Beranda blog Halaman 4946

Peningkatan Ekspor Dimulai Dari Kualitas Produk di Tingkat Petani

0

Padang, investigasi.news

Upaya untuk meningkatkan ekspor produk unggulan Sumatera Barat harus dimulai dari peningkatan kualitas hasil pertanian di tingkat petani sehingga bisa diterima oleh pasar internasional.

“Kita punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional tetapi persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. Ini harus menjadi perhatian ke depan,” kata gubernur Sumatera Barat mahyeldi saat bersilaturahmi dengan salah seorang eksportir di Padang Kamis (29/7/2021).

Untuk meningkatkan kualitas produk tersebut pemerintah perlu menurunkan penyuluh ke tingkat petani untuk memberikan transfer ilmu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Terkait kualitas juga perlu adanya lembaga sertifikasi yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk memastikan kualitas produk telah sesuai dengan permintaan pasar internasional.

Selain kualitas juga dibutuhkan kuantitas atau volume produksi sehingga bisa memenuhi permintaan pasar meskipun dengan jumlah yang cukup besar.

Saat ini produk-produk unggulan di Sumbar seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas.

“Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan agar bisa memenuhi permintaan pasar,” katanya.

Setelah kualitas dan volume juga penting untuk menjamin keberlangsungan. Artinya tidak hanya untuk satu dua kali ekspor saja kemudian habis tetapi harus ada keberlanjutan.

“Karena prosesnya memang panjang maka perlu ditentukan peran dari masing-masing baik pemerintah pengusaha atau eksportir maupun petani agar benar-benar bisa masuk ke pasar internasional,” ujar gubernur.

Eksportir asal Sumbar, Adrian Akhza pemilik Perusahaan PT CASSIA COOP yang telah sukses mengembangkan pabrik kulit manis dengan kualitas ekspor dan merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat mengatakan Sumbar memiliki semua syarat untuk mengembangkan pasar ekspor.

“Sumbar punya lahan yang subur, petani yang tangguh bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri. Tinggal mau melakukan atau tidak,” katanya.

Pengalamannya di dunia ekspor produk kayu manis dan nilam, kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam perdagangan internasional. Ada standar yang harus diikuti agar produk bisa dilirik oleh pembeli.

“Saat ini kualitas produk rempah yang dihasilkan petani sebagian belum bisa mencapai standar tersebut karena itu memang perlu intervensi dari pemerintah untuk mewujudkannya,” katanya.

Selain penyuluh dari pemerintah, akademisi dan Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand) untuk mendukung standarisasi produk.

Ikut hadir dalam pertemuan itu Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani, Kepala Biro perekonomian dan pimpinan bidang perdagangan dan perindustrian, Kehutanan, pertanian Sumbar dan beberapa kepala dinas dari kota Padang.

Rel/ns

Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

0

MUBA, Investigasi.News

Dalam dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 telah merenggut banyak hal dari kehidupan kita. Tak pelak, kondisi ini pun memunculkan berbagai macam keprihatinan bagi masyarakat Indonesia, seperti naiknya angka kemiskinan yang dibarengi dengan melonjaknya pengangguran.

Data per 28 Juli 2021 pada laman https://covid19.go.id/, jumlah pasien yang terinfeksi positif Covid-19 secara nasional berjumlah 3.287.727 orang. Angka tersebut meningkat 47.791 kasus dibandingkan hari sebelumnya.

Namun, sejak pemerintah menggulirkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, terdapat tren penurunan mobilitas hampir di semua wilayah. Dimana pembatasan pergerakan masyarakat menjadi faktor penting salah satu upaya pemutusan transmisi Covid-19.

Bersyukur, kondisi kini pun berangsur membaik setelah diterapkannya PPKM. Kasus aktif, positivity rate, dan kasus harian menurun, serta terjadi peningkatan kesembuhan yang mulai terlihat pada pekan ketiga pelaksanaan PPKM. Peningkatan ini harus dibarengi dengan optimisme dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Masyarakat juga harus memberikan dukungan dari kebijakan yang dilakukan pemerintah, seperti mematuhi protokol kesehatan, PPKM, dan mengikuti vaksinasi.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara nasional, serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia, agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda usai.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan kebijakan pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kebijakan yang sedianya berakhir pada 25 Juli 2021 lalu ini, kini resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah.
“Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial secara simbolis, Kamis (29/07/2021) pagi.

Melalui program bantuan sosial yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar 700 juta rupiah. Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi Covid-19, serta kepada 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar Covid-19. Sedangkan dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan susu.
“Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna di lapangan upacara Kemenkumham.

Kegiatan ini, kata Yasonna, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan langkah-langkah maksimal dengan memberikan dukungan, yang salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro.

“Bantuan sosial tersebut tidak hanya menyentuh kepada masyarakat yang berada di wilayah perkotaan, namun juga kepada saudara-saudara kita yang berada di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain,” ucap Yasonna.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang secara langsung terdampak pandemi Covid-19,” kata Laoly. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan kesadaran,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi Revianto mengatakan selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilaksanakan secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini,” kata Andap. “Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan dan kesadaran dari masyarakat,” lanjutnya.
“Pesan kami kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jangan cemas, selalu berpikir positif yang disertai optimisme, selalu patuhi protokol kesehatan, dan mengikuti vaksinasi,” tutupnya.

(Mira)

Kasus Covid-19 di Pasaman Meningkat, Bupati Beri Perhatian Khusus

0

Pasaman, Investigasi.News

Akhir-akhir ini, kasus covid-19 semakin manjadi pembahasan hangat di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pasaman. Bagaimana tidak, angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pasaman semakin hari, terus mengalami peningkatan, sehingga menarik perhatian khusus dari Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, MM.

Untuk menahan laju penularan virus dunia ini, Bupati Pasaman Benny Utama menghimbau agar semua pihak serius dalam penanganannya, tidak neka-neko, kawal ketat prokes sehingga warga di Kabupaten Pasaman terlindungi dan tidak terpapar Covid-19.

“Keselamatan rakyat adalah yang utama, kita tidak boleh lengah, kita semua harus siap menghadapi ini, tidak ada alasan apapun, ayo patuhi prokes,” tegas Benny Utama kepada media ini, Kamis (29/7).

Ditambahkan Benny Utama, dalam beberapa hari belakangan ini, kita perhatikan grafik angka covid-19 terus mengalami peningkatan.

Bahkan berdasarkan informasi, tiap hari sejak seminggu belakangan di Pasaman selalu ada yang terpapar covid-19 baik yang OTG maupun suspect.

Untuk itu Benny Utama menegaskan, agar seluruh masyarakat (warga) Pasaman mematuhi protokol kesehatan (memakai masker, hindari kerumunan, atur jarak, cuci tangan dan pakai sanitizer).

Hal ini diharapkan Benny Utama sebagai upaya bersama agar tidak bertambah lagi yang terpapar covid-19 di Kabupaten Pasaman.

Senada dengan himbauan Bupati, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabipaten Pasaman, Yong Marzuhaili, menerangkan dengan angka kematian pasien Covid 19 hampir tiap hari, membuat sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di fasilitas fasilitas kesehatan juga mulai kelelahan.

Untuk itu menurutnya, semua pihak harus ikut bahu membahu termasuk para nakes berharap kesadaran masyarakat untuk secara disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu di ungkapkan Yong Marzuhaili saat di ruang kerjanya, mengingat tingginya angka kematian Covid-19 di Pasaman belakangan ini.

Yong Marzuhaili mengatakan, jumlah ruangan isolasi di RSUD 18 dengan kapasitas tempat tidur 46 dan yang telah terpakai 34.

“Yang pasti sampai hari ini RSUD Lubuk Sikaping ruang tempat tidur hampir penuh yang sudah di tambah dari 10 sampai 46 tidak akan cukup karena peningkatan pasien positif Covid-19,”ujar dr Yong Marzuhaili.

Ia juga menyampaikan ketersedian oksigen untuk kesehatan sudah mulai langka. ini juga menjadi perhatian kita semua.

Untuk itu menurutnya, solusi terbaik yang bisa diambil saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Cara mencegahnya bukan kita di tenaga kesehatan, tapi di hulunya yakni peningkatan kesadaran masyarakat. Sebanyak apapun faskes (fasilitas kesehatan) ditambah untuk menghadapi lonjakan kasus, sebanyak apapun nakes ditambah untuk penanganan kasus akan tetap kurang kalau disiplin masyarakat rendah yang berakibat banyaknya kasus Covid-19.”

“Jadi mohon masyarakat sadar bahwa kami nakes juga lelah dan butuh istirahat,” ucap Yong Marzuhaili.

Sementara data dari Pasamankab.go.id hari ini Rabu 29 Juli 2021, total terkonfirmasi 131 warga Pasaman terinfeksi Covid -19. Telah terjadi penambahan 10 orang warga Pasaman Positif terinfeksi covid 19 dan ada satu pasien suspect Covid yang meninggal kemaren dan hasil swabnya diketahui pasien positif Covid-19 pada hari ini Kamis 29 Juli 2021.

Dari keseluruhan data didapat rincian dengan total Sembuh 39 orang, total meninggal 6 orang dan yang dirawat di ruang isolasi RSUD 7 orang sedangkan 78 orang lainnya melakukan isolasi mandiri.

(Ris)

Dr Ramadhani Kirana Putra Menerima Penghargaan KLA Dari Menteri PPPA

0

Kota Solok, Investigasi.News

Pemerintah kota Solok yang masih berada dibawah kepemimpinan H.Zul Elfian Umar bersama wakilnya Dr.Ramadhani Kirana Putra, kembali memperpanjang catatan prestasi yang telah ditorehkannya, beberapa penghargaan telah didapatkan, dan kembali dikemas sebagai wadah motifasi untuk peningkatan selanjutnya.

Untuk kali ini, perpanjangan koleksi penghargaan itu, diterima dari kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, dan secara nasional kota Solok telah diakui sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Penghargaan KLA diserahkan lansung oleh Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Dharmawati, Kamis, 29 Juli 2021, dan ditetima oleh wakil walikota Solok secara virtual di ruangan rapat walikota Solok.

Penyerahan penghargaan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, turut dihadiri dan disaksikan oleh Ketua GOW Kota Solok, Dona Ramadhani Kirana Putra, Ketua Dharma Wanita Kota Solok, Rida Syaiful A, Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Solok Jonnedi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Solok Delfianto, beserta forum Anak Kota Solok.

Pasca kegiatan terlaksana, kepada awak media yang ada, Dr.Ramadhani Kirana Putra menyampaikan rasa kebanggaannya terkait penghargaan yang didapatkan tersebut, dan diharapkannya, apa yang telah diterima itu, bisa memotivasi OPD atau instansi lainnya, untuk melangkah diatas jejak yang telah ada.

Terkait dengan penghargaan KLA yang telah diterimanya itu, wakil walikota Solok menyebutkan, untuk kedepannya OPD dan instansi terkait lainnya, agar dapat meningkatkan kejenjang yang lebih tinggi yakni diperingkat Nindya, dan Utama, dan disampaikannya, penghargaan yang telah diterima itu baru ditingkat Madya.

Disela kesempatannya itu, wakil walikota Solok juga menyampaikan apresiasi untuk OPD dan instansi terkait, yang telah lama berjuang untuk mengangkat nama baik kota Solok dikancah nasional, dan dikatakannya, karna berkat perjuangan itulah sehingga kota Solok kembali dapat memperpanjang catatan prestasi yang telah didapatkan.

” Ini merupakan capaian prestasi yang cukup baik untuk kota Solok, dan kota Solok akan terus memacu peningkatan fasilitas serta infrastruktur yang ramah anak ” ungkap Wakil walikota Solok mengakhiri.

Dari liputan Investigasi.News pada kegiatan penyerahan penghargaan KLA untuk pemerintah kota Solok tersebut, dalam paparan yang disampaikannya, Menteri PPPA RI menyebutkan, untuk mencapai sasaran dalam melahirkan ataupun meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, seluruh steakholder yang ada harus bersatu dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan khusus bagi anak.

Dan dikatakannya, anak mempunyai empat hak yang wajib diberikan oleh negara atau pemerintahan yang ada, dan itu merupakan harga mati yang harus dipenuhi, diantaranya adalah, hak hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk mendapatkan perlindungan, serta hak partisipasi.

(914)

Lagi, Tim Satops Patnal Lapas Padang Grebek Kamar Hunian

0

Padang, Investigasi.news

Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang kembali geledah kamar hunian warga binaan pada Rabu (28/7) malam. Giat ini dipimpin oleh Rusdi, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Lapas Kelas IIA Padang yang sekaligus merupakan Koordinator Tim Satops Patnal didampingi Bagus Dwi Siswandono Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIA Padang dan diikuti oleh jajaran pengamanan Lapas Kelas IIA Padang.

Selain merupakan giat rutin Tim Satops Patnal Lapas Kelas IIA Padang, giat ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga terkait 3 Kunci Pemasyarakatan Maju yakni Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban yang juga merupakan atensi Kalapas Era Wiharto dalam rangka meningkatkan dan memperketat pengawasan dan pengamanan di dalam Lapas Kelas IIA Padang.

Kasi Kamtib Rusdi menghimbau seluruh petugas agar berhati-hati saat melakukan penggeledahan. “Selalu waspada dalam melaksanakan tugas. Jaga kekompakan antar sesama petugas dan yang terpenting adalah sita semua barang terlarang yang ada di dalam kamar hunian,” himbau Rusdi saat memberi pengarahan kepada seluruh petugas sebelum giat dimulai.

Seluruh petugas menelusuri sudut demi sudut kamar hunian dan memeriksa seluruh barang yang ada di dalam kamar hunian Blok B-2 dan B-7 tersebut. Dalam penggrebekan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini, petugas berhasil menemukan sejumlah ponsel, charger, kipas angin, sendok besi, gunting, tali tambang plastik, headset dan beberapa barang terlarang lainnya.

Kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif sejak giat dimulai hingga selesai. “Semoga melalui giat geledah blok hunian ini, Lapas Kelas IIA Padang senantiasa dalam keadaan aman dan kondusif,” pungkas Rusdi usai menggelar razia.

(Rel/Ag)

Melonjak, Terkonfirmasi Positif 52 Orang di Sawahlunto, Tertinggi Sepanjang Pandemi Covid-19

0

SAWAHLUNTO, Investigasi.News

Kota Sawahlunto mencatatkan “rekor baru” penambahan kasus positif Covid-19 secara harian. Terkonfirmasi positif Rabu (28/7/2021) sebanyak 52 orang

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Sawahlunto Adri Yusman menerangkan, kasus tertinggi secara harian sebelumnya adalah Terkonfirmasi positif 48 orang, terjadi Kamis (15/7/2021) lalu.

“Hari ini bertambah 52 orang, tertinggi secara harian sejak pandemi Covid-19 melanda,” kata Adri Yusman.

Dengan terjadinya lonjakan tersebut, Adri menyebutkan, saat ini tim Satgas sedang melakukan pelacakan dan penelusuran terhadap riwayat kontak kasus positif. Untuk secepatnya menemukan kontak erat agar rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus.

Dia menambahkan, pihaknya sekaligus juga melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mendisiplinkan diri menerapkan protokol kesehatan.

Dengan adanya tambahan kasus positif hari ini, Adri Yusman menguraikan, maka total sudah 1146 orang warga Sawahlunto terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, 867 orang sudah dinyatakan sembuh dan 28 orang meninggal.

Sisanya, 24 orang menjalani isolasi di Balai Diklat TBT Sungai Durian, Mess W 39 sebanyak 23 orang dan 170 orang isolasi mandiri. Kemudian 17 orang dirawat di RSUD Sawahlunto, satu orang di RST Padang, empat orang di RSUD M Natsir Solok, lima orang di RS M Jamil Padang, satu orang di RSOMH, satu orang di RSAM Bukittinggi serta dua orang probable.

(T.Ab)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Tanam Pohon Cemara di Pesisir Selatan

0

Painan, Investigasi.News

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprogramkan penanaman ribuan batang pohon cemara laut pada lima lokasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

“Total luas penanaman mencapai 11 hektare,” kata Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar saat menaman cemara laut di Pantai Muara Anakan, Kecamatan Batang Kapas, Rabu.

Ia menjelaskan, total pohon cemara laut yang ditanam di Pantai Muara Anakan, Kecamatan Batang Kapas sebanyak 1.250 batang, selanjutnya masih di kecamatan yang sama yakni di Kampung Sungai Tawa juga ditanam sebanyak 688 batang.

Berikutnya, di Pantai Nyiur Melambai, Kecamatan Ranah Pesisir sebanyak 2.000 batang, seterusnya, di Pantai Muara Kandis, Kecamatan Linggo Sari Baganti sebanyak 938 batang, dan di Nagari Sago Salido Kecamatan IV Jurai ditanam 938 batang.

Ia menyebut, penanaman cemara laut dimaksudkan sebagai bagian dari mitigasi bencana tsunami melalui pembuatan vegetasi pantai.

Tidak hanya itu kegiatan ini juga dimaksud untuk mengurangi dampak bencana abrasi pantai yang sewaktu-waktu bisa terjadi di lokasi penanaman.

Ia melanjutkan, manfaat lain penanaman cemara laut juga untuk mendukung pengembangan objek wisata di daerah setempat.

“Banyak objek wisata yang semakin indah dengan tumbuh suburnya cemara laut seperti Pantai Tan Sridano, Pantai Sago, dan lainnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu ia mengajak masyarakat khususnya di Muara Anakan, ikut berpartisipasi memelihara tanaman cemara laut yang ditaman.

“Untuk kelangsungan hidup cemara laut yang telah ditanam perlu kerjasama masyarakat untuk merawat dan menjaganya hingga tumbuh dengan subur,” imbuhnya.

(Syaf)

Analisa Dan Evaluasi Kinerja Polri, Kapolda Sumbar GO Bulanan di Padang Panjang

0

Padangpanjang, Investigasi.News

Polda Sumatera Barat kembali melakukan Gelar Operasional (GO) bulanan untuk melaksanakan analisa dan evaluasi terkait kinerja Polri, khususnya di satker Polda dan Polres jajaran.

GO bulanan kali Ini dilakukan di Aula Mifan di Padang Panjang, Rabu (28/7) yang dipimpin Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH, dengan dihadiri Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, Pejabat Utama Polda Sumbar dan para Kapolres.

Awalnya, Kapolda menyampaikan terkait Operasi Yustisi dalam upaya pencegahan dan pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan Operasi Yustisi tersebut kata Kapolda, hingga sampai tanggal 26 Juli 2021, tercatat telah dilakukan penindakan kepada 230.626 orang pelanggar protokol kesehatan, 2.769 pelaku usaha, 599 penyelenggra kegiatan. Dimana dalam operasi tersebut, denda yang terkumpul sebesar Rp 306.650.000,- (tiga ratus enam juta enam ratus lima puluh ribu rupiah).

Selain itu, dalam GO ini juga diberikan rangking Polres terbaik kategori GKTM Sisdakrim, Bansos, dan Vaksinasi. Untuk GKTM Sisdakrim, Polres terbaik diperoleh Polres Sijunjung, Polres Solok Kota dan Polres Pesisir Selatan.

Untuk Bansos adalah Polres Sawahlunto, Polresta Padang, Polres Mentawai. Sedangkan kategori Vaksinasi diperoleh Polres Padang Panjang, Polres Solok Kota, dan Polres Bukittinggi.

Polres yang memperoleh nilai tertinggi tersebut, mendapatkan bendera yang diserahkan oleh Kapolda, Wakapolda dan Irwasda Polda Sumbar.

(*)

Polres Muba, LSM GTPK dan LMP Bantu UMKM

0

MUBA, INVESTIGASI.NEWS

Polres Muba sampai ke Jajaran Polsek Bagikan sembako berupa beras untuk warga masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sebagai bentuk pelayanan terbaik ditengah Pandemi, Rabu, (28/07/21) Malam.

Perlu diketahui, di Indonesia terjadi akselerasi yang cukup signifikan kasus Covid – 19, sehingga beberapa Provinsi Dan Kabupaten diberlakukan PPKM level 4.

Kapolres Musi Banyuasin Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.ik melalui Wakapolres Muba Kompol Irwan Andeta, S.ik MH mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk Mewujudkan bagian kepedulian Polri Kepada Kemanusian ditengah Pandemi yang masih berkepanjangan.

Selain itu kata Wakapolres Muba Kompol Irwan Andeta, S.ik, MH, bakti sosial tersebut sebagai wujud kepedulian Polres Muba Kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid – 19 diberlakuan PPKM Level 4 Dari tanggal 26 Juli Hingga 02 Agustus 2021.

“Banyak sekali masyarakat yang terdampak Pandemi Covid – 19 ini di tambah lagi diberlakukan PPKM level 4 ini. Maka dengan itu Saya langsung memimpin Jalan nya Giat Bakti sosial bersama TNI, DISHUB, Sat Pol PP, DINKES, Laskar Merah Putih Dan DPP LSM GTPK, untuk mengurangi beban sosial mereka Dan semoga bermanfaat” Kata Irwan Andeta kepada awak media.

Lanjut nya, kata Irwan Andeta, dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat pedagang kaki lima Dan lain nya yang terdampak PPKM level 4 ini kebutuhannya bisa sedikit terbantu.

“Upaya apapun terus kami Lakukan demi kebaikan masyarakat. Selain himbauan, bantuan sosial, kami juga ingin semua masyarakat di Kabupaten Muba ini sehat semua. Di Jajaran Polsek – Polsek wilayah kita juga setiap Hari Lakukan Bakti sosial. Oleh karena itu Mari kita saling bahu membahu Mewujudkan Zero Covid 19 di Indonesia terhusus di Kab. Muba. 1.2 Ton beras yang kita Bagikan Hingga ke Jajaran Polsek” Kata Irwan.

Lebih lanjut nya, bahwa dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Dan Masyarakat dalam memerangi penyebaran Covid 19 di Kabupaten Muba, Polres Muba serta Forkopimda Optimis Akselerasi penyebaran Covid 19 semakin menurun.

“Kalau warga Muba bisa bersama sama rapatkan barisan dalam memerangi Covid 19 ini, Saya yakin kab. Muba Zero Covid 19” Imbuhnya.

Di tambah kan Irwan, TNI Polri bersama pemerintah berharap agar masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya berita Hoax terkait apa Saja yang berhubungan dengan Covid – 19.

(Mira)

Kuyung Daniel Borong Beras Satu Ton untuk Pasien Isoman di Muba

0

Beli Beras Petani Lalan, Rogoh Kocek Pribadi

Muba, Investigasi.News

Kepedulian Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terhadap pasien Isoman dan warga terdampak COVID-19 Muba menginspirasi banyak pihak. Setelah beberapa waktu lalu trending topik pengusaha Aceh menggelontorkan uang sebesar Rp2 Triliyun untuk bantuan ke Sumsel yang diberikan ke Kapolda.

Kini giliran Tokoh Pemuda di Bayung Lencir asal Desa Tampang Baru Muba Daniel Firmansyah yang merogoh kocek pribadi untuk membeli beras sebanyak 1 ton untuk dibagikan gratis ke warga Isoman dan terdampak COVID-19 di Bumi Serasan Sekate.

“Saya merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang merasakan dampak PPKM ini. Namun bagaimanapun, penerapan PPKM harus berjalan agar bisa menanggulangi Covid-19,” ujar pria bekerja wiraswasta ini.

Camat Bayung Lencir M Imron S.Sos, MSi, mengatakan, uang tersebut guna dibelikan beras sebanyak 1 ton. Jadi nantinya akan dibagikan kepada warga yang sedang menjalankan isoman.

“Berasnya juga kita beli dari petani lokal kita, di Lalan, Muba. Jadi selain membantu warga juga ikut mensejahterakan para petani,” ujar Imron, Rabu (28/7/21).

Pihaknya pun menyambut baik bantuan ini yang merupakan amanah untuk digunakan sebagaimana mestinya. Maka itu dalam waktu dekat bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

“Kita bersyukur, masih banyak orang baik dan memanfaatkan pandemi ini untuk berbagi. Karena sudah semestinya kita saling bantu agar bisa meringankan beban saudara kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Muba, Ir Thamrin mengapresiasi tokoh pemuda yang memberikan bantuan terhadap warga isoman di Kabupaten Muba. Menurutnya, langkah dermawan ini bisa diteruskan apalagi memanfaatkan petani lokal untuk menyalurkan bantuan.

“Sesuai dengan amanat Bupati Muba Dodi Reza, yang memberikan perhatian serius kepada warga yang tengah isoman, beras yang digunakan merupakan beras asli dari Kecamatan Lalan dengan merk Beras Permata Lalan. Kita berharap pengusaha yang ada di Kabupaten Muba dapat mengikuti langkah yang sama dalam membantu warga isoman,” ungkapnya.

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, semakin banyak kepedulian yang datang maka semakin tertolong warga masyarakat yang terimbas dari COVID-19. “Kepedulian kita bisa menjadi semangat bagi mereka yang terpapar dan terdampak COVID-19,” mari kita eratkan tangan untuk terus saling menolong,” tandasnya.(Mira)