KOTA MALANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Malang menggelar Pelatihan Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) Tahun 2026 di Shalimar Boutique Hotel Malang, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas untuk budidaya tanaman buah sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian pangan.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Suyadi, SP., MP., dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, serta Tjutjuk Hardiyanto, SP., Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang. Kegiatan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki minat terhadap budidaya tanaman buah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, SP., dalam sambutannya mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Malang. Dengan jumlah penduduk mencapai 891.859 jiwa, kebutuhan lahan permukiman semakin besar sehingga luas pekarangan masyarakat terus berkurang.
“Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat semakin sulit membudidayakan tanaman buah secara langsung di pekarangan karena tanaman buah merupakan tanaman tahunan yang membutuhkan ruang tumbuh cukup luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buah merupakan salah satu sumber pangan penting yang kaya akan vitamin dan mineral sebagai zat pengatur bagi tubuh. Namun, tingkat konsumsi buah dan sayur masyarakat Kota Malang masih berada di bawah angka yang dianjurkan.
Berdasarkan hasil Analisis Pola Konsumsi Pangan Kota Malang Tahun 2026, standar konsumsi kelompok pangan sayur dan buah seharusnya mencapai 242 gram per kapita per hari. Sementara itu, konsumsi aktual masyarakat baru mencapai 165,5 gram per kapita per hari.
Menurut Slamet, rendahnya konsumsi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan lahan untuk menanam tanaman buah di lingkungan rumah. Oleh karena itu, budidaya tanaman buah dalam pot atau tabulampot dinilai menjadi solusi yang efektif bagi masyarakat perkotaan.
“Melalui sistem budidaya tanaman buah dalam pot, masyarakat tetap dapat menghasilkan buah berkualitas meskipun memiliki lahan pekarangan yang sempit. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, cara ini juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya tabulampot secara benar dan berkelanjutan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan semangat masyarakat Kota Malang untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Slamet Husnan Hariyadi secara resmi membuka Pelatihan Tabulampot Tahun 2026 dan mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
GUh




