Menjawab Tantangan Pemerataan, Hutama Karya Hadirkan Akses Kesehatan Hingga Pelosok

More articles

Jakarta, Investigasi.news– Dengan kebutuhan fasilitas kesehatan yang terus meningkat, kehadiran infrastruktur medis yang merata kini menjadi prioritas nasional. Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024 Kementerian Kesehatan RI, saat ini Indonesia memiliki sekitar 3.216 rumah sakit untuk melayani lebih dari 281 juta penduduk. Rasio ketersediaan rumah sakit—di kisaran 1,1 hingga 1,15 unit per 100.000 penduduk—masih jauh dari standar ideal WHO, yakni tiga rumah sakit per 100.000 penduduk.

Melihat kenyataan ini, PT Hutama Karya (Persero) hadir membawa solusi. Melalui serangkaian proyek pembangunan rumah sakit di berbagai wilayah, perusahaan konstruksi milik negara ini mempertegas komitmennya dalam mendukung pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Ketimpangan distribusi fasilitas kesehatan sangat terasa di sejumlah wilayah yang kini menjadi area kerja Hutama Karya, antara lain:

•⁠ Bengkulu hanya memiliki 21 rumah sakit untuk lebih dari dua juta penduduk.
•⁠ Maluku Utara masih bergantung pada 14 rumah sakit, dengan jarak antarfasilitas mencapai 50 kilometer.
•⁠ Kepulauan Nias dan Bima menghadapi tantangan geografis yang membuat masyarakat mengandalkan puskesmas kecil.

Melalui pembangunan RSUD Sanana tipe C dan rumah sakit lainnya, Hutama Karya berperan strategis dalam menghadirkan pusat layanan kesehatan yang layak, modern, dan lebih mudah dijangkau, terutama di wilayah terpencil.

Momentum ini semakin bermakna ketika bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025, yang mengusung tema “Kesehatan Merata, Indonesia Kuat.” Hutama Karya menjadi bagian dari semangat tersebut, menghadirkan infrastruktur kesehatan dari barat hingga timur Nusantara.

Hingga awal November 2025, progres lima proyek rumah sakit garapan Hutama Karya menunjukkan capaian positif:

•⁠ RS Kandau Manado, Sulawesi Utara
Struktur bangunan utama telah mencapai 49,88% dengan melibatkan lebih dari 270 tenaga kerja lokal.

•⁠ RSUD Bengkulu Tengah
Telah mencapai 83,06%. Atap utama dan sebagian instalasi listrik selesai terpasang. RS ini dirancang sebagai rujukan tiga kabupaten.

•⁠ RSUD Tafaeri Nias Utara
Mencapai progres 52,44% dengan teknologi suspended slab untuk mengatasi kondisi tanah rawa.

•⁠ RSUD Kota Bima, NTB
Progres 69,54% dengan struktur atas yang telah rampung dan segera memasuki tahap interior.

•⁠ RSUD Sanana, Maluku Utara
Telah mencapai 54,88%, dengan fokus pada fondasi dan sistem drainase tahan tanah pesisir.

Seluruh proyek menerapkan standar konstruksi modern, material hemat energi, dan pendekatan modular untuk mempercepat pengerjaan tanpa mengorbankan kualitas layanan medis yang kelak diberikan. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan dapat berjalan cepat, presisi, dan berkelanjutan.

“Hutama Karya Hadir untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Bangsa”

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan adalah bagian dari mandat kemanusiaan perusahaan.

“Kami ingin seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas medis yang setara. Setiap infrastruktur yang kami bangun mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa,” ujarnya.

Pembangunan lima rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan RI. Hutama Karya dipercaya sebagai kontraktor utama berkat rekam jejaknya dalam menghadirkan infrastruktur publik yang aman, modern, dan berkualitas.

Selain lima proyek berjalan, Hutama Karya juga telah menyelesaikan sejumlah pembangunan rumah sakit yang kini beroperasi melayani masyarakat, seperti RS Sardjito, RS Mata Manado, RSUP Ngoerah Denpasar, RSUD Tarakan, RSUD Pangandaran, hingga RS Universitas Hasanuddin. Fasilitas-fasilitas ini kini menjadi pusat pelayanan kesehatan unggulan di daerahnya.

Bagi Hutama Karya, pembangunan rumah sakit bukan sekadar konstruksi—tetapi membangun kehidupan. Setiap proyek adalah wujud nyata dedikasi perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang menunjang pemenuhan hak tersebut hingga pelosok negeri,” tutup Mardiansyah.

Proyek-proyek ini menjadi kontribusi nyata Hutama Karya dalam mendukung Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Dengan menghadirkan rumah sakit berstandar nasional di luar pusat kota, Hutama Karya ikut memperkokoh fondasi ketahanan kesehatan bangsa dan mendorong tercapainya Indonesia Maju.

Adv/Km

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest