ASN Ini Jadi Relawan Kesembuhan Pasien Bibir Sumbing Di Sula

Malut, Investigasi.news – Dia adalah Safia Jamlean seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Kab. Kepulauan Sula yang sementara ini bertugas di Kantor Kecamatan Mangoli Selatan (Buya), dia bukan seorang tenaga medis (kesehatan), namun kemudian takdir membawanya menjadi relawan bagi kesembuhan sejumlah pasien bibir sumbing di Sula, begini ceritanya.

Tadinya Sofy tidak pernah mengira jika perkenalannya dengan Jeni Kardinal warga negara USA yang saat itu berkunjung ke Sula dengan kapal pinisi ombak putih, bisa membawa kebaikan untuk basudara di Sula, khususnya penderita Labioskizis (Bibir Sumbing).

Jeni yang ternyata merupakan owner kapal pinisi ombak putih sangat gigih menyebar brosur yang memuat informasi bantuan operasi untuk pasien bibir sumbing tanpa dipungut biaya apapun alias gratis.
Sedangkan yang akan mengeksekusi adalah Ibu Merry asal negara Inggris pemilik Yayasan Senyum Bali

”Esensi dari manusia sebagai mahluk sosial adalah bermanfaat bagi manusia lainnya (bagi sesama) jadi disini saya hanya sebagai perpanjangan tangan dari orang yang bersedia memberikan bantuan”, ujar Sofy (16/1).

Dari situ Sofy dan teman ASN lainnya yakni Jafar Umanahu (Camat Mangoli Selatan), Ikram Sibela (mantan Camat Sulabesi Timur), mulai bergerak dari kampung ke kampung, masuk desa keluar desa untuk mendata pasien bibir sumbing tadi.

”Untuk gelombang pertama kemarin ada 5 orang, dengan catatan 1 orang sudah pulih 100% sedang 4 orang lainnya akan menjalani operasi tahap ke-2 karena kasusnya bukan hanya bibir sumbing tapi juga langit-langit sumbing, satu orang masih berada di Bali untuk menanti operasi tahap berikutnya, sedangkan yang 4 lagi sudah kembali ke Sula”, jelas Sofy.

Untuk hasil operasi Sofy mengucapkan alhamdulilah puji dan syukur kalo hasil operasinya sangat memuaskan pasien.

”lewat kesempatan ini saya juga menginformasikan, bagi saudara yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan bisa hubungi contact person saya, nanti saya titip ke rekan pewarta”, pungkas wanita berhijab ini.

Kepuasan Sofy bisa menolong sesama menjadi lengkap ketika program ini mendapat dukungan penuh dari Pemda Kepulauan Sula.

“Ibu Bupati Fifian Adeningsi Mus mendengar kegiatan ini, dan rencana mengundang secara khusus hari Jumat di Istana Daerah (ISDA), semoga hal ini semakin menambah kebaikan untuk kita semua”, tutup Sofy yang berencana hari Sabtu (20/1) akan memberangkatkan kembali pasien bibir sumbing untuk gelombang ke-2. RL

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles