Kota Pariaman — Wali Kota Pariaman, Yota Balad didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman, Ferialdi, menerima kunjungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) yang dipimpin Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Yomi Arizal dan tim, dalam rangka koordinasi pelaksanaan kegiatan Trauma Healing pascabencana, melalui bidang Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, di ruang kerja Walikota, Balaikota Pariaman, Rabu sore (29/7/2026)..
Kunjungan Kemen Ekraf ini, membahas rencana pelaksanaan kegiatan melukis bersama yang akan melibatkan asosiasi seni serta anak-anak yang terdampak bencana yang melanda Pulau Sumatera di akhir tahun 2025 lalu.
Yota Balad menyambut baik kegiatan ini, serta menyampaikan ucapan terima kasih, apresiasi, dan dukungan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Pariaman sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan.
“Melalui kegiatan Trauma Healing tersebut nantinya, menegaskan kolaboasi pemerintah pusat dan daerah, dalam menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak terdampak bencana, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pariaman,” ujarnya di ruang kerjanya, Balaikota Pariaman, Rabu sore (29/7/2026).
Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan melalui sinergi lintas perangkat daerah, sehingga seluruh rangkaian Boothcamp dan Showcase dapat terlaksana dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana melalui seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
“Kita berharap, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, dan kedepan kita juga mengharapkan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif, dapat menjadikan Kota Pariaman sebagai projek dalam kegiatan lainya, sehingga perkembangan Ekraf di daerah kami dapat leboh baik lagi, yang tujuan nantinya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.
Sementara itu, Yomi Arizal mengatakan untuk kegiatan Truma Healing pascabencana ini, pihaknya di Kemen Ekraf hanya membuat di 2 daerah saja, satu di Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan yang kedua di Provinsi Sumatera Barat, kami menunjuk Kota Pariaman, ungkapnya.
Yomi menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial melalui pendekatan seni, sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan memulihkan semangat setelah mengalami dampak bencana, ulasnya.
“Kegiatan melukis yang akan kita adakan nanti, diharapkan bisa menghilangkan rasa trauma bagi anak-anak yang tempat tinggalnya terdampak bencana. Kami harap mereka bisa ekspresikan perasaan mereka dengan harapan bisa menghilangkan trauma yang mereka alamu, karena kami ingin anak-anak bisa selalu sehat dan ceria,” tuturnya.
Dirinya menyampaikan bahwa kegiatan direncanakan akan dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu Boothcamp pada minggu kedua bulan Agustus 2026 sebagai wadah pembinaan, pelatihan, dan penguatan kapasitas peserta, serta dilanjutkan dengan Showcase pada minggu keempat bulan Agustus 2026, sebagai ajang menampilkan hasil karya dan kreativitas peserta kepada masyarakat, terangnya mengakhiri.
Selain Yomi Arizal, Rombongan Kemen Ekraf ini, terdiri dari Analis Kebijakan Ahli Pertama Hanalisa Sarahtasya, Penata Layanan Operasional Agung Riadiantoro dan Deborah Irianti serta Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Atina Hasanah Sarjono. Selain itu kunjungan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher beserta jajaran. (J/Afri)




