Banyuasin, Investigasi.News – Upaya mencegah kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga memerlukan peran aktif dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan Tingkat Pendidikan yang digelar di SMP Negeri 4 Lalan, Desa Bumi Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, guru, serta tim sosialisasi dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai bahaya karhutla, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.

Kepala SMP Negeri 4 Lalan, Tria Desvitasari, S.Pd., Gr., M.Pd., mengatakan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan karhutla menjadi bekal penting agar para pelajar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mampu mengajak keluarga serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sayid Imron, S.Pd., Gr., menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Ia berharap para siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu berkontribusi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Lalan.
Pada kesempatan itu, materi sosialisasi disampaikan oleh para narasumber, yakni Sucianto, Opy Caisar, RPK, dan SHP. Mereka memberikan edukasi mengenai penyebab terjadinya karhutla, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain penyampaian materi, para narasumber juga memperkenalkan berbagai perlengkapan yang digunakan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut didukung oleh tim perlengkapan yang terdiri dari Sobirin dan Didik S., sehingga proses penyampaian materi dan demonstrasi berjalan lancar.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari unsur TNI, yang diwakili oleh Erik, sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan aparat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla.
Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan oleh Reka, sementara para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi, diskusi, hingga pengenalan peralatan penanggulangan kebakaran.

Melalui sosialisasi ini, SMP Negeri 4 Lalan menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan. Diharapkan, para siswa mampu menjadi pelopor pelestarian lingkungan dan turut mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap bahaya karhutla demi menjaga kelestarian alam di Kabupaten Banyuasin.
(Suprene)




