MALANG – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) terus mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar di wilayah perkotaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar dengan Kolam Terpal dan Penyerahan Sarana Prasarana Budidaya yang digelar di Hotel Alliante, Malang, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan teknis, memperkuat kapasitas pelaku usaha perikanan, serta membuka peluang pengembangan usaha budidaya ikan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan peningkatan pengetahuan, melainkan juga bagian dari upaya menyiapkan masyarakat agar mampu mengelola budidaya ikan sebagai usaha yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai titik awal untuk menjalankan usaha budidaya ikan secara lebih profesional. Bukan hanya sebagai usaha sampingan, tetapi juga sebagai usaha bernilai ekonomi yang layak dikembangkan,” tegasnya.
Peserta Dibekali Keterampilan dan Sarana Budidaya
Pelatihan ini difokuskan pada pengelolaan budidaya ikan menggunakan kolam terpal bundar. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai aspek teknis budidaya ikan yang baik dan benar, termasuk pengelolaan usaha dengan dukungan sarana dan prasarana yang sesuai.
Kegiatan tersebut juga disertai fasilitasi sarana dan prasarana budidaya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha para peserta.
Kepala Dispangtan Kota Malang menjelaskan bahwa calon peserta telah melalui proses verifikasi untuk memastikan kesiapan dasar dalam menjalankan usaha. Aspek yang diperhatikan antara lain ketersediaan lahan, sumber air, dan listrik.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi modal penting agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan budidaya.
“Peserta yang telah lolos verifikasi merupakan masyarakat yang memiliki kesiapan dasar untuk mengembangkan usaha. Karena itu, kesempatan ini harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagian besar peserta masih berada pada tahap pemula. Oleh sebab itu, pelatihan diharapkan mampu menjadi fondasi bagi mereka untuk membangun usaha secara terencana, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan potensi ekonomi dari sektor perikanan.
Cetak Wirausaha Perikanan Perkotaan
Lebih dari sekadar memberikan pelatihan, Dispangtan Kota Malang berharap kegiatan ini dapat melahirkan pembudidaya ikan yang mandiri, berjiwa wirausaha, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi budidaya.
Para peserta juga diharapkan dapat menjadi penggerak budidaya perikanan perkotaan di Kota Malang, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk calon investor dari dalam maupun luar daerah.
“Harapan kami, para peserta dapat menjadi duta-duta budidaya perikanan perkotaan Kota Malang. Dengan usaha yang dikelola secara baik, bukan tidak mungkin sektor ini berkembang lebih luas dan menarik minat investor untuk ikut berkontribusi,” ungkapnya.
Pengembangan budidaya ikan di kawasan perkotaan dinilai dapat menjadi salah satu alternatif usaha produktif bagi masyarakat. Pemanfaatan kolam terpal memungkinkan kegiatan budidaya disesuaikan dengan ketersediaan lahan, sehingga berpotensi diterapkan di lingkungan yang memiliki keterbatasan ruang.
Namun, keberhasilan usaha tetap memerlukan pengelolaan yang tepat, mulai dari penerapan teknik budidaya, pemeliharaan kualitas lingkungan kolam, efisiensi produksi, hingga pengembangan jaringan pemasaran.
Karena itu, peserta didorong untuk tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Dispangtan Siapkan Pendampingan Berkelanjutan
Untuk mendukung keberhasilan program, Dispangtan Kota Malang melalui Bidang Perikanan bersama para penyuluh perikanan berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan teknis kepada para pembudidaya.
Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta mengatasi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha, meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas hasil budidaya, serta memperluas akses pemasaran.
Selain itu, monitoring dan evaluasi secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan sarana dan prasarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan usaha yang dikembangkan memiliki prospek keberlanjutan.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap terbentuk komunitas pembudidaya ikan yang saling mendukung, berbagi pengalaman, dan mampu mengembangkan usaha secara kolektif.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat
Kepala Dispangtan Kota Malang menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan. Sarana dan prasarana budidaya harus dipelihara dengan baik serta digunakan sebagai modal untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan atau tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari kemampuan peserta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Fransisca Novi C., S.Pi., dari UPT Pelatihan Teknis Kelautan, Perikanan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur di Kepanjen, serta Candra K. Abadi, S.Pi., penyuluh perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Melalui sinergi pemerintah daerah, narasumber, penyuluh, dan pelaku usaha, pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem budidaya perikanan di Kota Malang.
Dengan bekal keterampilan, dukungan sarana prasarana, dan pendampingan berkelanjutan, para peserta diharapkan mampu mengubah peluang budidaya ikan menjadi usaha nyata yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan daerah. (guh)













