Beranda blog Halaman 12

Gubernur Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda, Kuasai AI Tanpa Kehilangan Karakter

0
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan pesan saat membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium UNP, Kamis (3/9/2026).

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengingatkan generasi muda agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak, tanpa kehilangan karakter, moral, dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap berada dalam kendali manusia.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Pelatihan Literasi AI Program AI Ready ASEAN di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang digelar Yayasan Ruangguru bersama ASEAN Foundation tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan pelajar dan pendidik dalam menghadapi perkembangan AI.

Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Ruangguru, ASEAN Foundation, dan Pemprov Sumbar dalam menghadirkan program literasi AI. Ia menilai teknologi AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas, mempercepat pekerjaan, serta menciptakan efisiensi, khususnya di bidang pendidikan.

“AI memberikan banyak kemudahan, efisiensi, dan percepatan. Namun, teknologi tidak memiliki karakter dan moral. Karena itu, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan agar AI menjadi alat yang kita kendalikan, bukan justru mengendalikan kita,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, perkembangan teknologi juga menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Sementara itu, para siswa perlu dibiasakan untuk tidak menerima begitu saja setiap informasi yang diperoleh melalui teknologi digital maupun AI, tetapi mampu menguji dan mempertanyakannya.

“Anak-anak kita jangan hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga harus mampu mempertanyakan informasi tersebut. Kemampuan bertanya, memeriksa, dan berpikir kritis harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Mahyeldi menambahkan, kemampuan berpikir kritis merupakan bagian dari karakter masyarakat Minangkabau yang terbiasa menggunakan akal dan pertimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan. Karena itu, pemanfaatan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan kejujuran, akhlak, dan karakter generasi muda.

“Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Kuasai teknologi, tetapi jangan kehilangan karakter, kejujuran, dan akhlak. Jangan sampai teknologi menguasai kita; kitalah yang harus mengendalikan dan memanfaatkannya untuk kebaikan,” katanya.

Head of Programme ASEAN Foundation, Ilan Asqolani menjelaskan Program AI Ready ASEAN yang didukung Google.org diarahkan untuk memperkuat kesiapan masyarakat ASEAN dalam menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 8,6 juta penerima manfaat di 10 negara ASEAN.

Khusus di Indonesia, AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,4 juta penerima manfaat, melampaui target awal sekitar 2,7 juta orang. Ilan menegaskan, program tersebut tidak sekadar mendorong masyarakat menjadi pengguna AI, tetapi juga membangun kemampuan untuk memahami, mempertanyakan, serta mengenali risiko dan keterbatasan teknologi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Mahyan melaporkan pelatihan diikuti seluruh kepala SMA/SMK se-Sumbar beserta wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sebanyak 1.000 siswa SMA/SMK dari Kota Padang hadir secara langsung, sementara peserta dari daerah lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

“Kami berharap pelatihan ini mendorong guru melahirkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran, sekaligus memahami etika dalam pemanfaatan AI,” ujar Mahyan. (adpsb/cen/bud)

Gubernur Mahyeldi Dorong Penanganan Karhutla Terpadu,Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

0
Infografis pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar periode 1–3 September 2026 mencatat 19 titik hotspot tersebar di lima kabupaten serta ISPU PM2,5 pada kategori sedang (55,9–58,4).

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak pemerintah provinsi tetangga untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kondisi kabut asap yang turut memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah di Sumbar.

Mahyeldi mengatakan, penanganan karhutla secara bersama dan terpadu perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Terlebih, dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Padang yang dilaporkan mencapai sekitar 600 kasus.

“Kita berharap koordinasi dan sinergi antar seluruh pihak terkait terus diperkuat dalam penanganan karhutla. Ini penting agar dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat dapat kita minimalisir,” ujar Mahyeldi di Padang, Jum’at (4/9/2026).

Menurutnya, kondisi kualitas udara ini perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara sedang dipengaruhi kabut asap.

“Untuk masyarakat, kita imbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker sebagai perlindungan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan,” katanya.

Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan. Upaya tersebut penting untuk mencegah munculnya sumber asap baru yang dapat memperburuk kondisi kualitas udara.

“Kita mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah dan tidak melakukan pembakaran lahan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan kualitas udara Sumatera Barat agar tetap sehat dan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar, Kuartini Deti Putri menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan periode 1–3 September 2026 hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 19 titik hotspot di wilayah Sumbar.

Hotspot tersebut tersebar di Kabupaten Dharmasraya sebanyak lima titik, Lima Puluh Kota satu titik, Pasaman tiga titik, Pesisir Selatan lima titik, dan Sijunjung lima titik.

“Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat 19 titik hotspot yang tersebar di lima kabupaten, yaitu Dharmasraya, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pesisir Selatan, dan Sijunjung,” jelas Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Kuartini Deti Putri.

Selain hotspot yang terpantau di wilayah Sumbar, juga terdapat titik hotspot dalam jumlah cukup signifikan di sejumlah provinsi tetangga yang berpotensi menjadi sumber asap dan turut memengaruhi kualitas udara di Sumbar. Berdasarkan data SIPONGI yang dihimpun untuk periode 1–3 September 2026 hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 301 titik hotspot di Provinsi Jambi, 229 titik di Riau, 13 titik di Bengkulu, 46 titik di Sumatera Utara, serta 2.422 titik di Sumatera Selatan.

Keberadaan hotspot di wilayah sekitar tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai karena asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat terbawa oleh kondisi angin dan atmosfer menuju wilayah lain, termasuk Sumatera Barat. Namun, pengaruhnya terhadap kualitas udara sangat bergantung pada dinamika cuaca, arah dan kecepatan angin, serta kondisi atmosfer pada saat kejadian.

Sementara itu, hasil pemantauan kualitas udara melalui Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Padang Pasir di kawasan Kantor Gubernur Sumbar menunjukkan PM2,5 sebagai parameter dominan, dengan konsentrasi rata-rata 19,88 µg/m³ dan maksimum 21,71 µg/m³.

“Untuk indikatif ISPU PM2,5 berada pada rentang 55,9–58,4 atau masih dalam kategori sedang,” terang Deti.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari kanal resmi pemerintah serta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi perubahan kondisi udara. Masyarakat juga diharapkan turut berperan dalam menjaga kualitas udara dengan menghindari aktivitas pembakaran terbuka, baik pembakaran sampah maupun lahan. (adpsb/bud)

Gubernur Mahyeldi Tawarkan Pengembangan Proyek Strategis Sumbar kepada Danantara

0
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah (kanan) bersama COO Danantara Dony Oskaria (tengah) saat pertemuan di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

JAKARTA — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengusulkan dukungan investasi Danantara untuk mempercepat pengembangan sejumlah infrastruktur strategis di Sumbar. Usulan tersebut disampaikan Gubernur saat bertemu dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Sejumlah sektor yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan investasi tersebut meliputi pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Muara Padang, pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Sumbar.

Mahyeldi mengatakan, pengembangan berbagai infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya Sumbar menyelaraskan potensi daerah dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Yang kita dorong adalah bagaimana potensi dan kebutuhan strategis Sumatera Barat dapat terhubung dengan agenda pembangunan nasional. Dengan dukungan investasi, kita ingin infrastruktur yang ada dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Untuk sektor energi, Pemprov Sumbar mengusulkan lima proyek dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029. Kelima proyek tersebut meliputi PLTS Terapung Singkarak berkapasitas 50 MWac/76 MWp, PLTS Sijunjung Ground Mounted 50 MWac/76 MWp, PLTS Mentawai untuk dediselisasi sebesar 30 MWac/47 MWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS), PLTS Pessel Bukik Ameh 50 MW, serta PLTG Sijunjung Blok Sinamar berkapasitas 25 MW.

Menurut Mahyeldi, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat reserve margin sistem kelistrikan Sumbar, meningkatkan bauran energi baru terbarukan, mempercepat pemanfaatan potensi gas bumi, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru. Khusus PLTS Mentawai, pengembangannya diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar diesel.

Di sektor kepelabuhanan, Mahyeldi mendorong pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur untuk memperkuat konektivitas logistik dan mendukung aktivitas industri, khususnya komoditas CPO. Pengembangan secara bertahap telah direncanakan melalui pembangunan dermaga baru, reklamasi kawasan, instalasi pipa CPO, serta breakwater hingga jangka panjang.

Gubernur juga menyampaikan potensi pengembangan kawasan Muara Padang yang diarahkan untuk sektor pariwisata dan rekreasi, kuliner, komersial dan ritel, jasa kreatif, serta properti dan perhotelan. Pengembangan kawasan tersebut antara lain didukung rencana pembangunan Maritime Center yang saat ini proses perizinannya tengah berjalan.

“Untuk mewujudkan semua ini tentu membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah siap menyiapkan dukungan yang diperlukan, baik dari sisi regulasi, tata ruang, lahan, maupun koordinasi dengan pemerintah pusat dan BUMN,” kata Mahyeldi.

Menanggapi usulan tersebut, COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa sejumlah proyek yang ditawarkan Sumbar sejalan dengan prioritas Pemerintah Pusat sehingga sehingga dapat dipertimbangkan untuk diprioritaskan secara bertahap. Di antaranya pengembangan PLTS Mentawai, PLTG Sijunjung Blok Sinamar, serta percepatan penetapan beberapa WPR yang sebelumnya telah diusulkan.

“Beberapa yang disampaikan ini sesuai dengan prioritas pemerintah, sehingga layak untuk kita prioritaskan secara bertahap,” ujar Dony.

Khusus terkait pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur, menurut Dony, perlu terlebih dahulu diselaraskan dengan dokumen tata ruang Kota Padang. Revisi RTRW dan RDTR menjadi penting agar rencana pengembangan kawasan pelabuhan dapat dilaksanakan sesuai dengan peruntukan ruang yang ditetapkan.

Ia juga melihat adanya peluang pemanfaatan material hasil galian pembangunan terowongan Tol Sicincin-Bukittinggi yang direncanakan sepanjang sekitar 5,8 kilometer untuk mendukung kebutuhan material dalam rencana perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. Hal tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung kebutuhan material untuk pengembangan kawasan pelabuhan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara Pemprov Sumbar dan Danantara dalam mengidentifikasi serta merealisasikan peluang investasi strategis di Sumbar, khususnya yang memiliki dampak langsung terhadap ketahanan energi, konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. (adpsb/bud)

Jumat Berkah Kapolres Karimun, Polsek Kundur Salurkan Tali Asih untuk Warga

0
Polsek Kundur Salurkan Tali Asih untuk Warga

Karimun – Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si. menunjukkan kepedulian kepada masyarakat kurang mampu melalui bantuan tali asih dalam program Jumat Berkah.

Bantuan dari Kapolres Karimun tersebut disalurkan oleh Polsek Kundur kepada warga kurang mampu di Jalan Tanah Tinggi, Kelurahan Tanjung Batu Kota, dan Jalan Tanjung Sesup, Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, Jumat (4/9/2026).

Penyaluran dilakukan personel Polsek Kundur yang dipimpin Kanit Sabhara IPTU Ahmad Beni bersama Bhabinkamtibmas BRIPKA Buzari dan personel Polsek Kundur Ageng Prayuda.

Kapolsek Kundur AKP Sarianto, S.H. mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian Kapolres Karimun sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Bantuan ini merupakan kepedulian Kapolres Karimun kepada masyarakat. Kami menyalurkannya langsung kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk hadirnya Polri untuk masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan Polri dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif. (Sapi’i)

Wabup Asahan Pimpin Rapat P4GN, Perkuat Sinergi Persempit Peredaran Narkoba

0
Rapat Sinkronisasi Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), yang digelar di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan. ( Foto: Sidabutar)

ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika melalui Rapat Sinkronisasi Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), yang digelar di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, Kamis (3/9/2026).

Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Asahan Rianto itu menjadi forum koordinasi lintas sektor guna menyamakan langkah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Asahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNN Kabupaten Asahan Adrea Retha Zulhelfi, perwakilan Lanal Tanjungbalai Asahan, Polres Asahan, Kejaksaan Negeri Asahan, organisasi perangkat daerah terkait, pengurus DPC GRANAT Kabupaten Asahan, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam pemaparannya, Kepala BNN Kabupaten Asahan Adrea Retha Zulhelfi menjelaskan berbagai strategi dan langkah yang telah dilakukan dalam pelaksanaan program P4GN. Materi yang disampaikan mencakup upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkotika, hingga penanganan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan bahwa persoalan narkotika merupakan tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kerja sama yang kuat antarlembaga.

“Ruang gerak peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Asahan harus kita persempit dan kita atasi bersama. Penyalahgunaan narkoba saat ini menjadi perhatian kita bersama,” ujar Rianto.

Ia mengatakan, rapat sinkronisasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat pencegahan dan penanganan kasus narkotika di daerah. Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana untuk menyusun strategi bersama agar program P4GN berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Melalui rapat ini, kita harapkan dapat menemukan solusi bersama, termasuk menentukan langkah dan tindakan selanjutnya dalam penanganan persoalan narkoba di Kabupaten Asahan,” katanya.

Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah instansi terkait mengenai program dan langkah yang dapat dilakukan secara kolaboratif untuk menekan angka penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Pemerintah Kabupaten Asahan berharap koordinasi yang semakin kuat antarlembaga dapat mendukung pelaksanaan program P4GN secara terpadu, sehingga upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dapat terwujud secara berkelanjutan. Sidabutar

Rektor UNP Lepas 13 Mahasiswa Berlaga di Peksiminas XVIII 2026

0
Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ir. Krismadinata, Ph.D., melepas 13 mahasiswa yang akan mewakili Sumatera Barat pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur. ( Foto: Humas UNP)

Padang — Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ir. Krismadinata, Ph.D., melepas 13 mahasiswa yang akan mewakili Sumatera Barat pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur. Pelepasan kontingen berlangsung di Ruang Sidang Rektor Lantai 4, Rectorate and Research Center UNP, Jumat (4/9/2026).

Sebanyak 13 mahasiswa tersebut akan berkompetisi pada tujuh cabang seni dalam ajang nasional yang berlangsung pada 7–11 September 2026. Kontingen UNP dijadwalkan bertolak menuju Universitas Jember pada Minggu (6/9/2026).

Dalam sambutannya, Rektor UNP berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menjunjung sportivitas, menjaga kekompakan, serta memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.

“Bertandinglah dengan semangat dan penuh percaya diri. Jaga sikap, kesehatan, dan nama baik Universitas Negeri Padang. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman, membangun jejaring, dan menunjukkan prestasi terbaik,” ujar Krismadinata.

Rektor juga mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kontingen UNP dapat meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNP, Dr. Asep Sujana Wahyuri, S.Si., M.Pd., mengatakan kontingen UNP diperkuat 21 orang yang terdiri atas 13 mahasiswa UNP dan delapan dosen pendamping dari FBS UNP. Para dosen pendamping berasal dari bidang yang relevan, termasuk Program Studi Tari dan Musik, untuk mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan perlombaan.

“Kontingen UNP akan mengikuti tujuh cabang lomba, yaitu Tari, Komik Strip, Menyanyi Dangdut, Baca Puisi, Penulisan Cerpen, Penulisan Puisi, dan Lukis,” kata Asep.

Ia menjelaskan, 13 mahasiswa tersebut sebelumnya telah meraih Juara 1 pada seleksi tingkat Provinsi Sumatera Barat sehingga berhak melanjutkan perjuangan di tingkat nasional. Keikutsertaan UNP pada Peksiminas juga menjadi bagian dari konsistensi universitas dalam pembinaan prestasi mahasiswa di bidang seni.

UNP tercatat terus berpartisipasi dalam Peksiminas sejak awal penyelenggaraan. Pada penyelenggaraan sebelumnya, mahasiswa UNP berhasil meraih Juara 2 Penulisan Cerpen dan Juara 3 Baca Puisi tingkat nasional.

Keikutsertaan mahasiswa UNP dalam Peksiminas turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui pengembangan potensi, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa di bidang seni. Ajang ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman dan membangun jejaring dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals.

Kontingen UNP dijadwalkan bertolak menuju Universitas Jember pada Senin (7/9) untuk mengikuti rangkaian Peksiminas XVIII 2026 yang mempertemukan mahasiswa berprestasi di bidang seni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, peserta Peksiminas, pembina, serta jajaran Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNP.(Sar/DM/KKPS UNP)

104 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB Universitas Serelo Lahat 2026, Wabup Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

0
104 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB Universitas Serelo Lahat 2026. (Foto: Zainal)

Lahat, Investigasi.News — Sebanyak 104 mahasiswa baru mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Serelo Lahat (Unsela) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas Serelo Lahat, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, sistem akademik, sekaligus membangun kesiapan sebelum menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Pembukaan PKKMB turut dihadiri Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., perwakilan Kapolres Lahat dan Dandim 0405 Lahat, Kepala Bank Sumsel Babel Lahat, Ketua dan Sekretaris YPS Lahat, Ketua Pengawas YPS Lahat, Rektor Universitas Serelo Lahat beserta Wakil Rektor I, II, III, dan IV, para ketua program studi, dosen, karyawan, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Serelo Lahat menjelaskan bahwa PKKMB merupakan bagian penting dalam proses awal mahasiswa memasuki kehidupan perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan akademik dan nonakademik, sistem pembelajaran, tata kehidupan kampus, serta berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan yang dapat menjadi wadah pengembangan potensi diri.

Rektor juga berpesan kepada seluruh panitia agar melaksanakan PKKMB secara edukatif, aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kegiatan yang justru mencederai tujuan utama PKKMB maupun merendahkan martabat mahasiswa baru.

Menurutnya, PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk memahami budaya akademik dan mempersiapkan diri menghadapi proses pendidikan selama menempuh studi di Universitas Serelo Lahat.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan momentum memasuki perguruan tinggi sebagai langkah awal membangun masa depan yang lebih baik.

Ia berharap mahasiswa Universitas Serelo Lahat mampu tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, memiliki integritas, berkompeten, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan Kabupaten Lahat.

Lebih jauh, mahasiswa juga didorong agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki jiwa kewirausahaan sehingga kelak mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lainnya.

“Ke depan, para mahasiswa diharapkan bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui semangat kewirausahaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati Lahat secara resmi membuka PKKMB Universitas Serelo Lahat Tahun 2026.

PKKMB Unsela Tahun 2026 dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat–Sabtu, 4–5 September 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan semakin mengenal lingkungan kampus, memahami sistem dan budaya akademik, serta memiliki kesiapan untuk mengikuti proses pendidikan sekaligus mengembangkan potensi diri selama menempuh studi di Universitas Serelo Lahat.

Dengan bekal pengetahuan, karakter, dan semangat kewirausahaan, mahasiswa baru diharapkan mampu memanfaatkan masa perkuliahan bukan hanya untuk meraih gelar akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi generasi yang produktif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang bagi dirinya maupun masyarakat.

(ZAINAL)

Bantuan Pangan Juli–September Cair, Pemdes Panca Mukti Salurkan untuk 243 KPM

0
Pemdes Panca Mukti Salurkan bantuan pangan untuk 243 KPM. Foto: Suprene

BANYUASIN, SUMSEL — Pemerintah Desa Panca Mukti, Jalur 8, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan bantuan pangan tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Penyaluran bantuan pangan untuk edisi Juli, Agustus, dan September tersebut diberikan kepada sebanyak 243 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Panca Mukti.

Kegiatan penyaluran berlangsung dengan melibatkan perangkat atau staf desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Keterlibatan unsur pemerintahan desa tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyaluran berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Kepala Desa Panca Mukti, Herman, S.E., bersama jajaran pemerintah desa turut memastikan pelaksanaan penyaluran berjalan dengan baik. Pemerintah desa memberikan perhatian terhadap kelancaran proses agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat penerima manfaat.

Bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Pemerintah Desa Panca Mukti juga mengimbau kepada seluruh KPM agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin untuk kebutuhan keluarga.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa, staf desa, BPD, dan masyarakat, penyaluran bantuan pangan diharapkan dapat terus berjalan secara tertib serta memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Panca Mukti.

(Suprene)

Belacan Asahan Bersiap Tembus Pasar Thailand, Bupati Dukung Penuh Pembinaan UMKM

0

ASAHAN – Produk belacan khas Kabupaten Asahan berpeluang menembus pasar internasional. Hal itu mengemuka dalam kunjungan Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan ke Rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Stasiun PPMHKP Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, menyampaikan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan untuk membina dan mengembangkan UMKM lokal yang memproduksi belacan, salah satu produk khas daerah tersebut.

Aan mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis agar produk belacan Asahan dapat menembus pasar ekspor. Bahkan, ekspor perdana ke Thailand ditargetkan terlaksana pada Oktober 2026.

“Kami berwacana untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam membina salah satu UMKM asli Asahan, yakni produk belacan. Rencananya, produk ini akan diekspor ke Thailand pada bulan Oktober 2026. Ini merupakan ekspor perdana dan akan membawa nama Asahan di kancah internasional,” ujarnya.

Menurut Aan, keberhasilan ekspor tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk-produk unggulan Asahan lainnya untuk bersaing di pasar global. Karena itu, PPMHKP berkomitmen memberikan pembinaan berkelanjutan kepada pelaku UMKM agar kualitas produk tetap terjaga dan mampu memenuhi standar pasar internasional.

Ia juga berharap belacan khas Asahan dapat berkembang menjadi ikon produk unggulan daerah yang memiliki daya saing tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan dan ekspor produk UMKM tersebut. Ia menilai langkah itu sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar bagi produk lokal.

“Kami mendukung sepenuhnya program ini. Saya meminta OPD terkait untuk dapat membantu dan memfasilitasi program tersebut agar berjalan dengan baik,” kata Taufik.

Bupati menegaskan, keberhasilan ekspor belacan akan menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM di Asahan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar negeri.

Ia juga mengapresiasi peran PPMHKP Tanjung Balai Asahan yang dinilai aktif mendorong promosi produk unggulan daerah.

“Terima kasih kepada PPMHKP yang telah berkenan memasarkan produk asli Asahan. Melalui program ini, penghasilan masyarakat Asahan akan bertambah. Mari bersama-sama mengembangkan UMKM Asahan agar semakin maju dan dikenal luas,” ujarnya.

Pertemuan yang turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Asahan, sejumlah pimpinan OPD terkait, serta tamu undangan lainnya itu diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan PPMHKP dalam meningkatkan daya saing produk UMKM Asahan di pasar internasional. ( Sidabutar)

Tambang Emas Yoka-Puai Menyala Lagi, Dapat Payung Dari APH? 

0
Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Yerri Basri Mak.

JAYAPURA — Aktivitas pertambangan emas yang diduga berlangsung di wilayah Yoka-Puai, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, mulai menuai sorotan serius. Bukan hanya soal dugaan legalitas kegiatan, tetapi juga penggunaan alat berat, status akses terhadap wilayah, hingga dugaan penggunaan merkuri dalam proses pengolahan emas.

Di tengah aktivitas tersebut, Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Yerri Basri Mak, kepada media ini, Kamis (3/9/2026), mendesak Pemerintah Kota Jayapura bersama aparat penegak hukum (APH) tidak tinggal diam dan segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurut Yerri, persoalan tersebut tidak cukup hanya dibicarakan berdasarkan informasi dari lapangan. Pemerintah dan APH harus memastikan sendiri apakah aktivitas pertambangan tersebut memiliki dasar hukum dan perizinan yang sah atau justru berjalan tanpa legalitas yang jelas.

“Ini harus dibuka secara terang. Siapa yang memberikan akses, siapa yang menggunakan akses tersebut, untuk kegiatan apa, dan atas dasar apa aktivitas pertambangan bisa berlangsung di sana,” tegas Yerri.

Sorotan semakin menguat setelah muncul dugaan keterlibatan seorang aparatur sipil negara (ASN) dalam aktivitas pertambangan tersebut.

Yerri menyebut, sosok yang diduga sebagai pengusaha tambang tersebut disebut bekerja di lingkungan Balai Kebudayaan yang berada di kawasan Expo Waena.

Tak hanya itu, Yerri juga menyoroti pihak yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat dan diduga memberikan akses terhadap aktivitas pertambangan.

Menurutnya, pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pihak yang menjalankan aktivitas tambang. Pihak yang memberikan akses juga harus dimintai keterangan untuk mengungkap bagaimana aktivitas tersebut bisa berlangsung.

“Jangan hanya periksa pengusaha tambangnya. Pemilik hak ulayat yang diduga memberikan akses juga harus diperiksa. Harus jelas siapa yang memberikan akses, kepada siapa, untuk kegiatan apa, dan atas dasar apa,” tegasnya.

Menurut Yerri, jika pemeriksaan dilakukan secara serius, ini tidak lah sulit bagi APH. Karena rantai aktivitas pertambangan tersebut, mulai dari penguasaan atau penggunaan wilayah, pihak yang memberikan akses, pihak yang menjalankan kegiatan, hingga legalitas usaha pertambangan tampak nyata.

Selain persoalan legalitas dan akses wilayah, penggunaan alat berat dalam aktivitas tersebut juga menjadi perhatian.

Yerri meminta pihak berwenang memastikan apakah penggunaan alat berat tersebut memiliki dasar hukum dan peruntukan yang sah.

Lebih parahnya lagi, terdapat dugaan penggunaan merkuri (Hg) dalam proses pengolahan emas.

Kata Yerri, tidak boleh dibiarkan menjadi sekadar isu. Menurutnya, penggunaan bahan berbahaya dalam kegiatan pertambangan harus menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap tanah, air, maupun lingkungan sekitar apabila dilakukan tanpa pengawasan dan pengendalian yang memadai.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait

Jhon