Pidie Jaya, Investigasi.news – Setelah menjadi sorotan publik dan diberitakan oleh Investigasi.News, penanganan genangan air yang kerap terjadi di ruas jalan nasional di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, akhirnya mulai dilakukan.
Pada Rabu (1/7/2026), instansi terkait menurunkan dua unit alat berat ke lokasi guna melakukan penanganan awal terhadap titik genangan yang selama ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Seorang pekerja di lokasi menjelaskan, penanganan sementara dilakukan dengan membangun sumur resapan sebagai solusi awal untuk mempercepat aliran air yang sebelumnya menggenangi badan jalan akibat minimnya sistem drainase.
“Untuk sementara kami membuat sumur resapan agar air pascahujan maupun banjir tidak lagi menggenangi badan jalan, tetapi langsung mengalir ke sumur resapan yang sedang kami kerjakan,” ujarnya.
Langkah tersebut disambut positif oleh masyarakat. Muchlis (47), warga setempat, mengaku lega karena persoalan yang selama ini dikeluhkan akhirnya mendapat perhatian pemerintah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena pemerintah sudah turun tangan. Selama ini setiap hujan deras, air selalu menggenangi badan jalan sehingga pengendara harus mengambil jalur tengah dan itu sangat berbahaya. Dengan adanya penanganan ini, kami berharap risiko kecelakaan bisa diminimalkan,” katanya.
Sebelumnya, Investigasi.News memberitakan kondisi ruas jalan nasional di depan Dayah Ummul Aiman, Desa Meunasah Bie, yang kerap tergenang setiap kali hujan turun. Ketiadaan drainase menyebabkan air meluap hingga menutup sebagian badan jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Penanganan yang mulai dilakukan ini diharapkan menjadi solusi awal sebelum dibangun sistem drainase permanen, sehingga persoalan genangan tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat maupun kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional tersebut.
(Herry)



