Banner iklan

Sampah Menumpuk Sepanjang 1 Kilometer di Parit P2 dan P9, Kades Ringin Agung Ahmad Fitrawan Ajak Warga Peduli Lingkungan

More articles

Ringin Agung, Muba, Sumsel – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan masyarakat Desa Ringin Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Warga bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang memenuhi saluran parit di jalur P2 dan P9, tepatnya di wilayah Karang Agung Tengah P9.

Kegiatan gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mengantisipasi potensi banjir akibat tersumbatnya saluran air, terutama saat musim penghujan tiba.

Berdasarkan kondisi di lapangan, tumpukan sampah terlihat memenuhi aliran parit hingga membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer. Berbagai jenis sampah ditemukan di lokasi, mulai dari ranting dan potongan kayu hingga barang-barang rumah tangga seperti kursi dan kasur bekas yang dibuang secara sembarangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air. Jika tidak segera ditangani, terlebih saat curah hujan meningkat, saluran air yang tersumbat berpotensi menyebabkan air meluap dan menggenangi wilayah sekitar.

Kepala Desa Ringin Agung, Ahmad Fitrawan, mengimbau seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan parit sebagai tempat pembuangan sampah.

Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan saluran air merupakan tanggung jawab bersama. Upaya membersihkan parit tidak akan memberikan hasil maksimal apabila masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Ringin Agung agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sepanjang jalur parit P2 dan P9. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik,” ujar Ahmad Fitrawan.

Menurutnya, tumpukan sampah di sepanjang saluran air harus menjadi perhatian bersama. Apalagi, ketika musim penghujan tiba, saluran air yang tidak berfungsi dengan baik dapat meningkatkan risiko banjir dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Gotong royong yang dilakukan warga menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih terjaga di tengah masyarakat. Namun, kegiatan membersihkan parit perlu diimbangi dengan perubahan perilaku agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Parit yang seharusnya berfungsi sebagai saluran pembuangan air tidak semestinya dijadikan tempat membuang sampah rumah tangga maupun barang-barang bekas berukuran besar. Selain menghambat aliran air, kebiasaan tersebut juga dapat merusak lingkungan dan menambah beban masyarakat yang harus membersihkannya.

Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pengawasan terhadap saluran air serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Kepala Desa Ringin Agung Ahmad Fitrawan berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan bukan hanya dilakukan ketika sampah sudah menumpuk, melainkan harus menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Jangan sampai setelah parit dibersihkan, sampah kembali menumpuk karena masih ada yang membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga lingkungan bersama demi kepentingan dan kenyamanan kita semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam imbauan tersebut.

Dengan semangat gotong royong dan kesadaran masyarakat, diharapkan saluran parit di jalur P2 dan P9 Desa Ringin Agung dapat terjaga kebersihannya, aliran air tetap lancar, serta risiko banjir saat musim penghujan dapat diminimalkan.

Mas Suprene

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest