Pidie Jaya, Investigasi.news – Tak cukup hanya membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki kerusakan, Pidie Jaya kini dituntut bangkit dengan pembangunan yang lebih cepat, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana. Di tengah upaya pemerintah daerah menata kembali wilayah yang porak-poranda akibat banjir hidrometeorologi akhir 2025, dukungan lintas sektor menjadi semakin penting untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak berjalan lamban.
Bencana yang menerjang sejumlah wilayah Pidie Jaya tersebut tidak hanya meninggalkan timbunan material lumpur, tetapi juga membawa dampak terhadap berbagai fasilitas publik serta aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan lebih dari sekadar penanganan darurat. Dibutuhkan langkah terintegrasi yang mampu mengembalikan fungsi infrastruktur sekaligus memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.
Dalam konteks itulah, kehadiran Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong agar agenda pemulihan dapat bergerak lebih cepat, sekaligus memastikan berbagai kebutuhan pembangunan pascabencana mendapat perhatian dan koordinasi lintas instansi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Tim Satgas PRR Sumatera bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya di Kantor Bappeda setempat, Rabu (2/9/2026).
Pertemuan itu menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah. Berbagai persoalan yang masih dihadapi dalam proses pemulihan dibahas dengan menempatkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai agenda utama, termasuk pembangunan kembali infrastruktur serta pemulihan sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Ketua Tim Satgas PRR Sumatera, Laksamana TNI Nouldy J. Tangka, menegaskan bahwa pihaknya tidak berdiri sendiri dalam mendorong percepatan tersebut. Bersama kementerian dan pihak-pihak terkait, Satgas PRR Sumatera menyatakan kesiapan untuk mendukung pemerintah daerah dalam mempercepat proses pemulihan Pidie Jaya.
“Saya atas nama Ketua Tim Satgas PRR Sumatera bersama kementerian dan pihak terkait siap membantu serta mendorong Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Nouldy J. Tangka kepada Kontributor Investigasi.News.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan orkestrasi kebijakan dan kerja bersama. Pemerintah daerah memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, sementara dukungan pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga terkait menjadi penguat agar proses rehabilitasi dapat dilakukan secara lebih efektif.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, percepatan pemulihan bukan semata-mata persoalan membangun kembali apa yang rusak. Lebih jauh, momentum pascabencana menjadi kesempatan untuk menata kembali berbagai sektor agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dan perekonomian secara normal.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi mengatakan pemerintah daerah sejak bencana terjadi terus melakukan berbagai langkah pemulihan. Upaya tersebut tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada sektor pertanian, perikanan, dan sektor lain yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Sejak pascabencana, kami terus bekerja hingga hari ini dan akan terus bekerja untuk pemulihan, baik di bidang pertanian, perikanan maupun sektor lainnya,” ujar Sibral.
Di tengah proses panjang tersebut, dukungan dari pemerintah pusat dinilai menjadi energi tambahan bagi daerah. Menurut Sibral, perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Pidie Jaya memberikan keyakinan bahwa proses pemulihan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tidak berhenti pada penanganan jangka pendek.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sangat peduli terhadap wilayah kami. Kami juga berterima kasih kepada Tim Satgas PRR Sumatera yang selalu siap membantu dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi ini,” ucapnya.
Dengan dukungan lintas sektor yang semakin diperkuat, pekerjaan besar Pidie Jaya kini bukan hanya bagaimana memulihkan daerah dari dampak bencana, tetapi juga memastikan setiap pembangunan kembali mampu menghadirkan kawasan yang lebih tertata, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.
Sebab, bagi masyarakat yang telah melewati fase bencana, pemulihan bukan sekadar mengembalikan apa yang pernah hilang, melainkan membangun kembali harapan dengan fondasi yang lebih kuat.
(Herry)








