Jember, Investigasi.News- Universitas Jember (UNEJ) resmi memulai kembali proses verifikasi dan registrasi fisik secara langsung (luring) bagi calon mahasiswa baru yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Rangkaian pelayanan tatap muka ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 2 Juni 2026, hingga Kamis, 4 Juni 2026, yang dipusatkan di Auditorium Universitas Jember.
Kembalinya sistem verifikasi tatap muka ini menjadi momen penting bagi UNEJ. Pasalnya, setelah terakhir kali dilaksanakan secara rutin pada tahun 2018, kegiatan pelayanan langsung ini terpaksa dialihkan penuh secara daring selama periode tahun 2019 hingga 2025 akibat penyesuaian masa pandemi Covid-19 dan pemulihannya. Hari ini, suasana kampus kembali dinamis menyambut ribuan calon mahasiswa beserta orang tua yang datang dari berbagai daerah.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jember, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., teknis rangkaian kegiatan verifikasi luring ini dirancang secara terintegrasi guna memberikan pelayanan yang valid dan akurat. Pelaksanaan ini meliputi tiga tahapan utama verifikasi sekaligus finalisasi data calon mahasiswa, penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan pemeriksaan kesehatan terintegrasi.
“Pada tahap verifikasi dan finalisasi berkas, petugas melakukan sinkronisasi dan pencocokan dokumen asli dengan data yang telah diunggah calon mahasiswa pada sistem pra-verifikasi. Kemudian verifikator menetapkan kelompok UKT berdasarkan hasil verifikasi UNEJ terhadap data dan dokumen yang diunggah calon mahasiswa sesuai tabel kelompok UKT Kelompok 1 sampai Kelompok 6.” ujar Prof. Slamin secara rinci.
Pemeriksaan kesehatan khusus ini difasilitasi langsung di lokasi oleh Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jember, sehingga calon mahasiswa dari prodi bersyarat dapat langsung menyelesaikan tahapan pemeriksaan di tempat tanpa harus berpindah lokasi.
Guna menjamin kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan seluruh peserta serta pendamping yang hadir hari ini, Universitas Jember telah memitigasi layanan penunjang secara maksimal. Langkah taktis ini diambil untuk mengantisipasi mobilisasi massa yang besar sekaligus menyederhanakan alur transaksi keuangan pasca-verifikasi berkas.
“Begitu proses verifikasi berkas di meja petugas selesai, calon mahasiswa tidak perlu menunda administrasi keuangan. Mereka dapat langsung mencetak tagihan dan melakukan pembayaran UKT di tempat melalui konter perbankan mitra resmi yang bersiaga, atau menyelesaikannya secara mandiri sesuai dengan rentang jadwal yang ditentukan, yakni hingga 8 Juni 2026.” ujarnya.
Kepala Bagian Akademik UNEJ, Andri Eko Widayanti, S.E., M.M., menegaskan bahwa kenyamanan orang tua dan calon mahasiswa baru selama berada di lingkungan Kampus Bumi Tegal Boto merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan verifikasi luring tahun ini.
“Kami memahami bahwa proses transisi dari sistem online ke luring ini membutuhkan kesiapan fasilitas lapangan yang matang. Oleh karena itu, UNEJ telah mengintegrasikan fleksibilitas sistem pembayaran dan fasilitas mobilisasi gratis di dalam kawasan kampus. Tujuannya agar seluruh rangkaian administrasi hari ini berjalan tertib tanpa membebani para peserta dan pendamping,” imbuhnya.
Apresiasi tinggi datang dari salah satu orang tua calon mahasiswa asal Lamongan, Sodiq, yang mengaku sangat senang dan mantap menjatuhkan pilihan bagi kelanjutan studi putrinya di Universitas Jember. Menurutnya, iklim belajar di Jember sangat mendukung tumbuh kembang anak.
“Lingkungan UNEJ ini sangat asri, sejuk, dipenuhi penghijauan, serta atmosfer lingkungannya yang dinilai masih religius. Hal itu menjadi alasan utama saya memercayakan masa depan anak di kampus ini, menyusul kakaknya yang juga merupakan alumnus Teknik Pertambangan UNEJ. Selain itu, biaya hidup di Jember relatif lebih miring dibandingkan kota besar seperti Surabaya, Malang, atau Yogyakarta, yang mana poin ini penting bagi keluarga kami yang bekerja sebagai buruh tani,” ungkap Sodiq.
Antusiasme serupa terpancar kuat dari sang putri, Dhini Rahmah Septiani, calon mahasiswa baru yang sukses menembus Program Studi S1-Teknik Kimia UNEJ dengan raihan skor UTBK 577. Dhini mengungkapkan bahwa kuliah di UNEJ sudah menjadi impiannya sejak duduk di bangku kelas 10 SMA karena terinspirasi oleh jejak kesuksesan kakaknya.
“Meskipun sempat gagal pada jalur SNBP, kegagalan itu justru memicu semangat saya untuk belajar ‘ngebut’ siang dan malam selama satu bulan penuh demi lolos jalur SNBT. Saya sengaja memilih Teknik Kimia karena melihat prospek kerja yang sangat cerah di kawasan industri, terutama agar kelak bisa bekerja di dekat rumah di daerah Gresik. Setelah melihat hasil penetapan UKT hari ini, saya justru merasa kian terpacu dan berkomitmen penuh untuk belajar lebih giat, serius, tidak bermain-main, serta bertekad untuk lulus tepat waktu demi berbakti kepada orang tua,” pungkasnya.
Josua







