Perpisahan UPT SD Negeri 09 Ampalu dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak

More articles

spot_img

Solok Selatan, Investigasi.News – Pada Selasa, 28 Mei 2024, UPT SD Negeri 09 Ampalu mengadakan acara perpisahan untuk siswa kelas 6 tahun ajaran 2023-2024. Sebanyak 75 siswa mengikuti kegiatan ini, dengan 19 siswa di antaranya lulus dan menjalani prosesi perpisahan.

Kepala Sekolah, Rona Elvariza, memanfaatkan momen perpisahan ini untuk meluncurkan Deklarasi Komitmen Sekolah Ramah Anak Anti Perundungan. Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat yang direalisasikan oleh istri Bupati Solok Selatan dan akan diterapkan di seluruh sekolah di daerah tersebut.

Acara ini juga dihadiri oleh Istri Sekda Kabupaten Solok Selatan, Ny. Pitri Samsurizaldi, Kepala Dinas Pendidikan, Sam Surya, Ibu Camat Pauh Duo, perwakilan dari Koramil 03/09, Bapak Deki Yunaldi, serta Pj Wali Nagari Alam Pauh Duo, Irman, dan Pj Wali Pauh Duo Nan Batigo. Semua Kepala Sekolah di Kecamatan Pauh Duo turut hadir dalam acara ini.

UPT SD Negeri 09 Ampalu memiliki 16 guru, dengan 9 di antaranya berstatus PNS dan 7 orang masih honorer. Dari seluruh guru tersebut, hanya ada satu guru laki-laki.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Rona Elvariza menyampaikan bahwa tujuan dari Sekolah Ramah Anak adalah menciptakan lingkungan yang aman secara emosional dan mendukung proses belajar mengajar. Diharapkan anak-anak dapat mencapai potensi akademik mereka dan membentuk karakter yang beretika, sehingga mampu bersosialisasi dengan baik di tengah masyarakat.

SD Negeri 09 Ampalu telah menunjukkan beberapa karya dari tema teknologi dan rekayasa, termasuk pembuatan lampu lentera dari barang bekas yang dapat digunakan di kebun jagung milik orang tua siswa. Ini merupakan bukti kerja sama antara orang tua murid dan guru.

Ny. Pitri Samsurizaldi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada SD Negeri 09 Ampalu karena menjadi sekolah pertama yang meluncurkan program Sekolah Ramah Anak. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang menghargai hak anak untuk belajar dan bermain, sehingga dapat menciptakan generasi yang berkualitas.

Kepala Dinas Pendidikan, Sam Surya, menegaskan bahwa peluncuran Sekolah Ramah Anak adalah sebuah kewajiban untuk menyamakan persepsi bahwa tidak boleh ada perundungan di sekolah. Sekolah harus menciptakan lingkungan yang nyaman, karena setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan bermain. Jika ada pelanggaran, akan dikenakan sanksi administrasi.

(Deno)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img