Pidie Jaya, Investigasi.news – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah warga dan berbagai fasilitas umum, tetapi juga meluluhlantakkan puluhan dayah dan balai pengajian.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun kontributor Media Investigasi, tercatat sebanyak 36 dayah dan balai pengajian terdampak bencana tersebut. Dari jumlah itu, 15 bangunan mengalami kerusakan berat, 16 rusak sedang, dan 5 lainnya rusak ringan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Divisi Pendidikan dan Kajian Islam, Badaruddin, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan di lapangan. Pendataan dilakukan untuk memastikan seluruh lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak dapat terdata secara menyeluruh.
“Dari hasil pendataan sementara, tercatat 36 dayah dan balai pengajian terdampak banjir. Namun, jumlah ini masih berpotensi bertambah karena proses pendataan masih terus berjalan,” ujar Badaruddin.
Ia menegaskan, pendataan ini sangat penting agar seluruh dayah, pondok pesantren, serta balai pengajian yang mengalami kerusakan—baik berat, sedang, maupun ringan—dapat tercatat dengan baik dan menjadi dasar penanganan serta bantuan ke depan.
(Herry)






