Iklan

Jembatan Rusak Lebih dari Setahun, Warga Nusa Jaya Menjerit: Jangan Tunggu Korban Jiwa Baru Pemerintah OKU Timur Bergerak!

More articles

Oku Timur – Kesabaran warga Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, kian menipis. Selama lebih dari satu tahun, jembatan utama yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dibiarkan rusak tanpa perbaikan berarti. Di tengah ancaman keselamatan yang mengintai setiap hari, warga menilai Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan Pemerintah Kecamatan Belitang III belum menunjukkan langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.

Ironisnya, hingga Rabu (29/7/2026), kondisi jembatan masih memprihatinkan. Kerusakan yang semakin parah membuat masyarakat harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas, baik untuk bekerja, mengantar anak ke sekolah, menuju puskesmas, maupun membawa hasil panen ke pasar.

Berdasarkan pantauan warga di lokasi, permukaan jembatan terlihat berlubang, tidak rata, dan mengalami penurunan akibat tergerus tanah. Bagian pinggir serta struktur penahan juga mulai mengalami kerusakan sehingga dikhawatirkan tidak lagi mampu menopang beban kendaraan yang melintas.

Yang lebih memprihatinkan, tidak terdapat rambu-rambu peringatan bahaya, pembatas jalan, maupun pengamanan sementara dari instansi terkait. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas masyarakat Desa Nusa Jaya.

Setiap hari, warga harus menghadapi risiko kecelakaan. Pengendara sepeda motor rawan tergelincir akibat kondisi jalan yang rusak, sementara kendaraan roda empat harus melintas secara bergantian karena sempit dan membahayakan.

Akibatnya, distribusi hasil pertanian warga menjadi terganggu. Kondisi tersebut juga berpotensi menghambat kendaraan darurat, termasuk ambulans yang membawa pasien kritis maupun ibu hamil yang hendak melahirkan.

Anak-anak sekolah pun tidak luput dari ancaman. Mereka harus melintasi jembatan dengan penuh kehati-hatian agar tidak terpeleset atau terjatuh ke saluran di bawah jembatan.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika musim hujan tiba. Aliran air yang deras terus mengikis bagian bawah konstruksi sehingga warga khawatir jembatan sewaktu-waktu bisa ambruk.

Perwakilan warga Desa Nusa Jaya mengaku sudah berulang kali menyampaikan laporan kepada pemerintah desa, kecamatan hingga dinas terkait. Namun, menurut mereka, laporan tersebut belum membuahkan tindakan nyata.

“Kami sudah berkali-kali melapor ke kantor desa, ke kecamatan, bahkan ke dinas terkait. Janji selalu ada, tapi sampai sekarang tidak ada yang datang mengecek, apalagi memperbaiki. Apakah nyawa dan keselamatan kami tidak berharga bagi Pemerintah OKU Timur?” ujar salah seorang perwakilan warga dengan nada kecewa.

Kekecewaan masyarakat semakin besar karena hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan. Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi segera turun langsung melihat kondisi di lapangan.

Masyarakat mendesak Bupati OKU Timur, Wakil Bupati OKU Timur, Ketua DPRD Kabupaten OKU Timur, Dinas PUPR Kabupaten OKU Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur, serta Camat Belitang III segera mengambil langkah konkret agar akses vital tersebut tidak semakin membahayakan masyarakat.

Warga juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan publik yang aman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mengamanatkan agar jalan dan jembatan tetap dalam kondisi laik dan aman digunakan masyarakat.

Melalui aspirasi yang disampaikan, masyarakat meminta pemerintah segera melakukan inspeksi lapangan, memasang rambu-rambu pengamanan, menyediakan jalur alternatif apabila diperlukan, serta menyampaikan secara terbuka jadwal dan rencana perbaikan kepada masyarakat.

Selain itu, warga juga meminta adanya penjelasan mengenai penyebab lambannya penanganan jembatan yang telah mengalami kerusakan selama lebih dari satu tahun, mengingat infrastruktur tersebut merupakan fasilitas publik yang sangat vital.

“Bagi kami, jembatan ini bukan sekadar bangunan, tetapi jalur kehidupan masyarakat. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi korban jiwa,” tegas warga.

M. Budy

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest