Pidie Jaya, Investigasi.News — Persoalan akses jalan yang selama bertahun-tahun membelenggu sejumlah warga Desa Rieng Krueng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, S.T., M.M.
Selasa (6/10/2026), Hasan Basri turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga sekaligus meninjau jalur yang selama ini menjadi satu-satunya akses keluar-masuk menuju rumah masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi keluarga Syamsuddin (71) bersama dua kepala keluarga lainnya yang selama ini harus melewati semak belukar, perkebunan, bahkan kawasan pemakaman untuk dapat menuju rumah maupun keluar ke jalan utama.
Tidak sekadar menerima laporan, Hasan Basri memilih melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menyusuri jalur yang selama ini digunakan warga dan berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui secara langsung persoalan yang mereka hadapi.
Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati turut didampingi kontributor Investigasi.News, aparatur Desa Rieng Krueng serta Camat Meureudu.
Dari hasil peninjauan, kondisi akses menuju rumah warga memang memprihatinkan. Jalur yang semestinya menjadi akses masyarakat belum tersedia secara layak sehingga warga terpaksa memanfaatkan jalan sempit yang melewati kawasan perkebunan dan pemakaman.
Hasan Basri menyatakan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti dengan mendorong pembangunan jalan rambat beton, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih aman dan layak.
Menurutnya, pemerintah desa telah lebih dahulu berupaya menyediakan lahan untuk pembangunan jalan. Setelah lahan tersedia, pemerintah kabupaten akan berupaya mendorong realisasi pembangunan akses tersebut.
“Pihak desa sudah membebaskan lahan. Kita berharap DPRK dan Bupati mau menganggarkan sedikit anggaran untuk membuat rambat beton,” ujar Hasan Basri saat berada di lokasi.
Ia menegaskan, persoalan akses warga tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Hasan Basri menyatakan akan mengupayakan agar pembangunan akses dapat ditindaklanjuti.
“Kita akan upayakan,” tegasnya.
Bagi warga, kedatangan Wakil Bupati Hasan Basri secara langsung ke lokasi menjadi harapan baru. Selama bertahun-tahun, mereka harus menghadapi kondisi akses yang tidak layak hanya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Keuchik Rieng Krueng, Jainal Abidin, membenarkan bahwa pemerintah desa telah berupaya menyediakan lahan untuk pembangunan jalan tersebut. Lahan bahkan telah dibebaskan menggunakan anggaran desa.
Namun, kemampuan anggaran desa belum mencukupi untuk membangun jalan rambat beton.
“Lahan sudah kami bebaskan dengan anggaran desa. Tinggal pembangunan rambat beton yang membutuhkan lebih kurang Rp100 juta. Kami sangat berharap perhatian pemerintah untuk hal tersebut,” kata Jainal Abidin.
Ia berharap perhatian yang diberikan Wakil Bupati Hasan Basri dapat berlanjut hingga pembangunan akses tersebut benar-benar terealisasi.
Sementara itu, Ramlah, istri Syamsuddin, mengaku lega setelah melihat langsung Wakil Bupati datang ke lokasi dan menyaksikan kondisi mereka.
“Saya senang Pak Wakil datang dan melihat langsung kondisi kami. Semoga apa yang disampaikan hari ini bisa terlaksana secepatnya,” harap Ramlah.
Persoalan akses tersebut sebelumnya telah diberitakan Investigasi.News. Keluarga Syamsuddin bersama dua kepala keluarga lainnya diketahui telah bertahun-tahun menghadapi kesulitan untuk keluar-masuk rumah.
Bahkan, seorang anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) yang tinggal di kawasan tersebut harus melewati jalur yang sama ketika berangkat dan pulang sekolah.
Kini, setelah Wakil Bupati Hasan Basri turun langsung melihat kondisi warga, masyarakat Rieng Krueng berharap perhatian pemerintah tersebut segera berujung pada pembangunan jalan yang selama ini mereka nantikan.
Bagi mereka, jalan rambat beton bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan akses penting untuk membuka keterisolasian dan memberikan rasa aman serta kemudahan bagi keluarga yang selama ini harus melewati semak belukar, perkebunan dan kawasan pemakaman.
(Herry)













