Sulut,Investigasi.News– Pelayanan di RSUD OD-SK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kota Manado, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari pasien dan keluarga yang harus menunggu hasil pemeriksaan CT Scan hingga berbulan-bulan, sebuah kondisi yang dinilai tidak wajar untuk layanan rumah sakit rujukan.
Sejumlah pasien mengaku mengalami ketidakpastian setelah menjalani pemeriksaan di ruangan Radiologi. Dimana hasil CT Scan yang seharusnya menjadi dasar penting bagi dokter dalam menentukan diagnosis dan tindakan medis lanjutan justru tak kunjung diterima dalam waktu yang layak.
“Sudah lama kami menunggu, tapi hasilnya belum juga keluar. Padahal dokter bilang hasil itu penting untuk menentukan pengobatan,” ujar salah satu keluarga pasien, kepada Investigasi News Jumat (24/03/2026).
Keterlambatan tersebut memicu kekhawatiran, terutama bagi pasien dengan kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat. Tanpa hasil pemeriksaan penunjang, proses medis menjadi terhambat dan berpotensi memperburuk kondisi pasien.
Di lapangan, antrean pasien untuk layanan CT Scan terus bertambah. Tingginya jumlah rujukan ke RSUD OD-SK tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan yang tersedia, baik dari sisi alat maupun tenaga medis. Akibatnya, sistem pelayanan tampak kewalahan menghadapi lonjakan kebutuhan.
Sementara itu Pengamat kesehatan menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Keterlambatan hasil CT Scan bukan hanya masalah administratif, tetapi menyangkut kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.
“Rumah sakit rujukan seharusnya memiliki sistem yang siap menghadapi peningkatan pasien. Jika tidak, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Agus.
Ia pun mendesak agar manajemen rumah sakit segera melakukan pembenahan. Mulai dari optimalisasi sistem pelayanan, hingga peningkatan jumlah tenaga medis dinilai sebagai langkah mendesak.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja layanan kesehatan di RSUD OD-SK. Tanpa intervensi yang cepat dan tepat, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang.
Hingga kini, pasien masih harus menghadapi antrean panjang dan ketidakpastian waktu menunggu hasil pemeriksaan. Jika tidak segera diatasi, persoalan ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.(**)

















