalahan penulisan gelar Ipda Miftahul Husni pada pemberitaan” Tinggal Sebatang Kara, Mualaf Penderita Hernia dan Struk di Bukittinggi Butuh Bantuan” tayang pada (27/08/21) seharusnya Aipda Miftahul Husni. Sekian terimakasih atas perhatian dan pengertiannya.

96 Ribu Lebih Warga Muba Sudah Vaksin

0

Sekayu, Investigasi.news

Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin, hingga Minggu (29/8/2021) mencatat sebanyak 96.903 warga Muba telah melaksanakan vaksin, bahkan serapan vaksin dinilai merata dan telah menyisir hingga kawasan pelosok.

“Sesuai arahan pak Bupati Dodi Reza warga Muba harus di fasilitasi suntik vaksin secara merata, berdasarkan data sudah 96.903 warga Muba yang sudah disuntik vaksin,” ungkap Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah Mars, Minggu (29/8/2021).

Azmi merinci, adapun sasaran dan jumlah yang sudah suntik vaksin diantaranya SDM Kesehatan 3.137 sasaran, untuk yang sudah vaksin pertama 3.364, vaksin kedua 3.046, vaksin ketiga 1.671 orang. Lalu, Lansia 38.695 sasaran, vaksin pertama 6.822, vaksin kedua 3.908 orang.

“Kemudian, petugas publik 32.671 sasaran, vaksin pertama 51.290, vaksin kedua 26.650 orang, masyarakat rentan dan umum 312.978 sasaran, vaksin pertama 33.066, vaksin kedua 11.419 orang, remaja 63.350 sasaran, vaksin pertama 1.447, vaksin kedua 191, dan gotong royong 914 sasaran,” urainya.

Lanjutnya, untuk golongan tenaga kesehatan (nakes) atau SDM kesehatan dan petugas publik serapan nya melampaui target. “Jumlah sasaran nakes dan petugas publik sangat baik bahkan melampaui target,” ujarnya.

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengajak warga masyarakat Muba yang belum mengikuti vaksin untuk segera melaksanakan suntik vaksin. “Ayo kita semua harus ikuti rangkaian suntik vaksin, demi menjaga diri sendiri dan orang terdekat dari bahaya virus COVID-19,” ajaknya.

Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini menyebutkan, Pemkab Muba bersama stakeholder akan terus memfasilitasi kebutuhan vaksin kepada seluruh elemen dan masyarakat di Muba yang benar-benar memenuhi syarat untuk disuntik vaksin.

“Dalam upaya percepatan serapan pelaksanaan vaksin ini akan terus kita gencarkan, demi masyarakat Muba akan kita sisir hingga daerah pelosok yang ada di Muba,” tandasnya.

(Mira)

Muscab Ke III DPC FKDT Berlangsung Di Kota Solok

0


Kota Solok. Investigasi.News

Didampingi oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) provinsi Sumatera Barat, Firdaus Gani, S.Pd.I, M. Pd, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FKDT Kota Solok, Afrizul, ME, serta kepala Kemenag Kota Solok, wakil walikota Solok, Dr.Ramadhani Kirana Putra, secara resmi, membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke III, FKDT kota Solok, Minggu, 29 Agustus 2021, di MTSN kota Solok.

FKDT adalah sebuah organisasi profesi yang berfungsi melakukan pembinaan terhadap kerjasama secara koordinatif antara Diniyah Takmiliyah dan Madrasah Diniyah, dan selain itu, juga merupakan mitra Kemenag dalam menyukseskan penyelenggaraan Diniyah Takmiliyah yang ada didaerah setempat, dan seperti yang tertuang didalam AD/ART FKDT, musyawarah cabang dilaksanakan satu kali dalam lima tahun.

Dalam kesempatannya itu, Dr.Ramadhani Kirana Putra mengatakan, sabagai salah satu organisasi profesi pendidikan guru Diniyah, yang sekaligus menjadi salah satu wadah konsultasi bagi Guru atau Ustad, serta pengelola Diniyah Takmiliyah, FKDT juga memiliki tanggung jawab, terkait dengan peningkatan mutu pendidikan Diniyah.

Dan selain itu, juga harus mampu untuk menfasilitas para pemangku kepentingan (pemerintah dan masyarakat) untuk kemajuan pendidikan Diniyah yang diselenggarakan, dan dari fungsi serta tanggung jawabnya yang cukup besar, FKDT wajib mendapatkan dukungan dari semua pihak yang ada,
terutama dari perintah daerah, ungkap wakil walikota Solok.

Lebih jauh wakil walikota Solok mengatakan, dari fungsi dan tanggung jawab yang diperankannya, secara lansung FKDT telah menjadi mitra kerja pemerintah daerah setempat, khususnya dalam membangun pendidikan agama untuk masyarakat, terutama untuk generasi penerus, berdasarkan dari pada itu, atas nama walikota Solok, Dr.Ramadhani Kirana Putra menyampaikan, akan menfasilitasi dan ikut serta dalam mengakomodir kegiatan yang dilaksanakan oleh forum tersebut.

Mengakhiri paparan yang disampaikannya itu, wakil walikota Solok mengatakan, semoga Muscab III tersebut, dapat melahirkan pengurus FKDT yang lebih profesional, Kreatif, inovatif, dan memiliki solidaritas yang kuat, dalam mewujudkan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang Hebat dan Bermartabat.

Dari data yang dirangkum media ini,
FKDT cabang Kota Solok, berdiri pada 14 April 2012, dan selama mengelola program kegiatannya, FKDT telah memberikan dampak positif kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat, dan program kegiatan yang dikemasnya, cendrung kepada penyiaran Islam ditengah tengah masyarakat setempat,

(Gia Wiranda)

Pasia Laweh Dikukuhkan Sebagai Nagari Konstitusi Ke Empat Di Indonesia

0

Agam, Investigasi.news

Nagari Pasia Laweh ini merupakan desa atau nagari konstitusi pertama di pulau Sumatera dan ke empat di Indonesia, yang dikukuhkan oleh Ketua MK RI, YM. Dr. Anwar Usman, SH., MH, Sabtu (28/8/2021).

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd. mengapresiasi Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam Sumatera Barat, yang telah dikukuhkan sebagai nagari konstitusi.

Abdul Halim Iskandar sampaikan ucapan terimakasih pada semua pihak yang terlibat pada pengukuhan nagari konstitusi, dengan harapan ikhtiar ini bermanfaat bukan hanya bagi warga Pasia Laweh, tapi juga warga desa atau nagari diseluruh Indonesia.

“Semoga hal yang baik dilakukan di Pasia Laweh jadi inspirasi bagi desa atau nagari diseluruh Indonesia, khususnya dalam ikhtiar pemenuhan hak konstitusi warga serta pelestarian budaya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Ia sangat menghargai pengukuhan Pasia Laweh sebagai nagari konstitusi, bahkan ini katanya tidak ada di negara lain.

“Mari kita tunjukan inilah karakter bangsa kita, supaya negara kita lebih kelihatan jagoan dikalangan Internasional,” tukasnya.

“Maka kita harap desa atau nagari untuk menjaga hutan, vegetasi dan jaga hal lain yang bersifat teknis seperti potensi longsornya,” ujar Siti Nurbaya berharap.

Ia menyebutkan, Indonesia tengah menunjukkan ke dunia, bahwa pengelolaan hutan dalam kebijakan dan langkah penanganannya sudah semakin tepat dan benar.

(Daji)

Anggota DPRD Agam Hendrizal, A.Md Dampingi Kunjungan MK RI Ke Palupuh

0

Agam, Investigasi.new

Anggota DPRD Agam Hendrizal, A. Md yang ikut mendampingi rangkaian kunjungan ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia ke Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam, Sabtu,(28/8).

Ia mengaku sangat bangga dan senang, serta memberi apresiasi yang luar biasa kepada Walinagari Pasia Laweh Zul Arfin Datuak Parpatiah, karena telah mengukir sejarah baru di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh kabupaten Agam Khususnya, propinsi Sumatera Barat umumnya di kancah Nasional.

Pasalnya, kunjungan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dalam rangka “penyerahan Anugerah Nagari Konstitisi kepada Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh, sekaligus Ketua MK Anwar Usman diberikan gelar sangsako adat dari masyarakat Nagari Pasia Laweh yaitu bergelar Datuak Rajo Alam Batuah dari Suku Chaniago Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Sumateta Barat.

Hendrizal menambahkan acara yang di pusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulum Alfalah dimana pesantren ini dimiliki oleh Bapak Defri Aziz anggota Polsek Palupuh Polres Bukittinggi tersebut berjalan dengan khidmat dan sukses.

Dengan dianugerahinya Nagari Pasia Laweh sebagai Nagari konstitusi serta diberikannya gelar sangsako kepada Bapak Anwar Usman selaku Ketua MK RI semoga dapat memberikan daya dorong tersendiri bagi seluruh elemen yang ada di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh kabupaten Agam khususnya, propinsi Sumatera Barat umumnya.

“Kami beserta masyarakat sangat bangga atas kunjungannya Ketua MK RI beserta beberapa Mentri ke Nagari kami, ini merupakan sejarah yang akan kami ceritakan kepada anak cucu kami nantinya sehingga hal ini takkan terlupakan bagi kami urang palupuh umumnya. Ulas Hendrizal dengan penuh semangat.

(ary/aji)