Bupati Khairunas Resmikan Rumah Gadang Di Tanggo Akar

More articles

spot_img

Padang Aro, Investigasi.news – Bupati Solok Selatan H Khairunas meresmikan Rumah Gadang Suku Malayu Koto Kaciak, Jorong Tanggo Akar, Kecamatan Sangir, pada Minggu (26/5/2024) siang.

Dalam peresmian ini, Bupati Khairunas mengatakan pentingnya keberadaan Rumah Gadang memiliki makna yang bernilai tinggi. Sebab rumah gadang terinspirasi dari dalam daun Bungo yang terkandung di dalamnya. Ukir dan jangka, alua Jo patuik. Alur dan kepatutan dan rasa dan pareso. Nilai ini mesti jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari kaum rumah gadang.

“Membangun rumah gadang bukan milik perseorangan, tapi milik kaum atau masyarakat untuk dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, jagalah semua kepentingan anak keponakan memalui musyawarah mufakat. Serta keberadaan rumah gadang ini kita harapkan dapat memperkuat karakter anak keponakan melalui adat, budaya, ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” kata Khairunas.

Dalam kesempatan ini, Khairunas juga mengajak Ninik mamak, Datuak dan kaum untuk memperkuat karakter anak keponakan. Disamping pemerintah terus mendorong berbagai aspek pembangunan termasuk adat dan budaya.

“Anak keponakan kaum hari ini akan menjadi pemimpin di Pemerintahan, di kaum, dan di luar daerah. Niniak mamak juga perlu mempersiapkan juga SDM, adat ini harus dibawa keluar. Sehingga nilai adat dan budaya kita di kenal oleh masyarakat di luar Sumatera Barat. Selagi ado bumi di pijak, Minang Iko tidak akan hilang,” tuturnya.

Pimpinan Persukuan Malayu Koto Kaciak Zulkarnaini Datuak Pintu Basau bersyukur, hari ini telah diresmikan Rumah Gadang Suku Malaku Koto Kaciak oleh pemerintah.

Zulkarnaini menyebut renovasi rumah gadang ini sudah dilakukan sejak tahun 2022 lalu hingga 2023. Pembangunan ini atas semangat dan kerja keras anak keponakan dengan gotong royong menyumbangkan tenaga dan materil, termasuk bantuan Pemkab Solsel di tahun 2023.

“Rumah gadang ini ada 11 ruangan dan merupakan rumah gadang terpanjang di Kecamatan Sangir. Badan sampai kaki hingga ke puncak kepala, sudah lurus berdiri. Kalau wajah belum tampak, seperti puncak Gonjong teras rumah gadang belum di bangun karena keterbatasan anggaran,” katanya. (DENO)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img