Banner iklan

Tiga Terduga Pelaku Dibekuk! Lima Sekolah Di Padang Pariaman Dibobol, Kerugian Tembus Rp303 Juta

More articles

Padang Pariaman – Aksi pembobolan lima sekolah di Kabupaten Padang Pariaman akhirnya terbongkar! Tim gabungan Satreskrim Polres Padang Pariaman, Resmob Polda Sumbar, dan Polsek Padang Utara berhasil meringkus tiga pria yang diduga terlibat dalam serangkaian pencurian dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp303 juta.

Ketiga pria berinisial RS (36), MAF (30), dan DM (31) ditangkap di kawasan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 22.22 WIB. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif atas laporan pencurian di SMAN 1 2×11 Enam Lingkung pada 19 September 2026.

Dari hasil pengembangan, ketiganya diduga terlibat dalam aksi pencurian yang menyasar lima sekolah, yakni SMAN 1 2×11 Enam Lingkung, SMAN 1 Batang Anai, SMAN 2 Lubuk Alung, SMAN 1 Enam Lingkung, dan SMAN 1 Lubuk Alung.

Barang-barang yang digasak meliputi infokus, laptop, komputer, telepon genggam, printer hingga uang tunai. Akibat aksi tersebut, kerugian yang dialami lima sekolah diperkirakan menembus Rp303 juta.

“Total kerugian dari lima sekolah diperkirakan mencapai lebih Rp303 juta,” ungkap Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Nedrawati, Selasa (13/10/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula ketika petugas mengendus keberadaan RS di Kota Padang. Tim gabungan kemudian bergerak dan mengamankan RS di rumah kontrakannya.

Dalam pemeriksaan, RS diduga mengakui keterlibatannya dalam aksi pencurian tersebut. Ia juga menyebut dua rekannya, MAF dan DM, yang diduga turut terlibat dalam sejumlah pembobolan sekolah.

Berbekal keterangan itu, polisi langsung melakukan pengembangan. Tak butuh waktu lama, MAF dan DM berhasil dibekuk di lokasi yang sama.

AKP Nedrawati mengungkapkan, ketiga terduga pelaku diduga memiliki peran berbeda-beda dalam setiap aksi. Ada pencurian yang dilakukan bertiga, berdua, bahkan seorang diri.

Modus yang terungkap, para pelaku diduga menyasar bangunan sekolah pada malam hari ketika aktivitas belajar-mengajar telah berakhir. Mereka kemudian membobol sekolah dan menggasak barang-barang berharga yang tersimpan di dalamnya.

Polisi kini masih mengembangkan kasus tersebut, menelusuri barang bukti, serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dan dugaan aksi pencurian di lokasi berbeda.

Saat ini, dua tersangka telah diamankan di Mapolres Padang Pariaman untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, satu tersangka lainnya diamankan di Mapolsek Padang Utara terkait dugaan perkara pencurian lain.

AKP Nedrawati menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dan memberantas tindak pidana pencurian.

Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak lengah dan segera memperkuat sistem pengamanan, terutama pada malam hari ketika lingkungan sekolah sepi dari aktivitas.

“Kami mengimbau pihak sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengamanan lingkungan guna mencegah terjadinya tindak pidana pencurian, terutama pada malam hari ketika aktivitas sekolah berakhir,” tegas AKP Nedrawati.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh sekolah agar tidak mengabaikan keamanan aset pendidikan. Kerugian ratusan juta rupiah bukan angka kecil, terlebih barang-barang yang dicuri merupakan fasilitas penunjang kegiatan belajar-mengajar.

(Andra Sikumbang)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest