Banner iklan

BPBD Pidie Jaya Perkuat Edukasi Kebencanaan, Masyarakat Didorong Lebih Siaga Hadapi Ancaman Bencana

More articles

Pidie Jaya, Investigasi.News — Ancaman bencana tidak mengenal batas wilayah maupun profesi. Karena itu, pengetahuan tentang potensi bahaya, langkah mitigasi, hingga prosedur penanganan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi Rawan Bencana (KIE) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya di Kantor Bappeda setempat, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Memahami dan Membangun Keselamatan dan Ketahanan Daerah melalui Sosialisasi Edukasi Kebencanaan” itu diikuti puluhan masyarakat dari berbagai latar belakang profesi.

Sosialisasi tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai berbagai potensi ancaman bencana sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Materi yang disampaikan juga diarahkan agar masyarakat tidak hanya memahami risiko, tetapi mampu mengambil langkah yang tepat sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.

Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, ST., M.Arc., mengatakan edukasi kebencanaan merupakan bagian penting dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi mengenai ancaman bencana dan prosedur penanganannya perlu diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga setiap orang memiliki bekal untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu lingkungan ketika terjadi bencana.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai ancaman serta prosedur penanggulangan bencana kepada segenap lapisan masyarakat,” ujar Okta.

Ia menegaskan, penanggulangan bencana tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu unsur penting yang turut menentukan efektivitas penanganan ketika bencana terjadi.

Sementara itu, salah seorang pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fazli, SKM., K.Kes., menyampaikan bahwa sosialisasi membahas berbagai aspek kebencanaan, mulai dari potensi bencana alam, strategi penanganan, hingga langkah-langkah pencegahan dan pengurangan risiko.

“Ya, nanti kita akan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan bencana serta strategi yang perlu dilakukan, baik oleh pemerintah, pihak terkait maupun masyarakat,” kata Fazli.

Ia menilai kolaborasi antarpihak menjadi kunci dalam membangun ketahanan daerah. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan penanganan, sementara masyarakat dituntut memiliki kesadaran serta kemampuan dasar dalam menghadapi potensi bencana di lingkungannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Asisten Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya saat membuka kegiatan menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman bencana.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam situasi ketika bencana terjadi dan membutuhkan respons cepat.

“Melalui sosialisasi ini kami berharap dapat membangun budaya sadar bencana atau disaster awareness serta meningkatkan kesiapsiagaan kita semua,” ucap Oriza.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum penyampaian informasi, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih mengenali risiko bencana di wilayah masing-masing.

Dengan pengetahuan, kesiapsiagaan dan koordinasi yang semakin kuat, pemerintah bersama masyarakat diharapkan mampu memperkecil risiko serta dampak yang ditimbulkan apabila bencana sewaktu-waktu terjadi.

(Herry)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest