KOTAMOBAGU, Investigasi.News — Duka menyelimuti Kota Kotamobagu setelah tragedi kecelakaan dalam gelaran drag race di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026), yang merenggut sejumlah nyawa.
Sehari setelah kejadian, Senin (10/8/2026), Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., turun langsung melayat dan menghadiri pemakaman korban. Kehadiran Weny bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu menjadi bentuk kepedulian sekaligus penghormatan terakhir kepada para korban.
Di tengah suasana duka, Weny menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga para korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Weny.
Weny mengaku prihatin atas tragedi yang terjadi saat pelaksanaan event balapan tersebut. Menurutnya, musibah itu tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi kehilangan bagi seluruh masyarakat Kota Kotamobagu.
Ia menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan harus menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, terlebih kegiatan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
“Semoga kejadian ini pertama dan terakhir di daerah kita. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” tegasnya.
Tragedi terjadi ketika gelaran drag race berlangsung di Jalan AP Mokoginta, Minggu (9/8/2026). Sebuah mobil peserta dilaporkan kehilangan kendali, keluar dari lintasan, kemudian menabrak kerumunan penonton yang berada di sekitar arena.
Berdasarkan informasi sementara, sebanyak 16 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, delapan orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepergian para korban meninggalkan luka mendalam bagi keluarga sekaligus menjadi duka bagi masyarakat Kotamobagu. Di tengah suasana berkabung, tragedi tersebut kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan dan pengamanan yang ketat dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(**)












