Manokwari, Investigasi.News – Dugaan keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kembali menjadi sorotan publik. Desakan agar aparat kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka pun semakin menguat.
Sebelumnya, Investigasi.News telah memberitakan maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Wasirawi yang diduga berlangsung menggunakan alat berat dan melibatkan sejumlah pihak. Di tengah mencuatnya persoalan tersebut, muncul dugaan keterlibatan seorang oknum APH berinisial IR yang kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa (LSM WGAB), Yerri Basri Mak, SH, MH, meminta Kapolda Papua Barat segera memberikan penjelasan kepada publik guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang.
“PETI di Wasirawi bukan lagi rahasia umum. Aktivitas itu sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, Kapolda Papua Barat perlu menjawab pertanyaan publik agar tidak menimbulkan spekulasi dan asumsi yang semakin liar,” tegas Yerri.
Menurutnya, transparansi sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Jika dugaan tersebut tidak benar, maka klarifikasi resmi perlu segera disampaikan. Namun apabila ditemukan adanya pelanggaran, proses hukum harus ditegakkan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.
“Jangan sampai muncul kesan ada pihak-pihak tertentu yang dilindungi. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan Investigasi.News kepada IR belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan. Bahkan, nomor wartawan yang melakukan konfirmasi diduga telah diblokir.
Tidak hanya itu, media ini juga telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Kapolda Papua Barat serta Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Provos) Satuan Brimob Polda Papua Barat. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban maupun klarifikasi resmi yang diberikan terkait dugaan yang mencuat tersebut.
Mencuatnya dugaan keterlibatan oknum APH dalam aktivitas PETI di Wasirawi semakin memperkuat tuntutan publik agar penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan berkeadilan. Pasalnya, aktivitas tambang ilegal tidak hanya berpotensi merugikan negara, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang serius bagi masyarakat sekitar.
Jhonsa







