Sawahlunto — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Sekretaris Deputi Bidang Penyelenggaraan Event Kementerian Pariwisata Titik Lestari dan Kepala Bappeda Sumatera Barat Zefnihan yang mewakili Gubernur Sumbar, membuka puncak rangkaian Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2026 berupa karnaval bertema “Songket in Innovation and Luxury”, Sabtu (5/9/2026).
Karnaval yang berlangsung di kawasan Pasar Remaja hingga Terminal Sawahlunto, kawasan cagar budaya yang menjadi bagian dari kota tua Sawahlunto, diikuti 72 peserta. Beragam karya busana berbahan Songket Silungkang ditampilkan dengan eksplorasi motif, warna, dan desain yang memadukan unsur tradisi dengan sentuhan modern.
Melalui parade tersebut, Songket Silungkang ditampilkan tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk fesyen yang mampu mengikuti perkembangan tren dan digunakan dalam berbagai kesempatan. Kreativitas para desainer dan peserta menunjukkan potensi besar songket untuk terus berkembang di industri mode.
Sebagai salah satu agenda Kharisma Event Nusantara (KEN), SISSCa mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dalam upaya pelestarian sekaligus promosi Songket Silungkang di tingkat nasional maupun internasional. Pengembangan desain dan inovasi produk menjadi langkah penting untuk memperluas daya tarik songket agar tetap relevan di tengah perkembangan dunia fesyen serta memiliki peluang pasar yang semakin luas.
Penyelenggaraan SISSCa 2026 juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Sumatera Barat Masrisal melalui dana pokok pikiran (pokir), alokasi APBD Kota Sawahlunto Tahun 2026, serta partisipasi sejumlah sponsor. Dukungan tersebut turut memperkuat promosi bagi para penenun, pelaku UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif yang terkait dengan Songket Silungkang.
Wali Kota Riyanda Putra menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk terus mendukung pelestarian dan pengembangan Songket Silungkang agar tidak hanya tetap terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Melalui SISSCa, kami ingin memastikan warisan budaya tetap hidup, berkembang, dan memberikan nilai tambah bagi penenun serta pelaku UMKM. Budaya dan ekonomi harus berjalan beriringan sehingga benar-benar hidup dan menghidupi masyarakat,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan SISSCa, Sawahlunto terus memperkuat posisinya sebagai kota warisan budaya yang aktif mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkenalkan Songket Silungkang kepada khalayak yang lebih luas.
Yosepin










