Padang Pariaman — Laga perdana sepak bola Porprov XVI Sumatera Barat antara Askot PSSI Kota Padang dan Kota Pariaman berlangsung dramatis di Lapangan Parik Pauh Kamba, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (2/10/2026).
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Kedua tim tampil ngotot dan saling menekan untuk meraih hasil positif pada laga perdana.
Pada awal babak pertama, pemain Askot PSSI Kota Padang bernomor punggung 6, Muhammad Restu Rifai, menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran.
Memasuki pertengahan hingga akhir babak pertama, tensi pertandingan semakin meningkat. Duel antarpemain terjadi di sejumlah area lapangan. Namun, hingga turun minum, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan.
Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, permainan berlangsung semakin terbuka. Kota Padang berusaha meningkatkan tekanan untuk mencari gol, sementara Kota Pariaman tetap memberikan perlawanan.
Pada pertengahan babak kedua, pemain Askot PSSI Kota Padang, Rafka, menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Kartu tersebut menambah catatan disiplin bagi tim Kota Padang dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.
Tak lama berselang, pertandingan semakin sengit. Dua pemain Kota Pariaman, Ragil Gunawan dan Muhammad Fanus, masing-masing menerima kartu kuning, sehingga situasi pertandingan menjadi semakin sulit bagi tim Kota Pariaman.
Meski berada dalam tekanan, Kota Pariaman tetap berusaha menjaga pertahanan. Kota Padang kemudian meningkatkan serangan dan terus mencari celah untuk mencetak gol.
Namun, hingga menit-menit akhir, sejumlah peluang yang tercipta belum berhasil mengubah kedudukan. Pertahanan kedua tim tampil disiplin dan penjaga gawang mampu mengamankan sejumlah ancaman.
Peluit panjang akhirnya dibunyikan. Askot PSSI Kota Padang dan Kota Pariaman harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir dengan skor 0-0.
Mastilizal Aye: Porprov Harus Jadi Ajang Pembinaan
Ketua Askot PSSI Kota Padang sekaligus Manajer Tim Askot Kota Padang, Mastilizal Aye, mengapresiasi perjuangan para pemain dalam laga perdana tersebut.
Menurutnya, hasil imbang merupakan bagian dari perjalanan kompetisi. Ia berharap seluruh tim tetap menjaga sportivitas dan menjadikan Porprov sebagai wadah pembinaan atlet muda.
“Kita yakin Kota Padang akan kembali menjadi juara umum. Kita tentunya ingin juga kota dan kabupaten lainnya bisa berpacu untuk mendapatkan medali emas agar kegiatan ini selalu kompetitif dan bisa menjadi ajang untuk generasi muda kota dan kabupaten lainnya di Sumatera Barat,” ujar Mastilizal.
Mastilizal Aye juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padang, seluruh pembina, dan penggiat olahraga yang telah mendukung penyelenggaraan Porprov XVI Sumatera Barat.
Ia menyebut Kota Padang bersama DPRD dan pemerintah daerah telah menganggarkan sekitar Rp38 miliar untuk mendukung penyelenggaraan Porprov.
Sementara itu, untuk bonus atlet, disebutkan bahwa peraih medali emas mendapatkan Rp4 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu Rp10 juta, termasuk tambahan bonus untuk nomor beregu.
Namun demikian, Mastilizal menegaskan bahwa bonus bukanlah tujuan utama.
“Bukan itu tujuan kita. Tujuan kita adalah bagaimana kegiatan ini terselenggara secara terus-menerus, sekali dua tahun,” tegasnya.
Hasil imbang 0-0 menjadi modal awal bagi Askot PSSI Kota Padang untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Persaingan di Porprov XVI Sumatera Barat masih panjang dan peluang untuk meraih hasil terbaik masih terbuka.
(Andra Sikumbang)













