Banner iklan

Lantik 60 Pejabat, Bupati Agam Ultimatum: Tak Serius Layani Rakyat, Siap-Siap Nonjob!

More articles

AGAM, Investigasi.News — Bupati Agam, Benni Warlis, melontarkan peringatan tegas kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam yang tidak serius menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan, pejabat tidak boleh hanya diam ketika persoalan publik mencuat, tetapi harus aktif menjelaskan kebijakan, program, serta kendala pembangunan sesuai kewenangan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Peringatan itu disampaikan Benni Warlis saat melantik dan mengambil sumpah janji 60 pejabat di lingkungan Pemkab Agam, Jumat (23/10/2026), di Masjid Raya Nurul Falah, Lubuk Basung. Ia bahkan mengingatkan bahwa pejabat yang tidak menunjukkan keseriusan dalam bekerja dapat dikenai sanksi hingga pencopotan dari jabatannya.

“Kalau terpaksa, baru saya non-jobkan,” tegas Benni di hadapan para pejabat yang baru dilantik.

Menurutnya, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah persoalan masyarakat, termasuk memberikan penjelasan atas berbagai keluhan yang berkembang. Ia menyoroti derasnya informasi di media sosial yang kerap menyudutkan pemerintah daerah, sementara persoalan yang muncul belum tentu dijelaskan secara utuh oleh OPD terkait.

Bupati mencontohkan persoalan jalan berlubang yang menjadi keluhan masyarakat. Menurut dia, pejabat pada OPD yang membidangi persoalan tersebut harus mampu memberikan penjelasan mengenai kondisi, penanganan, maupun kendala yang dihadapi.

“Ada kelemahan kita. Aparatur Pemkab Agam berkewajiban untuk menyampaikan dan menjelaskan. Kalau ada masalah jalan berlubang, tanyakan kepada OPD-nya. Setelah dilantik ini, bagaimana kita melayani masyarakat? Tolong dijelaskan sama yang terkait OPD-nya,” ujar Benni.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa tanggung jawab pejabat tidak berhenti pada pelaksanaan program administratif. Kemampuan merespons keluhan, menyampaikan informasi yang benar, serta menjelaskan persoalan sesuai fakta juga menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

Di tengah berbagai persoalan daerah, termasuk kabut asap dan banjir yang melanda, Benni turut mengingatkan para pejabat agar memperkuat nilai-nilai keagamaan dan menjadikan tanggung jawab jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Ia meminta aparatur membiasakan membaca Asmaul Husna dan mengingat kebesaran Allah dalam menjalankan tugas pemerintahan. Pesan tersebut disampaikan seiring pemilihan masjid sebagai lokasi pelantikan yang menurutnya memiliki makna sakral.

“Hari ini kita berada di rumah Allah. Saya bersumpah di atas Al-Quran, di rumah Allah sakralnya. Orang yang mengamalkan Ar-Rahman Ar-Rahim adalah kasih sayang. Diikrarkan ‘saya bersumpah’ itu menjadi penyemangat kita untuk sukses,” ungkapnya.

Benni menjelaskan, pelantikan 60 pejabat tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi melalui promosi dan rotasi jabatan. Sebelum dilaksanakan, usulan pengangkatan dan penempatan pejabat telah disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelantikan itu mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II, Administrator atau Eselon III, Pengawas atau Eselon IV, serta kepala sekolah. Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan Bupati Agam, dilanjutkan pengucapan sumpah janji jabatan yang dipimpin langsung oleh Benni Warlis.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, para asisten, staf ahli, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Agam.

Mengakhiri arahannya, Benni mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Agam Madani, melanjutkan cita-cita pembangunan yang telah dirintis oleh para pemimpin terdahulu, termasuk Aristo dan Indra Catri.

Kini, tantangan bagi 60 pejabat tersebut bukan sekadar menjalankan tugas sesuai jabatan baru. Mereka dituntut membuktikan komitmen melalui kinerja, keterbukaan informasi, respons terhadap keluhan masyarakat, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebab, ukuran keberhasilan birokrasi pada akhirnya terletak pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

(Daji)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest