Klarifikasi Camat Lede: Kontroversi Pembangunan Menara Telekomunikasi Di Desa Todoli

More articles

spot_img

Taliabu, Investigasi.newsCamat Lede Alwan La Koko memberikan klarifikasi terkait kontroversi pembangunan Menara Telekomunikasi di Desa Todoli, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu yang mengaitkan namanya, sebagaimana diberitakan media ini pada 24 April 2024 kemarin. Alwan La Koko secara tegas menjelaskan beberapa aspek yang menjadi sorotan.

“Masalah terkait lokasi menara yang diduga berdiri di tanah desa dengan sertifikat atas nama pribadi telah kami kembalikan kepada pemerintah desa untuk penyelesaiannya. Kami bertindak sesuai regulasi yang berlaku dan mempertimbangkan kepentingan bersama masyarakat,” tegas Alwan La Koko, Rabu ( 24/4/24).

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada manipulasi persetujuan warga dalam proses pembangunan.

“Segala langkah yang kami ambil selalu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, tidak seperti apa yang dituduhkan” tambahnya.

Mengenai dugaan keterlibatan menggunakan nama Bupati untuk memuluskan proyek tersebut, Alwan La Koko menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

“Semua proses yang kami lakukan transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tuduhan yang dilayangkan itu tidaklah benar” jelasnya.

Alwan La Koko juga menyampaikan bahwa undangan rapat tertanggal 26 Februari 2024 terkait agenda sosialisasi pembangunan Menara Telekomunikasi di Desa Todoli digelar. Namun, agenda tersebut teralihkan oleh perdebatan mengenai persoalan tanah yang diklaim milik desa oleh beberapa kelompok. Hal ini menghambat jalannya rapat.

Dalam rapat tersebut yang di gelar pada Minggu (3/3/2024), hadir beberapa Kepala Dinas terkait, antara lain Basilludin La Besi (Kadis Kominfo), La Wani (Kadis Lingkungan Hidup), dan Erwin Tamimi (Kadis Perkim). Namun, sayangnya, fokus rapat teralihkan oleh perdebatan mengenai persoalan tanah.

Dengan komitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait, Alwan La Koko berharap semua persoalan yang terjadi bisa diselesaikan tanpa merugikan pihak manapun.

“Pentingnya dialog dan kerjasama untuk mencapai solusi yang adil dan memuaskan bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ini,” pungkasnya.

( Redaksi )

 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img