Iklan

Pokir Anggota Komisi IV DPRD Sumbar H. Daswippetra Bersama Pemprof Sumbar Gelar Pelatihan Peningkatan Kreativitas Pemuda

More articles

Solok-Tantangan terbesar pemuda saat ini meliputi adaptasi terhadap disrupsi teknologi (termasuk otomatisasi dan Artificial Intelligence), persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif, ketidakstabilan kesehatan mental akibat burnout dan tekanan media sosial, serta ancaman krisis iklim dan polarisasi informasi. 

Tantangan-tantangan utama ini menuntut generasi muda untuk terus melakukan inovasi pada berbagai bidang.

Berdasarkan survei di berbagai daerah hal tersebut merupakan PR besar bagi pemerintah untuk memberikan Bimbingan kepada generadi penerus untuk tetap berada di garus yang wajar dakam meraih prestasi,

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar yang didukung penuh melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota Komisi IV DPRD Sumbar H. Daswippetra.,SE.M.Si Datuak Manjinjiang Alam. menggelar Pelatihan Peningkatan Kreativitas Pemuda Produksi Video Berbasis Praktik Lapangan yang berlangsung pada 23 hingga 26 Mei 2026 di Grand Rocky Hotel Bukittinggi.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 64 orang peserta berasal dari Pemuda Talent Kabupaten Solok, Solok Selatan, Kota Solok dan Kota Padang bertujuan menciptakan generasi kreator digital yang kreatif, santun, berdaya saing, serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pembangunan daerah berlandaskan ABS-SBK.

Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Dr. (Cand.) Maidanur.,SH.SE. M.Si dan didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Sandy Waldi.,S.Sos..M.Si.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.

Dalam sambutann sekaligus membuka acara H. Daswippetra.,SE.M.Si Datuak Manjinjiang Alam.menegaskan pentingnya kedisiplinan peserta selama mengikuti pelatihan.

“Kita ingin peserta mengikuti pelatihan ini dengan disiplin karena seluruh biaya digelontorkan memakai biaya negara,” ujar Daswippetra.

Ia juga menyampaikan motivasi kepada para peserta agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif.

“Kami sebagai anggota DPRD Sumbar yakin, dengan hidup hemat dan rajin akan menemui keberhasilan. Acara ini berawal dari keprihatinan kegalauan melihat Generasi Muga Gen-Z terhadap penggunaan handphone yang belum dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil survei, masyarakat Sumatera Barat rata-rata menghabiskan waktu hingga delapan jam menggunakan handphone setiap hari habiskan Rp 250 Milyar sebulan dibaung dalam pembelian Voucher Pulsa, khan sayang khan…

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kreator-kreator muda yang mampu sukses di dunia digital.

“Setidaknya ada tiga orang yang bisa berhasil dari pelatihan ini. Kalau tidak ada yang sukses berarti ‘Sisiak Nan Ndak Ado Eok’,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seorang kreator harus mampu memahami selera pasar.

“Creator harus menyesuaikan dengan selera orang, bukan selera awak. Jika itu bisa disikapi dengan baik, yakinkan uang akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.

Sementara itu, Kadispora Sumbar Maidanur menyampaikan bahwa kemampuan teknologi informasi masyarakat Sumbar masih perlu ditingkatkan.

“Tingkat IT kita masih jauh dibandingkan daerah lain seperti Kepulauan Riau. Ini menjadi perhatian besar bagi kita bersama,” ungkapnya. Ia berharap generasi muda Sumbar dapat memanfaatkan perkembangan teknologi di tengah era digitalisasi untuk membuka peluang kerja dan meningkatkan kreativitas.

“Jadilah anak-anak muda yang berpotensi dan mampu memanfaatkan teknologi, tidak hanya untuk scrolling dan menghabiskan kuota data,” pesannya.

Pelatihan tersebut juga menghadirkan narasumber bersertifikat yang memberikan materi seputar produksi video digital, teknik pengambilan gambar, editing konten kreatif, hingga praktik lapangan secara langsung.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap lahir generasi kreator digital muda yang mampu bersaing di era digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. ( Wahyu/Id.RRI)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest