PALEMBANG, Investigasi.News – Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026). Kondisi tersebut membuat jarak pandang masyarakat sangat terbatas dan dikeluhkan karena mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap tampak menutupi kawasan permukiman. Rumah-rumah, pepohonan, hingga sejumlah objek di kejauhan terlihat samar akibat pekatnya asap.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat di lokasi menyebutkan, jarak pandang diperkirakan hanya berkisar 3–4 meter. Kondisi ini membuat warga, khususnya pengguna kendaraan, harus meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas.
Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi udara yang dipenuhi asap. Selain mengganggu jarak pandang, masyarakat juga mencemaskan dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.
“Asapnya sangat tebal. Pandangan benar-benar terbatas. Keluar rumah juga terasa tidak nyaman karena udara seperti penuh asap,” keluh seorang warga.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang berharap pemerintah segera turun tangan menangani kondisi tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai masyarakat terus menghirup udara seperti ini. Anak-anak juga harus beraktivitas dan sekolah,” ujarnya.
Kabut asap yang pekat juga menjadi kekhawatiran bagi pengguna jalan. Jarak pandang yang terbatas berpotensi menyulitkan pengendara melihat kendaraan maupun objek lain di depannya.
“Kalau jarak pandang sudah sangat pendek seperti ini, pengendara harus ekstra hati-hati. Kami berharap ada imbauan dan langkah cepat dari pemerintah,” kata warga.
Masyarakat meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pemantauan kondisi udara, memastikan sumber kabut asap, serta mengambil langkah penanganan apabila kualitas udara semakin memburuk.
Warga juga berharap informasi mengenai kualitas udara disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya dan mengambil langkah untuk melindungi diri serta keluarga.
“Kami ingin tahu penyebabnya, seberapa berbahaya udaranya, dan apa yang harus dilakukan masyarakat,” keluh warga.
Mas Suprene













