Malang – UPT Puskesmas Sumberpucung menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 1.068 siswa di SMP Negeri 2 Sumberpucung dan SD Negeri 1 Ternyang, Kabupaten Malang, selama dua hari, 27–28 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan pada anak usia sekolah.
Sebanyak 949 siswa SMP Negeri 2 Sumberpucung mengikuti pemeriksaan kesehatan dengan penanggung jawab kegiatan, Rachmat. Pelaksanaan kegiatan turut didukung Kepala SMP Negeri 2 Sumberpucung, Davith, bersama Guru UKS, Umroh. Sementara itu, pemeriksaan di SD Negeri 1 Ternyang diikuti 119 siswa di bawah koordinasi Bayu.

Kepala UPT Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak usia sekolah merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik sejak dini. Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk melakukan edukasi, pemantauan, serta tindak lanjut apabila ditemukan gangguan kesehatan maupun faktor risiko.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Melalui pemeriksaan terhadap 1.068 siswa ini, kami memperoleh gambaran awal kondisi kesehatan peserta didik. Apabila ditemukan masalah kesehatan, kami akan segera melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” ujar Rahmawati.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan melakukan pemeriksaan secara komprehensif yang meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, skrining ketajaman penglihatan dan buta warna, pemeriksaan telinga, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, serta pemeriksaan laboratorium berupa gula darah acak (GDA), kadar hemoglobin (Hb), dan pemeriksaan karbon monoksida menggunakan CO Analyzer.
Penanggung jawab kegiatan CKG di SMP Negeri 2 Sumberpucung, Rachmat, mengatakan pelaksanaan pemeriksaan berjalan dengan baik berkat dukungan dari pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur yang terlibat.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme yang baik. Pemeriksaan kesehatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
“Kegiatan ini sangat membantu dalam mengetahui kondisi kesehatan siswa secara lebih awal. Dengan adanya skrining ini, apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, dapat segera dilakukan koordinasi dan tindak lanjut bersama pihak terkait,” ujar Rachmat.
Kepala SMP Negeri 2 Sumberpucung, Davith, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun UPT Puskesmas Sumberpucung dalam mendukung kesehatan peserta didik. Menurutnya, program tersebut membantu sekolah dan orang tua memperoleh gambaran kondisi kesehatan siswa secara lebih menyeluruh.
“Program Cek Kesehatan Gratis sangat bermanfaat karena memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan siswa sejak dini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga kesehatan peserta didik dapat dipantau secara berkelanjutan,” katanya.
Program Cek Kesehatan Gratis akan terus dilaksanakan secara bertahap di sekolah-sekolah lain yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Sumberpucung sebagai bagian dari program prioritas kesehatan anak sekolah tahun 2026.
Rahmawati juga menegaskan bahwa kesehatan anak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Melalui Cek Kesehatan Gratis, kami ingin memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam kondisi sehat. Hasil skrining ini tidak berhenti pada pemeriksaan semata, tetapi menjadi dasar tindak lanjut, edukasi, serta pendampingan agar setiap peserta didik memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan. Kami juga mengapresiasi dukungan seluruh sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan program ini. Sinergi seperti inilah yang akan terus kami perkuat demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.
Adv/Guh




