Batam, investigasi.News — Aroma busuk bangkai korupsi dan penyelundupan meretas habis sisa-sisa kehormatan hukum di Batam. Di dermaga tikus bangsat yang bertengger persis di sebelah Restoran Cita Rasa Seafood, Jembatan 5 Barelang, para mafia bangsat bertindak seolah-olah pulau ini milik nenek moyang mereka.
Tanpa rasa takut sedikit pun, berton-ton panel surya, beras, hingga pakaian haram dimuat terang-terangan lalu diangkut menuju Tembilahan. Aktivitas kotor ini memutar roda bisnis haram secara masif, brutal, dan merampok uang negara di siang bolong.
Di mana muka para pejabat Bea Cukai Batam? Apakah mata kalian sudah buta tertutup gepokan uang haram, atau otak pengawasan kalian memang sudah membusuk total?
Penyelundupan terang-terangan tanpa perlawanan. Ini bukan lagi kebobolan kecil, ini adalah penghinaan terbuka. Pengiriman barang dalam jumlah raksasa lewat pelabuhan liar tidak mungkin luput dari radar patroli jika para petinggi tidak sengaja menutup mata.
Restu berdarah setan birokrasi. Sumber terpercaya membongkar bahwa rute haram menuju Tembilahan ini berjalan mulus tanpa hambatan karena diduga kuat telah mendapatkan “restu” dan perlindungan penuh dari oknum penegak hukum yang berjiwa pengkhianat.
Sistem pengawasan yang mengemis uang kotor. Menganggap kasus ini sebagai “kelalaian” adalah kebohongan publik yang sangat murah. Dugaannya jelas dan tajam: radar pengawasan dibungkam karena oknum penegak hukum ikut kenyang memakan uang suap dari otak kotor mafia penyelundup.
Rakyat muak melihat kompromi dan mulut manis birokrasi. Pelabuhan siluman Jembatan 5 Barelang harus dihancurkan, dan siapa pun instansi yang pasang badan membela mafia ini harus diseret ke tiang gantungan hukum!
Bea Cukai Batam wajib bertanggung jawab dan membongkar siapa “dalang” yang menjual kedaulatan negara demi memperkaya diri sendiri.
Fransisco Chrons











