Aan Kurnia Anak Petani Ingin Jadi Guru

TERKESAN siswa kelas XII MAS Lunto kota Sawahlunto tegap berkulit hitam itu sosok ceria dan gampang bergaul, namun Aan Kurnia anak petani pasangan ayah Jaumar dan ibu Asnibar itu punya keinginan keras ingin mewujudkan menjadi guru, profesi yang sangat jarang diinginkan (pria) rekan-rekan lainnya.

Kehidupan cukup sederhana dilingkungan keluarga petani Dusun Gual Palan Desa Lunto Timur Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto itu tak menyurutkan langkahnya dalam meraih cita-cita. Remaja yang aktif di kepramukaan dan sempat mengikuti kegiatan Raimuna Nasional XII di Cibubur Jakarta, 14 sampai 21 Agustus ini berusaha menjadi siswa yang berprestasi diantara rekan-rekannya.

Setidaknya, pengagum tokoh nasional Mohammad Hatta itu telah menghiasi kamar kecilnya dengan penghargaan sebagai Juara 1 KSM Matematika tingkat kota Sawahlunto, Juara 2 lomba PBB Kwarcab sawahlunto disaat dia duduk dibangku MTs Lunto. Dan disaat menuntut ilmu di MAS Lunto piagam Juara 3 lomba KSM Matematika tingkat kota serta harapan 1 lomba menghias stand hari anak sedunia tingkat kota Sawahlunto, tentunya kenangan Rainas XII.

Banyaknya predikat diraih pada lomba matematika, Aan membenarkan bahwa Matematika, itu merupakan pelajaran yang sangat ditakuti oleh sebagian besar siswa, Mindset yang seperti ini memang sangat susah untuk diubah, karna sudah sejak dulu matematika menjadi pelajaran yang menakutkan. “ padahal matematika itu hampir mirip dengan belajar seni, yang sebelumnya kita tak tau kalau rutin diulang jadi asyik saja” kata Aan Kurnia, Rabu (3/1/2024).

Aan kurnia
Aan Kurnia saat menerima piala. (foto: Tumpak)

Tanpa meninggalkan rutinitas sebagai siswa MAN Lunto dengan segala aktifitas sekolah, remaja kelahiran 28 Oktober 2005 itu turut membantu pekerjaan orang tuanya dan menenun songket yang menjadi penghasilan tambahan ibunda dirumahnya. “ kalau sepulang sekolah ada kesempatan ke ladang dan dilanjutkan menenun songket membantu ibu” sebutnya.

Saya sangat senang tantangan, katanya makanya suka matematika, pramuka, catur, dan menenun yang memiliki tantangan berbeda masing-masingnya. Kalau matematika, karena banyak yang tak suka. Kalau pramuka, tantangan alam dan catur serta menenun tantangannya ketelitian.

Sesekali anak keempat dari empat bersaudara ini meluangkan waktunya bermain catur dengan rekan sehobinya sambil berdiskusi kecil seputar dunia remaja dan senantiasa menjalankan shalat serta senang menekuni seni tradisional randai sebagaimana kehidupan remaja di kenagarian Lunto. Semoga terkabul cita-citanya, ya Aan Kurnia.!!

(tumpak)

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles