Pulang Pisau – Bukan sekadar lomba, bukan pula hanya tentang hadiah. Di Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, semangat kemerdekaan menjelma menjadi ruang kebersamaan ketika DPC Partai Demokrat Kabupaten Pulang Pisau menggelar lomba rakyat, Minggu (23/8/2026).
Mengusung semangat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat, kegiatan tersebut berlangsung meriah sejak siang hari, sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai. Warga, kader, simpatisan, dan jajaran pengurus DPC Demokrat membaur dalam suasana penuh tawa dan kegembiraan.
Sorak-sorai warga pecah ketika para peserta bertanding dalam sejumlah permainan tradisional khas perayaan kemerdekaan. Mulai dari tarik tambang, lari karung, makan kerupuk, memasukkan paku ke botol, hingga memasukkan air ke dalam botol.
Kesederhanaan permainan justru menjadi kekuatan utama. Tidak ada sekat antara kader, simpatisan, dan masyarakat. Semua larut dalam satu suasana: merayakan kemerdekaan dengan kegembiraan dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sekaligus mendapat dukungan dari dua Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau dari Partai Demokrat, Jamilah dan Merkurius Galan, S.P. Kehadiran keduanya semakin menambah semarak kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut.
Merkurius Galan, S.P., mengatakan keputusan menggelar lomba rakyat bukan tanpa alasan. Menurutnya, permainan tradisional memiliki kedekatan kuat dengan kehidupan masyarakat sekaligus menjadi media sederhana untuk membangun kembali rasa persaudaraan.
“Partai Demokrat lahir dari rakyat dan tumbuh bersama rakyat. Karena itu, Demokrat harus selalu hadir di tengah masyarakat. Lomba ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita menghidupkan kembali permainan tradisional, membuat masyarakat bergembira, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Merkurius, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan kader partai. Kebersamaan yang terbangun di tengah suasana santai dinilai jauh lebih cair dan dekat dengan kehidupan warga.
Sementara itu, Jamilah mengungkapkan kegiatan lomba rakyat tersebut merupakan bagian dari semangat dan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar kader Demokrat senantiasa hadir dan berada di tengah masyarakat.
Menurut Jamilah, kehadiran kader tidak cukup hanya pada momentum politik. Kader harus mampu membangun hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Lomba rakyat ini merupakan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, agar seluruh kader selalu hadir di tengah rakyat. Momentum HUT RI ke-81 dan HUT ke-25 Partai Demokrat ini menjadi kesempatan bagi kami untuk kembali menegaskan bahwa Demokrat adalah rumah bagi rakyat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, HUT ke-25 Partai Demokrat yang akan diperingati pada 9 September 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Lomba rakyat menjadi salah satu media kami untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Di sini kita tidak berbicara tentang sekat politik, tetapi tentang kebersamaan, kegembiraan dan bagaimana kita terus membangun kedekatan dengan rakyat,” tambah Jamilah.
Semarak lomba di Mantaren I memperlihatkan wajah politik dari sisi yang berbeda. Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik, masyarakat justru disuguhi kegiatan sederhana yang menghadirkan tawa, kebersamaan, dan nostalgia permainan masa kecil.
Tarik tambang menjadi ajang adu kekuatan. Lari karung mengundang gelak tawa. Makan kerupuk menghadirkan sorak-sorai. Sementara lomba memasukkan paku dan air ke dalam botol menguji kesabaran sekaligus ketelitian peserta.
Namun di balik seluruh kemeriahan tersebut, terselip pesan yang jauh lebih besar: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dirayakan bersama; kebersamaan bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan di tengah masyarakat.
Bagi DPC Partai Demokrat Pulang Pisau, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyapa warga secara langsung sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong dan persaudaraan.
Semangat yang dibawa pun sederhana, tetapi sarat makna: datang bersama rakyat, tertawa bersama rakyat, dan merayakan kemerdekaan bersama rakyat. (Zulmi)








