Iklan

Jembatan Besi Tanah Kering Rusak Parah, Warga Dua Kecamatan Harapkan Bantuan 

More articles

Banyuasin, investigasi.news– Kondisi Jembatan Besi Tanah Kering yang menjadi urat nadi penghubung belasan desa di Kecamatan Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penuguk kini semakin memprihatinkan. Struktur jembatan sepanjang 380 meter itu rusak parah—badan jembatan berlubang, rangka besi keropos dan patah, dan setiap langkah di atasnya seperti mempertaruhkan nyawa.

Padahal, jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama bagi ribuan warga untuk menuju pusat pemerintahan Kabupaten Banyuasin maupun ke luar wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Tidak ada jalur alternatif. Tidak ada pilihan lain. Warga harus tetap melintasi jembatan ini—baik dengan sepeda motor, mobil, atau berjalan kaki—meski dengan rasa waswas dan takut setiap harinya.

“Kami tidak punya jalan lain. Mau tidak mau harus lewat sini, padahal kondisi jembatan sudah bolong di mana-mana. Besi-besinya sudah patah. Tapi kalau tidak lewat sini, bagaimana kami bisa bekerja, sekolah, berobat, atau menjual hasil kebun?” keluh warga Tanah Kering, Jumadi (45), saat ditemui tim media (5/6).

Yang lebih memprihatinkan, tidak ada upaya konkret dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk memperbaiki jembatan vital ini. Hingga kini, warga hanya bisa mengandalkan swadaya masyarakat—menambal lubang dengan kayu atau besi bekas, sekadar agar bisa tetap dilalui.

“Kami cuma bisa perbaiki semampunya, pakai sumbangan dari pengendara atau warga sekitar. Pemerintah bilang ini jalan kabupaten, tapi mana buktinya? Sudah bertahun-tahun rusak, tapi belum pernah diperbaiki,” ucap warga lainnya, Marlina (38), sambil menunjukkan bagian jembatan yang berlubang menganga.

Meski beberapa kali terdengar wacana perbaikan, termasuk rencana mengganti jembatan dengan struktur komposit yang lebih kuat, namun janji tinggal janji. Hingga kini, tidak ada tanda-tanda realisasi di lapangan.

“Katanya sudah ada anggaran, katanya mau dibangun jembatan komposit. Tapi sampai sekarang belum ada pengerjaan. Kami hanya bisa berharap, jangan cuma jadi janji politik,” tegas tokoh masyarakat setempat.

Rusaknya Jembatan Besi Tanah Kering bukan hanya soal infrastruktur yang aus. Ini adalah simbol keterabaian negara terhadap keselamatan warganya. Setiap hari, warga mempertaruhkan keselamatan demi mobilitas, demi ekonomi keluarga, dan demi kehidupan yang layak.

Jika terus dibiarkan, jembatan ini bukan hanya akan memutus konektivitas dua kecamatan, tapi bisa jadi menjadi lokasi bencana bila runtuh saat dilintasi kendaraan berat atau saat musim hujan datang dengan derasnya.

Warga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengambil langkah konkret. Keselamatan dan hak hidup warga adalah prioritas, dan infrastruktur publik adalah bagian dari pelayanan yang seharusnya dijamin negara.

“Kami tidak minta banyak. Cuma minta diperhatikan. Ini jembatan utama kami. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tutup salah satu warga dengan nada penuh harap.

M.Budy

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest