Beranda blog Halaman 4932

Prokes Ketat, SD-SMP di Muba Mulai Uji Coba PTM 23 Agustus

0

SEKAYU, Investigasi.News

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memulai uji coba pembelajaran tatap muka pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama pada tanggal 23 Agustus 2021 mendatang.

Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan Rapat Penentuan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Satuan Pendidikan SD dan SMP dalam Kabupaten Muba, yang dipimpin Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Satgas COVID-19 Kabupaten Muba, Perangkat Daerah Terkait, dan para camat yang mengikuti secara virtual, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Rabu (18/8/2021).

“Kita sepakat semua kecamatan tanggal 23 Agustus ini akan mulai uji coba PTM, untuk TK akan dilaksanakan satu bulan kedepannya setelah evaluasi PTM SD dan SMP,” ujar Sekda.

Dikatakannya PTM terbatas dapat dijalankan jika guru pada sekolah tersebut minimal 80% sudah divaksin, serta sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan terpenuhi.

“Terkait hasil ini jangan ada tawar menawar. Kalau belum 80% di vaksin, di tunda dulu,” kata Apriyadi.

Lanjut Sekda hal ini adalah Sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri No 32 tahun 2021 terkait pembagian level dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19, dan di Muba masuk level III kemudian dari 17 Kabupaten kota di Provinsi Sumatera Selatan Muba masuk zona orange.

“Terkait hal ini kita lakukan pelonggaran sedikit demi sedikit , disamping pelonggaran kita harus tetap saling menjaga. Kita masih belum membolehkan resepsi pernikahan, karena hasil analisa dari Satgas COVID-19 Kabupaten bahwa penyumbang terbesar positif di Muba ini banyak dari cluster resepsi pernikahan. Untuk itu mohon maaf untuk yang ini belum kita bolehkah, akad nikah boleh tapi terbatas,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya diwakili Kabid Pembinaan SMP Nazarul Hasan dalam paparannya mengatakan prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi COVID-19, kebijakan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan secara terbatas pada semua zona, namun tetap mempertimbangkan peta risiko penyebaran COVID-19 dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan tugas COVID-19 di daerah. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. Dan dilaksanakan paling banyak dua kali seminggu 2 jam sehari dan 50% dari jumlah peserta didik.

“Alasan mendasar penyelenggaraan KBM tatap muka adalah semakin lama pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan maka semakin besar dapat negatif yang terjadi pada anak seperti ancaman putus sekolah, kendala tumbuh kembang, tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga, serta meningkatnya angka pernikahan dini,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas berdasarkan rekomendasi Camat setelah berkoordinasi dengan korwil Dikbud dan Gugus Tugas COVID-19 di kecamatan masing-masing dan mendapat persetujuan Bupati.

“Jika ada guru atau tenaga pendidik atau peserta didik yang terpapar COVID-19 maka camat dapat menutup sekolah tersebut sementara waktu dan segera melaporkan kepada Bupati Muba dengan tembusan disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba pada kesempatan pertama,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Muba Dr Azmi Dariusmansyah diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat Maryadi mengungkapkan Kondisi Perkembangan COVID-19 Muba pada Dashboard KPCPEN dari data per tanggal 15 Agustus 2021 berada pada zona orange (resiko sedang) dan Asesment situasi COVID-19 per tanggal 16 Agustus 2021 berada di tingkat III.

“Data kita, masih pada zona orange. Total kasus COVID-19 yang masih dalam perawatan berjumlah 172 orang, ada pelandaian. Hasil analisa kita peningkatan kasus positif memang dari kerumunan atau persedekahan,” kata Maryadi.

Camat Lawang Wetan Candra SKM secara virtual melaporkan sampai hari ini, tinggal 2 (dua) sekolah yang belum 80% tenaga pendidikan dan kependidikan belum divaksin, namun sarana dan prasarana Prokes sudah siap.

“Dan kami sudah melakukan survei pada awal rencana pertama pelaksanaan PTM ini, semua Satgas COVID-19 kecamatan turun survei di sekolah, terkait persetujuan orang tua semua setuju, intinya Kecamatan Lawang Wetan siap PTM,” ucapnya.

Sementara Kasdim 0401 Muba Mayor Inf M Daud bersama Jajaran Polres Muba siap mendukung rencana pembelajaran tatap muka di Kabupaten Muba.

“Semoga rencana kita ini bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

(mira)

Koperasi Nelayan Pasar Ikan Tanjung Mutiara Dapat Bantuan Fish Box

0

AGAM, Investigasi.News

Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman menyalurkan bantuan sarana pemasaran hasil produk perikanan atau fish box bagi pelaku usaha pemasaran ikan, di UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah V Kecamatan Tanjung Mutiara, Rabu (18/8).

Bantuan yang bersumber dari dana pokir anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Lazuardi Erman ini sebanyak 71 unit, tambah satu unit freezer dari Kementerian Perikanan.

Sarana ini diserahkan secara simbolis kepada Koperasi Nelayan Pasar Ikan Tanjung Mutiara, yang disaksikan anggota DPRD Sumbar, Lazuardi Erman, Plt Kadis Perikanan Sumbar, Desniarti, Kepala DPKP Agam, Rosva Deswira dan lainnya.

“Terimakasih kita ucapkan kepada Lazuardi Erman yang telah mengalokasikan dana pokirnya untuk warga Agam, terutama bagi pelaku usaha pemasaran ikan di Tiku,” ucap Andri Warman.

Menurutnya, bantuan itu sangat membantu bagi Pemkab Agam dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, karena pemanfaatan anggaran di masa pandemi ini tidak bisa maksimal, akibat adanya pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Kondisi itu membuat keuangan kita terganggu, tidak hanya di Agam tapi juga di pusat dan provinsi,” ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap kepada penerima agar bantuan ini dimanfaatkan dengan maksimal, untuk kepentingan berusaha dalam meningkatkan taraf perekonomian ke depan.

“Bantuan ini diberikan untuk kepentingan dalam berusaha dan jangan dipindahtangankan atau dijual,” ujar bupati mengingatkan pada para penerima.

Sementara itu, anggota DPRD Sumbar, Lazuardi Erman mengatakan, bantuan ini merupakan upayanya dalam memperbaiki taraf ekonomi masyarakat terutama pedagang ikan.

“Kita harap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik, jika kurang diupayakan kembali menambahnya untuk tahun depan,” katanya.

Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti menambahkan, dari 71 unit fish box yang diserahkan itu, dengan rincian 66 unit ukuran 100 liter dan 5 unit ukuran 1 ton.

“Fish box ini selain untuk penyimpanan ikan, juga dapat menjamin kesegaran ikan yang akan dijual oleh pedagang,” terangnya.

(Daji)

Tanah Datar Usulkan Sembilan Geosite ke Kementerian ESDM Tentang Danau Singkarak

0


Tanahdatar, Investigasi.News

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mengusulkan sembilan geosite ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) mendukung geopark (taman bumi) Danau Singkarak.

“Sembilan geosite yang telah diusulkan tersebut sudah melalui penelitian pihak Kementerian,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Parpora) Tanah Datar Abdul Hakim di Batusangkar Rabu.

Ia mengatakan sembilan geosite hasil penelitian tim Kementerian ESDM tersebut diantaranya breksi pulimik di belakang Istano Basa Pagaruyung, Bukit Aur Sarumpun, endapan Danau Singkarak Purba, kompleks kipas aluvial Danau Singkarak, jendela batu gamping kuantan Singkarak, dan goa sopan kijang Pangian.

Saat ini, Tanah Datar dan empat kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat sedang dalam proses dan tinggal menunggu keputusan penetapan dari Kementerian Pariwisata dan itu juga harus sudah direkomendasikan oleh Kementerian ESDM.

“Kalau sudah ditetapkan secara nasional baru diusulkan untuk masuk Geopark Ranah Minang yang dikoordinir oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk diusulkan sebagai geopark dunia ke Unesco,” katanya.

Upaya mendukung geopark tersebut pihaknya akan membentuk forum diskusi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat diselingkar Danau Singkarak terkait pembangunan geopark.

“Terkait geopark ini kita akan membangun pusat informasi yang akan mengedukasi masyarakat misalnya tentang terbentuknya Danau Singkarak, bukti-bukti yang dapat mendukung terbentuknya danau, serta upaya menjaga flora dan fauna yang ada di sekitar danau,” katanya.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan Tanah Datar memiliki potensi wisata alam dan geopark seperti Danau Singkarak, Ngalau Pangian dan Puncak Aua Sarumpun dan itu sudah diusulkan ke Pemerintah Pusat.

Ia mengaku tertarik geopark dikembangkan karena selain keindahan alam juga mengandung nilai sejarah yang dapat mengedukasi masyarakat ataupun wisatawan yang datang berkunjung.

“Banyak keuntungan yang akan didapat dari geopark ini, selain dikenal dunia juga akan meningkatkan aspek ekonomi bagi masyarakat sekitar taman bumi ini,” katanya.

Dayat

Usulkan Pasien Isoman Diisolasi Secara Terpusat, Kapolres Agam Berharap Penularan Covid-19 Bisa Ditekan

0

AGAM, Investigasi.News

Kapolres Agam, yang juga Wakil Ketua Harian Satgas Penangan Covid-19, AKBP Dwi Nur Setiawan mengusulkan warga yang terpapar Covid-19 untuk tidak lagi menjalani isolasi secara mandiri di rumah masing-masing.

Kapolres lebih menganjurkan warga terpapar Covid-19 yang tidak bergejala untuk menjalani isolasi secara terpusat di tingkat nagari. Hal itu untuk menekan penularan Covid-19 di dalam keluarga dan masyarakat sekitar.

“Isolasi mandiri kalau bisa dialihkan ke isolasi terpusat seperti rumah sehat yang sudah ada di beberapa nagari, karena kita mengkhawatirkan penularan Covid-19 dari orang tak bergejala terus terjadi,” ujarnya saat Rapat Mingguan Evaluasi Satgas Penanganan Covid-19, Rabu (18/8/2021).

Menurut Kapolres Agam, berdasarkan riset dan aturan Kementerian Kesehatan RI, satu orang yang terpapar Covid-19 bisa menularkan hingga ke lima orang lainnya. Untuk itu pihaknya juga menekankan betapa pentingnya tracing untuk dilakukan.

“Kami di institusi Polri, untuk wilayah hukum Polres Agam tracing ini sudah dilakukan melalui Bhabinkantibmas, dan mengimput data-data ke Silacak, sehingga kasus positif dapat dilacak dan dikontrol,” ungkapnya lagi.

Selain itu, untuk menekan penularan Covid-19, pihaknya juga berharap tim Satgas Covid-19 juga turut menggencarkan razia terhadap cafe-cafe yang masih beraktivitas hingga jam 22.00 WIB.

“Aktivitas baralek masyarakat juga mengkhawatirkan, demikian juga kegiatan peringatan agustusan masyarakat, ini perlu kita awasi,” ujar Kapolres.

Hal senada juga diutarakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Tri Pipo. Dikatakan, isolasi mandiri membuat pihaknya kewalahan mengawasi warga yang terpapar Covid-19.

“Jika isolasi dilakukan secara terpusat minimal di tingkat nagari, saya meyakini petugas kesehatan kita mudah melakukan pemantauan terhadap warga yang terpapar Covid-19,” sebutnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang telah melalukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk dapat menuntaskan vaksinasi hingga dosis kedua.

“Masih sekitar 8 ribuan lagi yang belum menjalani vaksinasi Covid-19, kami mengimbau untuk disegerakan agar herd immunity di masyarakat bisa terbentuk, dan kita bisa segera terbebas dari wabah ini,” ujarnya.

(Daji)

Diklat 3 in 1 Pembuatan Hiasan Busana Ditutup, Ketua DPRD Agam Sampaikan Pesan

0

Agam, Investigasi.news

Ketua DPRD Kabupaten Agam Dr. Novi Irwan, S.Pd, MM menghadiri penutupan Diklat 3 in 1 pembuatan hiasan busana dengan alat jahit Angkatan XXXVI (Sulaman Timbul), di Aula Kantor Camat Kamang Magek, Senin (16/8).

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Agam berpesan kepada peserta diklat yang masih muda mudi untuk selalu bersamangat dan pantang menyerah dalam mencari dan menguasai keilmuan.

“Kita muda mudi harus berlelah-lelah dalam mencari, meraih dan menguasai keilmuwan. Tak saja ilmu Agama, ilmu umum tetapi juga ilmu keterampilan. Life Skill saat ini sangat penting untuk bisa mandiri serta berusaha bahkan menjadi pengusaha-pengusaha muda yg sukses,” ungkap Novi Irwan.

Novi Irwan menambahkan untuk mencapai hal tersebut, salah satu caranya adalah melalui pelatihan tersebut. Setelah melalui pelatihan pembuatan hiasan busana, teruslah dikembangkan di rumah dan belajar dengan kelompok-kelompok usaha muda.

“Dengan terus memproduksi, mencari peluang pasar dan promosi serta pengembangan lainnya diharapkan lahir interpreneur- interpreneur muda yang fokus untuk usaha bahkan juga nantinya mempunyai karyawan. Di samping itu kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten Agam melalui dinas terkait juga melakukan pembinaan untuk pengembangan mulai dari peningkatan mutu produksi sampai pemasaran,” ujar Ketua DPRD Agam itu.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Balai Diklat Industri Padang dari anggaran APBN utk pelaksanaan pelatihan generasi muda di Agam.

“Mudah-mudahan program ini akan terus dilaksanakan di Kabupaten Agam pada masa yang akan datang sehingga melahirkan generasi muda interpreneurship serta terus mengembangkan minimal satu nagari satu produk unggulan di Agam,” harapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan Badan Pengembangan SDM Industri/ Balai Diklat Industri Padang itu, dihadiri oleh Kepala Diklat Industri Padang Surya Agusman, Kadis UMKM Agam Dedi Asmar, Camat Kamang Magek, instruktur, Wali Nagari dan para peserta pelatihan.

(Daji)

Korban Gempa Haiti Butuh Bantuan

0

Les Cayes, Investigasi.News

Para penyintas gempa bumi di Haiti, yang menewaskan sedikitnya 1.941 orang memerlukan makanan, tempat bernaung dan perawatan medis.

Upaya penyelamatan pada Selasa dilanjutkan setelah badai tropis menghantam negara di Karibia itu dengan hujan yang menyebabkan banjir berbahaya.

Kerusakan akibat gempa di sejumlah rumah sakit besar menghambat upaya kemanusiaan. Para dokter di tenda-tenda darurat berjuang menyelamatkan nyawa mereka yang terluka, termasuk anak-anak dan lansia. Namun mereka tak mampu membantu semua pasien.

“Tak ada cukup dokter dan sekarang dia sudah meninggal,” kata Lanette Nuel yang duduk lunglai di samping jenazah putrinya di luar gedung rumah sakit Les Cayes, salah satu kota yang terdampak parah oleh gempa dan hujan badai.

Putrinya yang berusia 26 tahun dan beranak dua itu tertimpa reruntuhan saat gempa berkekuatan 7,2 magnitudo mengguncang. Kini dia terbaring diselimuti kain putih di atas lantai.

“Kami datang kemarin sore, dia meninggal pagi ini. Saya tak bisa melakukan apa-apa,” kata ibunya.

Gempa pada Sabtu itu meruntuhkan puluhan ribu bangunan di negara termiskin di benua Amerika tersebut, yang masih belum pulih dari gempa 11 tahun lalu yang menewaskan 200.000 orang.

Selain korban tewas, gempa terakhir juga melukai 9.915 orang dan banyak lagi yang dilaporkan hilang atau tertimbun reruntuhan, kata dinas pelindungan sipil pada Selasa sore.

Upaya penanggulangan menjadi rumit akibat krisis politik dan sulitnya akses dari ibu kota ke bagian selatan karena sejumlah tempat dikuasai geng-geng kriminal.

Banjir bandang dan longsor akibat badai tropis Grace, yang pada Selasa sore bergerak melintasi Jamaika, telah memperburuk situasi.

“Tak terhitung banyaknya keluarga di Haiti yang kehilangan semua miliknya akibat gempa itu kini hidup dengan kaki di dalam air akibat banjir,” kata Bruno Maes, perwakilan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di negara itu.

“Saat ini, sekitar setengah juta anak Haiti tidak memiliki atau memiliki akses terbatas ke tempat penampungan, air bersih, perawatan kesehatan dan gizi.”

PBB mengatakan mereka telah mengalokasikan dana darurat 8 juta dolar (Rp115,1 miliar) untuk membantu para penyintas.

Negara-negara Amerika Latin seperti Venezuela, Chile, Meksiko, Panama, Kolombia dan negara tetangga Republik Dominika mengirimkan makanan, obat-obatan dan keperluan lain. Amerika Serikat juga mengerahkan pasokan dan tim penyelamat

Meski geng-geng kriminal menutup akses jalan selama berbulan-bulan, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan “negosiasi berhasil” dicapai sehingga konvoi bantuan bisa menjangkau Les Cayes.

Rumah sakit di Les Cayes, sekitar 150 km arah barat ibu kota Port-au-Prince, bahkan lebih kewalahan pada Selasa ketika para pasien yang dirawat di tenda-tenda dipindahkan ke dalam gedung untuk menghindari badai tropis.

Direktur RS Peterson Gede mengatakan paramedis sudah berusaha melakukan yang terbaik.

“Kami tak mampu menangani semua pasien,” kata dia. “Dan kami sudah menerima bantuan, tapi tidak cukup.”

Di kampung tenda di Les Cayes yang banyak ditinggali anak-anak dan bayi, lebih dari seratus orang berusaha memperbaiki atap darurat dari batang kayu dan terpal yang rusak akibat badai Grace. Beberapa dari mereka berlindung di bawah lembaran plastik.

Mathieu Jameson, wakil kepala komite yang dibentuk oleh penghuni kampung tenda, mengatakan ratusan orang di sana sangat membutuhkan makanan, tempat berlindung dan perawatan kesehatan.

“Kami tak punya dokter. Kami tak punya makanan. Tiap pagi warga baru bertambah. Kami tak punya kamar mandi, tak ada tempat untuk tidur. Kami perlu makanan, kami perlu lebih banyak tenda,” kata Jameson, menambahkan bahwa kampung tenda masih menunggu bantuan pemerintah.

Bau Busuk

Gempa yang menimpa Haiti terjadi lebih dari sebulan setelah negara itu terjerumus dalam krisis politik oleh pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 7 Juli.

Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan pada Selasa terlalu dini untuk mengukur dampak gempa pada proses politik di Haiti dan bahwa AS, negara donor terbesar, belum punya rencana untuk mengirim tentara ke sana.

Tim penyelamat telah menggali di reruntuhan untuk mencari penyintas. Pada Selasa pagi 16 orang ditemukan masih hidup bersama sembilan jenazah, kata otoritas pelindungan sipil Haiti.

Namun harapan semakin pudar, bau debu dan mayat yang membusuk meruap ke udara.

“Kami datang dari mana-mana untuk membantu: dari utara, dari Port-au-Prince, dari mana saja,” kata Maria Fleurant, petugas pemadam kebakaran dari Haiti utara.

Perdana Menteri Ariel Henry, yang dilantik kurang dari sebulan lalu setelah peristiwa pembunuhan Moise, berjanji akan mendistribusikan bantuan kemanusiaan yang lebih baik daripada yang diberikan saat bencana gempa 2010 terjadi.

Meski miliaran dolar bantuan telah dikucurkan di Haiti setelah gempa 2010 itu dan badai Matthew pada 2016, banyak warga Haiti mengatakan mereka merasakan sedikit manfaat dari upaya-upaya pemerintah yang tidak terkoordinasi, di tengah kelangkaan pangan dan kebutuhan pokok yang terus terjadi.

“Gempa ini adalah bencana besar yang menimpa kami di tengah musim badai,” kata Henry kepada wartawan. Dia mengatakan pemerintah tidak akan mengulangi “kesalahan sama” yang dilakukan pada 2010.

Sumber: Reuters

Bertabur hadiah, Dihari Kemerdekaan Pemenang Lomba Dibeberapa Aspek Dapat Sepeda Motor

0

Solsel, Investigasi.News

Sebanyak 17 sepeda motor dan berbagai hadiah lainnya diserahkan usai upacara penaikan bendera dalam HUT RI ke-76 tingkat Kabupaten Solok Selatan yang dipusatkan di GOR Rimbo Tangah Sangir (17/8/2021).

Secara bergantian, hadiah sepeda motor dan berbagai hadiah lainnya tersebut diserahkan oleh Bupati Solok Selatan Khairunas, Wakil Bupati Yulian Efi, Forkopimda, Sekda, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK, Ketua IKA DPRD, serta Ketua Dharmawanita.

Enam unit sepeda motor tersebut diberikan kepada juara satu lomba kebersihan pada enam kategori.

Untuk tingkat TK/PAUD diraih oleh TK Raudhatul Jannah Karang Putih Sangir, kemudian SDN 05 Pasar Muara Labuh, dan SMPN 1 Solok Selatan.

Kemudian kategori SMA/Puskesmas/UPT Pertanian diraih Puskesmas Pakan Rabaa, tingkat nagari diraih Nagari Pakan Rabaa, dan OPD diraih Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup.

Selanjutnya tiga sepeda motor diberikan kepada nagari dengan penilaian pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terbaik, yakni Nagari Bomas, Abai, serta Nagari Dusun Tangah.

Beberapa aspek yang dinilai dalam pelaksaan PPKM ini diantaranya tersedianya posko PPKM, rumah isolasi, serta peran serta nagari dalam penanganan Covid di daerah tersebut.

Kemudian delapan sepeda motor lainnya diberikan kepada jorong berprestasi dengan kategori pelaksanaaan vaksinasi (7 jorong pada 7 kecamatan) serta realisasi PBB terbanyak (1 jorong).

Tujuh jorong dengan vaksinasi terbanyak tersebut yakni Jorong Sungai Kalu I, Bariang Rao-Rao, Pekonina, Sungai Lambai, Pasar Bidar Alam, Kampung Baru SBH, serta Jorong Koto Sungai Kunyit. Dan untuk realisasi PBB terbanyak diraih Jorong Sigintir Pasir Talang Timur.

Salah seorang pemenang lomba PPKM, Pj. Walinagari Bomas Koto Baru Yuli Herman, mengatakan bahwa lomba-lomba yang diadakan oleh pemkab, akan memotivasi nagari dan jorong-jorong untuk terus berbuat terbaik kepada masyarakatnya.

Pihaknya juga mengapresiasi Pemkab Solok Selatan dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, yang telah berupaya maksimal membawa perubahan terhadap peringatan HUT RI tahun ini, sehingga terasa lebih meriah dengan berbagai lomba yang diadakan.

Dalam upacara penaikan bendera yang berlangsung khidmat dan menerapkan protokol covid tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Solok Selatan, dan Wakil Bupati pada upacara penurunan bendera.

***

Tim Paskibraka Agam Dapat Apresiasi Dari Bupati Dan Wakil

0

AGAM, Investigasi.news

Bupati Agam Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Andri Warman dan Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, SH, memberikan apresiasi khusus kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), yang telah sukses melaksanakan tugas dengan baik.

Meskipun dalam guyuran hujan saat prosesi penurunan bendera, tidak menyurutkan semangat Paskibraka mengibarkan Bendera Merah Putih.

Apresiasi tersebut disampaikan bupati dan wakil bupati saat acara pengambilan foto bersama dengan 52 anggota Paskibraka, di Balairung Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/8/2021).

Hadir juga pada kesempatan itu, Ketua DPRD Agam Novi Irwan, Sekda Agam Martias Wanto, Ketua TP-PKK Agam Ny. Yenni Andri Warman, Ketua GOW Agam Ny. Titik Irwan Fikri dan unsur pimpinan Forkopimda Plus.

“Ananda semua, Alhamdulillah hari ini telah melaksanakan tugas dengan baik, saya bersama wabup dan atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi ananda semua,” ujarnya.

Menurutnya, kesuksesan upacara peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini tidak lepas dari peranan Paskibraka yang sudah berlatih dan bekerja keras selama kurang lebih satu bulan.

Latihan yang panjang dengan totalitas, kedisiplinan, dan pengorbanan anggota serta pelatih tentu menjadi pondasi utama kesuksesan seluruh rangkaian upacara.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Agam tersebut mendo’akan agar perjalanan Paskibraka ke depan dapat berlangsung dengan baik.

Ia juga berpesan agar putra-putri Agam tersebut senantiasa menjaga kesehatan sehingga selalu diberikan kekuatan dan keberkahan.

“Ananda semua adalah orang-orang pilihan yang diberi kesempatan dalam momen bersejarah ini. Pesan kami, sebagai pelajar tugas ananda adalah belajar, belajar dan belajar. Gapailah semua impian dengan terus mengobarkan semangat juang pantang menyerah. Karena, perjalanan ananda semua sangat panjang. Kami do’akan, agar 20 tahun yang datang ananda bisa menggantikan kami menjadi bupati dan wakil bupati. Aamiin,” harap bupati.

Kesempatan yang sama, Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, SH, juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada anggota Paskibaraka dan seluruh pelatih.

Wabup berpesan, anggota Paskibraka bisa menjadi teladan yang memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme dan kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari.

“Tentunya dengan prestasi, dedikasi, dan moral yang baik dapat memberikan energi positif bagi generasi muda Kabupaten Agam lainnya,” pesan wabup. (Daji)

Upacara Penurunan Bendera Dilaksanakan Secara Virtual dan Serentak Diseluruh Pemerintah

0

Kota Solok. Investigasi.News

Sesuai jadwal yang ditentukan semula, secara nasional upacara penurunan bendera yang merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan peringatan HUT RI ke 76, dilaksanakan secara virtual pada 16.50 Wib, dan diikuti oleh seluruh pemerintahan yang ada, Selasa, 17 Agustus 2021.

Upacara penurunan bendera kali ini, dilaksanakan dengan cara satu komando, dan setiap Paskibra yang ada didaerah masing masing, mengikuti intruksi pelaksanaan upacara yang dilakukan di istana negara, dan begitu juga dengan pimpinan daerah serta pemangku jabatan lainnya yang menjadi peserta.

Pemerintah kota Solok dalam keikut sertaannya, malansungkan kegiatan tersebut dilobi lantai dua kantor balai kota Solok, dan upacara diikuti oleh walikota Solok H.Zul Elfian Umar, wakil walikota Solok Dr.Ramadhani Kirana Putra, kepala OPD yang ada dilingkungan pemerintahan kota Solok, serta Porkompimda setempat.

Dan selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh ketua DPRD kota Solok, Hj.Nurnisma, Wakil ketua DPRD kota Solok, Bayu Kharisma, ketua LKAAM, ketua KAN, serta ketua Bundo Kandung Kota Solok.

Sementara itu dilapangan upacara depan kantor balai kota Solok, hanya ada Paskibra yang bertugas melakukan penurunan bendera, dan juga terlihat saat itu, antusias masyarakat kota Solok yang ingin menyaksikan kegiatan tersebut begitu tinggi, sehingga mengalahkan ancaman yang diberikan oleh virus Corona.

Selepas upacara itu dilaksanakan, walikota Solok saat dikonfirmasi media ini terkait dengan kegiatan tersebut mengatakan, upacara penurunan bendera kali ini sangat jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, namun harus diambil hikmahnya, dan dikatakannya, apa yang telah mejadi keputusan atau aturan dari pemerintahan yang lebih tinggi, bertujuan untuk kebaikan bersama.

Dan diharapkan, semoga Pandemi yang disebabkan oleh serangan virus Corona segera berakhir, sehingga pada peringatan HUT RI tahun yang akan datang, dapat dilaksanakan seperti biasanya, penuh hikmah dan semangat empat lima.

Dari data yang dirangkum media ini, kegiatan yang digelar secara nasional tersebut, Presiden Joko Widodo bertindak sebagai Inspektur upacara, sementara itu komandan upacara dipercayakan kepada Kolonel Inf.Faisol Izuddin Karimi yang saat ini menjabat sebagai Komandan Brigif 26/Gurana Piarawaimo Kodam XVIII/Kasuari.

(Gia Wiranda)

547 WBP LAPAS PADANG PEROLEH REMISI HUT RI KE-76

0

Gubernur: Remisi Bisa Atasi Over Kapasitas


Padang, Investigasi.news

Sebanyak 547 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang peroleh Remisi HUT RI ke-76 pada Selasa (17/8/2021).

Penyerahan Surat Keputusan Remisi yang terpusat di Lapas Kelas IIA Padang ini digelar di gedung aula Lapas Kelas IIA Padang yang baru selesai direnovasi.

Pergelaran ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy beserta seluruh Forkopimda Sumatera Barat, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumatera Barat R.Andika Dwi Prasetya, Para Kepala Divisi, Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis se-Kota Padang.

Kakanwil R.Andika Dwi Prasetya melaporkan sebanyak 3.272 orang WBP peroleh remisi. “Total terdapat sebanyak 3.272 WBP dari seluruh Lapas dan Rutan yang ada di lingkungan Kemenkumham Sumatera Barat peroleh Remisi HUT RI ke-76 yang mana 22 orang diantaranya langsung bebas dan kembali ke keluarga,” ungkap Kakanwil R.Andika.

Banyaknya remisi yang diperoleh, jelasnya lebih lanjut, berkisar antara satu hingga 6 bulan dengan kriteria telah berkelakuan baik dan mengikuti program pembinaan yang ada selama menjalani masa hukuman satu tahun berjalan.

Dijelaskan juga oleh Kalapas Kelas IIA Padang Era Wiharto bahwa dari 3.272 WBP yang menerima remisi HUT RI ke- 76 ini, 547 orang diantara berasal dari Lapas Kelas IIA Padang. “Meskipun tidak ada yang langsung bebas, namun ada 15 orang diantaranya yang saat ini hanya tinggal menjalankan masa subsidernya. Kita berharap semoga dengan diberikannya remisi atau pemotongan masa hukuman ini bisa dijadikan motivasi baik bagi WBP yang menerima maupun yang belum menerima agar terus berkelakuan baik dan menunjukkan perubahan kearah yang lebih baik selama menjalani masa hukuman sehingga dengan begitu keamanan dan ketertiban xdapat tercipta,” jelas Kalapas Era.

Hal ini disambut baik oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang turut hadir dalam pergelaran. Menurutnya, dengan diberikannya remisi bagi para warga binaan ini, diharapkan para warga binaan setelah kembali ke keluarga dan masyarakat bisa kembali ke kehidupan normal dan kembali berusaha. “Diharapkan kedepannya agar lebih banyak lagi WBP yang menerima remisi sehingga ini juga mampu mengatasi over kapasitas khususnya yang ada di Lapas dan Rutan di wilayah Sumatera Barat,” ucap Mahyeldi saat menghadiri kegiatan di Lapas Kelas IIA Padang tersebut.

Selain penyerahan remisi, dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan penghargaan bagi UPT pemuncak berbagai lomba yang diadakan oleh Kantor Wilayah seperti foto giat indah semarak kemerdekaan, lomba LKBB, vokal grup dan lainnya.

Untuk kategori lomba foto indah giat semarak kemerdekaan, diraih oleh Lapas Kelas III Suliki di posisi pertama, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung di posisi kedua dan Lapas Kelas IIA Padang di posisi ketiga. Sementara, untuk kategori lomba vokal grup diraih oleh Rutan Kelas IIB Padang Panjang, menyusul Lapas Kelas IIB Pariaman dan Lapas Kelas IIA Bukittinggi. Dan kategori lomba LKBB diraih oleh Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Lapas Kelas IIB Sijunjung dan Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Para pemuncak diberikan penghargaan berupa piala dan dari ketiga kategori tersebut, Lapas Kelas IIA Bukittinggi dinobatkan sebagai juara umum dan berhak memperoleh penghargaan berupa piala bergilir dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat.

(Rel/Ag)