Wujudkan Indonesia Bersih, Kabupaten Malang Uji Coba Sistem Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Terpadu

 

  • Melalui Tahap Pertama, satu juta penduduk akan mendapatkan akses ke layanan pengumpulan dan pengolahan sampah rumah tangga terpilah berbayar dari rumah ke rumah
  • Program bertujuan untuk merintis sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan secara finansial dan berfungsi sebagai percontohan untuk perluasan dan replikasi lebih lanjut di seluruh Indonesia
  • Kabupaten Malang akan membentuk utilitas publik baru yang didedikasikan untuk pengelolaan sampah kota yang dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten

Malang, investigasi.news – Kabupaten Malang hari ini mengumumkan dimulainya tahap pertama program Bersih Indonesia: Eliminasi Sampah Plastik (Bersih Indonesia). Program ini akan memberikan manfaat bagi satu juta penduduk dengan layanan pengelolaan sampah yang baru atau yang lebih unggul. Program ini merupakan kemitraan pemerintah dan sektor swasta yang dipimpin oleh Kabupaten Malang dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenko Marves) dan Alliance to End Plastic Waste (“Alliance”). Program Bersih Indonesia bertujuan untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan dan layak secara komersial yang dapat diperluas dan direplikasi di seluruh Indonesia.

Kunci utama dari program ini adalah pembentukan utilitas publik yang beroperasi di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang yang dikenal dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) – salah satu yang pertama di sektor pengelolaan sampah di Indonesia. BLUD akan bertanggung jawab penuh atas operasi dan pemeliharaan sistem pengelolaan sampah yang komprehensif, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar hingga menyediakan layanan pengumpulan sampah rumah tangga. Lebih penting lagi, sistem ini memungkinkan ekstraksi, pemisahan, dan penjualan bahan-bahan yang dapat didaur ulang termasuk plastik, logam, kaca, dan kertas. Melalui BLUD, program Bersih Indonesia menjajaki kelayakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang sebagai potensi sumber pendapatan baru yang dapat digunakan untuk kelanjutan operasi dan potensi perluasan sistem.

Tito Fibrianto Hadi Prasetya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang mengatakan, “Salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam isu polusi plastik di Indonesia adalah kurangnya layanan pengelolaan sampah secara menyeluruh di banyak daerah. Kami berharap warga Malang akan mendukung inisiatif Bersih Indonesia dengan membayar iuran yang tidak hanya digunakan untuk membuang sampah rumah tangga dengan aman, tetapi juga disalurkan untuk pengembangan fasilitas pengelolaan dan daur ulang sampah yang lebih maju di Kabupaten Malang. Meskipun perubahan perilaku ini akan memerlukan waktu, namun pada akhirnya akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat dengan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk semua.”

Melalui tahap pertama program Bersih Indonesia, dua Material Recovery Facilities (MRF) dan dua stasiun transfer akan dibangun dalam dua tahun ke depan, dengan pembangunan ditargetkan untuk dimulai pada kuartal kedua 2024. Pada kuartal keempat 2024, MRF pertama yang dibangun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Paras akan selesai dibangun, sekaligus mengawali pengenalan layanan pengumpulan sampah rumah tangga BLUD yang terjangkau dan berbayar. Setelah kapasitas operasional dari Tahap Pertama program sepenuhnya tercapai:

  • Sekitar 1 juta penduduk akan mendapatkan manfaat dari layanan pengelolaan sampah menyeluruh yang baru atau yang lebih unggul;
  • Lebih dari 230.000 rumah tangga di 170 desa akan diikutsertakan dalam peluncuran layanan ini;
  • Lebih dari 1.400 lapangan kerja lokal akan tercipta;
  • Sekitar 140.000 ton sampah padat kota akan dikumpulkan dan diproses setiap tahunnya, termasuk hingga 20.000 ton sampah plastik. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya pemilahan sampah di sumber dan tersedianya opsi daur ulang lokal.

Dengan melihat hasil, pengamatan, dan pembelajaran dari Tahap Pertama, program Bersih Indonesia berpotensi untuk diperluas ke seluruh Kabupaten Malang. Diperkirakan akan ada tiga MRF dan stasiun transfer tambahan yang akan dibangun untuk menyediakan layanan pengelolaan sampah yang efektif bagi 2,6 juta penduduk Kabupaten Malang. Informasi lebih lanjut tentang program Bersih Indonesia dapat ditemukan di tautan ini.

Menggerakkan masyarakat untuk menjadi agen perubahan

Faktor penting dalam keberhasilan program Bersih Indonesia adalah dukungan dan partisipasi masyarakat, karena setiap keluarga perlu memilah sampah mereka ke tempat sampah organik dan anorganik sebelum dikumpulkan. Guna mendorong perubahan perilaku tersebut, program edukasi masyarakat Malang H.E.B.A.T.S. akan diluncurkan pada kuartal kedua 2024. H.E.B.A.T.S. adalah singkatan dari – H: Hijau; E: Elok; B: Berkah; A: Areknya; T: Terpilah; dan S: Sampahnya – dan bertujuan untuk meningkatkan literasi pengelolaan dan daur ulang sampah di masyarakat.

Sebelum Program Bersih Indonesia dimulai di Malang, Pemerintah Kabupaten Malang bersama PT Sejahtera Bersih Sampah Plastik (PT SBSP) dan mitranya, secara terpisah telah melakukan pembersihan lingkungan. Hingga saat ini, 31 tempat pembuangan sampah informal di Kabupaten Malang telah dibersihkan sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat setempat tentang faedah tinggal di lingkungan yang bersih. Upaya ini telah mengalihkan 13.500 ton sampah yang tidak terkelola, di mana 3.100 ton di antaranya terdiri dari sampah plastik; yang seluruhnya telah dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) yang dikelola dengan baik dan sampah daur ulang plastik yang masih bisa didaur ulang telah dipilah-pilah untuk dijual. Sejak saat itu, banyak bekas tempat pembuangan sampah yang telah diberi kesempatan hidup baru, dan masyarakat telah memanfaatkan area yang baru dibersihkan tersebut untuk kegiatan produktif. Melanjutkan keberhasilan ini, upaya bersih-bersih akan terus berlanjut sebagai bagian dari program Bersih Indonesia. Selanjutnya, sebanyak 359 tempat pembuangan sampah informal lainnya di seluruh Kabupaten sedang dalam proses pembersihan.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, yang telah mendukung program ini sejak Nota Kesepahaman ditandatangani pada tahun 2022, mengomentari dimulainya Tahap Pertama, “Indonesia adalah negara pertama yang membentuk National Plastic Action Partnership dengan tujuan yang dapat ditindaklanjuti guna mencapai angka pengurangan sampah plastik hingga mendekati nol pada 2040. Salah satu langkah awal untuk mewujudkan ekonomi sirkular yang berkesinambungan adalah dengan menerapkan sistem pengelolaan sampah holistik yang memungkinkan pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah plastik yang tepat. Inilah yang dilakukan oleh Kabupaten Malang melalui program Bersih Indonesia, dengan mengembangkan solusi berkelanjutan dari aspek lingkungan dan finansial sehingga dapat mengatasi permasalahan sampah kota nasional, di mana sektor rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar.”

Drs. H. M. Sanusi M.M., Bupati Malang, mengatakan, “Kabupaten Malang sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah sampah plastik nasional dengan menguji coba solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang terjangkau dan tidak hanya mencegah kebocoran dan polusi, melainkan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang melalui pembayaran iuran rumah tangga. Mengubah sampah menjadi potensi sumber pendapatan adalah inti dari model keuangan Bersih Indonesia yang inovatif. Kami berharap warga Malang akan bergabung untuk mengambil peran guna mewujudkan dunia yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk generasi penerus bangsa di masa depan.”

Tempat pengolahan sampah Paras Poncokusumo Kabupaten Malang. (Foto: Guh)

Jacob Duer, Presiden dan CEO Alliance to End Plastic Waste, mengatakan, “Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, komitmen Indonesia terhadap target eliminasi sampah plastik yang tinggi merupakan indikasi kepemimpinan yang ditunjukkan dalam persaingan global untuk mengurangi polusi sampah plastik. Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan sektor swasta, Bersih Indonesia bertujuan menghadirkan model solusi dengan risiko yang lebih rendah yang berpotensi menjadi percontohan bagi berbagai proyek pengelolaan sampah yang berkesinambungan secara finansial bagi masyarakat pra-sejahtera dan di negara berkembang lainnya.”

Adv

 

 

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles