Klarifikasi Video Ismael Koto Viral di Medsos

More articles

spot_img

Solok, investigasi.news. Video Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, Sumbar, Ismael Koto, menodongkan pistol ke seseorang usai Pileg 2024 beredar luas (viral) di media sosial (Medsos). Pria yang diketahui bernama Yulmardianto itu, diduga merupakan tim kampanyenya menghadapi Pileg 14 Februari 2024. Sebagai tokoh publik dan Ketua Partai Demokrat, video tersebut disebarkan oleh sejumlah akun Medsos dengan menambahkan narasi negatif yang mengundang komentar pro dan kontra dari netizen.

Dari video yang beredar, terlihat Ismael yang memakai baju merah mempertanyakan soal uang yang telah dipinjam oleh Yulmardianto sebesar Rp5 juta yang belum dikembalikan. Yulmar telah meminjam ke Ismael beberapa kali yang dimaksudkan untuk modal usaha. Awalnya pembayaran lancar, untuk berikutnya, pembayaran mulai bermasalah.

“Senin pinjam Jumat dipulangkan, nyatanya bagaimana (ada dibayarkan)?,” kata Ismael kepada Yulmardianto di video yang beredar.

Yulmardianto menjawab bahwa kondisinya, membuat ia belum mampu membayar utang. Yulmardianto bahkan menyinggung terkait perjuangannya memenangkan Ismael Koto di Pileg 2024. Yulmardianto juga menyebut dirinya tak berniat untuk mengelabui. Diketahui, Ismael Koto dalam rekapitulasi suara di Pileg DPRD Kabupaten Solok 2024-2029 menjadi salah satu Caleg yang terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan X Koto Singkarak, X Koto Diatas, dan Kecamatan Junjung Sirih.

“Kalau soal itu (dana operasional tim untuk kampanye Pileg 2024), tidak sesuai perjuangan kamu itu. Bagaimana hasil perjuangan kamu itu?,” tanya Ismael.

Dalam video tersebut, kemudian terdengar rekan Yulmardianto, yang diduga juga anggota tim kampanye Ismael yang lain, mempertanyakan perolehan suara yang didapat oleh Yulmardianto. Namun Yulmardianto malah menyinggung soal uang yang telah disebarkan.

“Uang yang bang sebarkan berapa? Uang bukan ke saya diserahkan, buka saya yang sebarkan,” kata Yulmar kepada rekannya.

Bukan Senpi, Tapi Korek Api

Di akhir video, Ismael yang telah emosi kemudian mengeluarkan benda seperti pistol. Senjata mirip pistol itu lalu ditodongkan ke kepala Yulmar. Ismael mengungkapkan, bahwa benda yang dikeluarkannya itu bukan senjata api sungguhan. Benda menyerupai pistol tersebut adalah korek api.

“Itu mancis yang seperti senjata api. Bukan senjata api (beneran), mancis atau korek api,” kata Ismael, Selasa (5/3/2024).

Ismael mengatakan, dia emosi karena Yulmardianto berbelit dalam pembayaran utangnya. Padahal sebelumnya, ia memohon dan bahkan mau memakai perjanjian hitam di atas putih hingga memakai jaminan.

“Dia minta bantu. Untuk usaha katanya. Boleh buat hitam di atas putih, dan bahkan memberikan jaminan STNK atau surat tanah. Tapi saya jawab tidak usah sejauh itu. Akhirnya saya pinjamkan,” ungkapnya.

Ismael mengaku dirinya tersulut emosi setelah Yulmardianto bersikeras bahwa uang yang dipinjamnya untuk usaha malah terpakai untuk yang lain. Selain itu, Yulmardianto juga tidak mau menandatangani surat soal pembayaran utangnya sesuai janjinya yang dulu. Ismael juga menegaskan, uang Rp5 juta yang dipersoalkan bukan sangkut pautnya dengan perolehan suara yang didapat di Pileg. Uang Rp5 juta itu murni soal utang piutang secara pribadi.

“Siapa yang tidak dongkol, bukannya berterima kasih, malah ngotot dan bersikeras. Kita ini kan orang Minangkabau yang punya tata krama, kalau belum bisa bayar, katakan dengan baik-baik, bukan bersikeras,” ujarnya.

Akan Tempuh Langkah Hukum

Terkait video yang beredar luas di Medsos dan WA Group, Ismael Koto justru mempertanyakan tindakan perekaman yang dilakukan Yulmardianto secara diam-diam. Apalagi, peristiwa itu, dilakukan di rumah pribadinya di Nagari Saning Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak. Ismael menduga, ada itikad buruk dari Yulmardianto. Bahkan, menyebarkan fitnah melalui media sosial.

“Dia (Yulmardianto) adalah tamu yang datang ke rumah saya. Kemudian diketahui merekam tanpa izin. Sedangkan polisi saja, sebelum memeriksa atau merekam seseorang, terlebih dahulu membuat surat tugas dan meminta izin. Terkait dengan itu (penyebaran di Medsos), saya mungkin akan mengambil langkah hukum. Saya akan mengumpulkan bukti-bukti, terkait orang-orang yang telah menyebarkan fitnah di media sosial,” ungkapnya.

Minta Masyarakat dan Netizen untuk Bijak

Terkait beredarnya pro kontra di masyarakat, Ismael Koto menyatakan hal itu adalah konsekuensi dari dirinya yang telah menjadi politisi dan pimpinan partai di Kabupaten Solok. Meski begitu, Ismael berharap masyarakat untuk bijak dan tidak melakukan justifikasi (penghakiman), sebelum mengetahui dan memahami persoalan sebenarnya.

Di sejumlah postingan Medsos, Ismael Koto disebut-sebut sebagai politisi koboi (bersenjata). Bahkan ada yang menyebut tindakannya selayaknya Ferdi Sambo, mantan Kadiv Propam Mabes Polri.

“Saya berharap tentunya media sosial dan masyarakat jangan menjustifikasi, sebelum tahu persoalan sebenarnya,” imbuhnya.

Sekilas Ismael Koto

Ismael Koto, SH, tampil sebagai peraih suara terbanyak Caleg DPRD Kabupaten Solok dari Partai Demokrat di Dapil 2 dengan mengoleksi sekira 1.850 suara. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok itu, mengungguli incumbent (petahana) Dian Anggraini, SH, yang baru mengoleksi sekira 800-an suara.

Raihan di Pileg 14 Februari 2024 ini, juga menjadi ajang pembuktian kapasitas Ismael Koto. Bahkan, Ismael Koto disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang akan maju di kontestasi Pilkada Kabupaten Solok akhir tahun 2024.

Sepanjang proses sosialisasi dan kampanye Pileg 2024, Ismael Koto menjadi Caleg yang sangat sedikit berkampanye. Tercatat, hanya sekira tiga kali Ismael Koto mengajukan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye.

“Jujur saja, saya ingin melihat sejauhmana investasi sosial yang telah saya lakukan selama bertahun-tahun sebelumnya. Sekaligus, sebagai ajang mengukur diri saya. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat di Dapil 2 Kabupaten Solok. Baik yang telah memilih saya, maupun yang bersimpati dan memberikan dukungan dan doa,” ungkapnya.

Politisi kelahiran 31 Agustus 1967 itu, memiliki latar belakang sebagai mantan birokrat senior dan pengusaha sukses yang terjun ke dunia politik. Sebagai orang yang belasan tahun di eksekutif, dunia bisnis dan kemasyarakatan, Ismael Koto, menjadi salah satu magnet di kontestasi Pileg 14 Februari 2024 lalu. (Wahyu).

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img