Iklan

Situbondo Borong Empat Penghargaan di Inotek Award 2025, Bukti Lompatan Besar Inovasi Daerah

More articles

Situbondo, investigasi.news – Kabupaten Situbondo kembali menunjukkan taringnya sebagai daerah yang konsisten menghadirkan terobosan bermanfaat bagi masyarakat. Untuk kesekian kalinya pada tahun ini, Situbondo sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memborong empat penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Inovasi dan Teknologi (Inotek) Award 2025.

Penghargaan prestisius ini diberikan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi kepada daerah yang mampu menghasilkan inovasi berdampak nyata di berbagai sektor pembangunan. Situbondo menjadi salah satu daerah yang mencuri perhatian karena keberhasilan menghadirkan inovasi dari hulu hingga hilir.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, dalam seremoni yang berlangsung di Hotel Mercure Mirama, Surabaya. Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh apresiasi.

Situbondo berhasil membawa pulang empat penghargaan dari berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga energi terbarukan. Keempat inovasi tersebut merupakan karya kolaboratif dari perangkat daerah, sekolah, serta elemen masyarakat.

Inovasi pertama adalah Semangat Soca Terak, sebuah layanan operasi katarak yang dirancang untuk mencegah kebutaan pada masyarakat, terutama kelompok rentan. Program ini mendapat sorotan karena mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.

Penghargaan kedua diraih melalui program Lakar Begus, yang mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering di wilayah Besuki. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Di sektor energi terbarukan dan perlindungan lingkungan, Situbondo kembali mencuri perhatian dengan inovasi WIKAS, yakni teknologi panel surya yang dipadukan dengan sistem filtrasi air sungai dan perangkat ultrasound. Teknologi ini difungsikan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman, sekaligus mendukung kawasan wisata Kali Sumberkolak.

Sementara itu, penghargaan keempat diraih oleh sektor pendidikan melalui inovasi Si Pandai, yakni sistem informasi yang memantau absensi dan perilaku siswa di SMPN 2 Panarukan. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan kedisiplinan serta mempermudah komunikasi antara sekolah, orang tua, dan siswa.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan bukti kuat bahwa Situbondo mampu bergerak maju melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Alhamdulillah, prestasi ini menunjukkan semangat inovasi seluruh elemen masyarakat Situbondo. Pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya ide kreatif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Ulfiyah dalam sambutannya.

Menurutnya, keberhasilan Situbondo tidak terlepas dari dukungan perangkat daerah, lembaga pendidikan, komunitas inovasi, hingga para pengasuh pesantren yang turut berkontribusi dalam berbagai program pembangunan.

Ia menegaskan, raihan empat penghargaan di ajang bergengsi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Fokus utama pemerintah, ujar Ulfiyah, adalah menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja.

“Inovasi ini harus terus berkembang agar Situbondo semakin sejahtera dan mandiri,” tegasnya.

Gelaran Inotek Award sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang digelar BRIDA Jawa Timur. Agenda ini bertujuan mendorong pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi, sosial, serta peningkatan pelayanan publik.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pihak-pihak yang berhasil menciptakan inovasi dengan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya pemerintah daerah, namun juga lembaga pendidikan, komunitas, hingga perorangan.

BRIDA Jawa Timur menilai tahun 2025 menjadi salah satu tahun dengan lonjakan inovasi terbesar dari berbagai daerah. Situbondo termasuk dalam daerah yang konsisten menghadirkan program berkelanjutan dan mampu direplikasi daerah lain.

Kehadiran empat inovasi unggulan dari Situbondo disebut sebagai bukti bahwa daerah ini memiliki sumber daya manusia yang kreatif serta ekosistem kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, keberhasilan Situbondo juga dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat daya saing daerah, terutama di tengah era digital dan kebutuhan inovasi berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, jajaran Pemkab Situbondo juga menyampaikan komitmen untuk terus mengembangkan inovasi baru di sektor lainnya, termasuk pariwisata, layanan administrasi, serta pengelolaan sumber daya alam.

Acara Anugerah Inotek 2025 ditutup dengan sesi foto bersama para penerima penghargaan. Senyum bangga tampak dari wajah Wakil Bupati Ulfiyah yang membawa pulang empat penghargaan sekaligus untuk Kabupaten Situbondo.

Dengan prestasi ini, Situbondo kembali menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang paling progresif di Jawa Timur dalam menghadirkan inovasi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemkab Situbondo berharap capaian ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi perangkat daerah lainnya untuk terus berpikir kreatif dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(Agus)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest