Beranda blog Halaman 4915

Gubernur Mahyeldi Perluasan TPA Regional Payakumbuh Paling Realistis Menjawab Persoalan Saat Ini.

0

Bukittinggi, investigasi.news

Guna pembiayaan perluasan pembangunan Sell Landfill senilai 34 Miliar sebagai kebutuhan amat mendesak penanganan over capacity Tempat Pembuang Akhir (TPA) Regional Payakumbuh, karena kondisi anggaran pemprov Sumatera Barat untuk anggaran 2022 yang terbatas, karenanya dalam rapat kita mencari opsi-opsi terbaik dalam menyelesaikan masalah ini.

Hal ini diungkap Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam rapat pembahasan kondisi TPA regional Payakumbuh dan upaya penanganan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (12/9/2021).

Gubernur Mahyeldi untuk opsi pertama kita akan menyiapkan surat bersama gubernur dan bupati/walikota terkait yang akan disampaikam kepada kepada kementerian terkait, karena keterbatasan anggaran di Provinsi dan kabupaten, sementara soal lahan sudah menjadi aset pemprov Sumbar.

“Minimal pemerintah pusat dapat membantu sepenuhnya atau minimal separohnya dan separoh lainnya di provinsi dan kabupaten/kota terkait TPA Regional ini. Kita prihatin dimasa pandemi ini anggaran provinsi dan kab/ko amat minim sekali,” ungkap Mahyeldi.

Langkah lain Mahyeldi juga meminta pihak PLN agar memberikan kajian rinci terhadap tingkat keamanan tower yang ada dilokasi pembangunan tersebut.

“Hal ini bagaimana keamanan kondisi tower yang ada dilokasi ini tidak berdampak buruk terhadap pembangunan dan aktifitas eksekusi perluasan sell landfill baru guna memenuhi kebutuhan penampungan dan pengolahan sampah. ini,” harapnya.

Diantaranya opsi yang dimiliki pemerintah daerah adalah perluasan sell landfill, serta memperbaiki maupun menambah membran sementara untuk TPA yang berlokasi di Padang Karambia, Kota Payakumbuh ini.

“Langkah paling realistis yang bisa kita lakukan sekarang adalah pembangunan membran sementara, dan perluasan sell landfill,” kata gubernur.

Ia juga menyampaikan pentingnya sinergitas antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota dalam menyikapi persoalan ini.

Lebih lanjut opsi lainnya gubernur menekankan perlunya pemisahan dan pengolahan sampah organik untuk meningkatkan efektivitas penampungan sampah di TPA. Dengan demikian sampah organik pun dapat diolah untuk dijadikan pupuk.

“Ke depan kita upayakan pengendalian dan pengolahan sampah organik yang lebih ramah Lingkungan supaya bisa menjadi pupuk,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah mengatakan volume sampah yang masuk ke TPA Regional itu diantaranya Kota Payakumbuh sebanyak 34 persen, Agam 6 persen, Limapuluh Kota 11 persen dan Bukittinggi 49 persen.

Rerata kenaikan volume sampah dari tahun 2018-2020 sekitar enam persen pertahun dengan rincian pada 2018 sekitar 72.932 ton, naik jadi 77.095 pada 2019 dan naik lagi menjadi 82.411 ton pertahun pada 2020.

Ia mengatakan tanggul penahan sampah tersebut pernah jebol pada 2017 dan menimbun lahan pertanian warga. Tanggul itu sudah diperbaiki pada 2018 namun sampah yang menimbun lahan masyarakat belum semua berhasil diangkat.

Direkomendasikan membebaskan lahan tersebut seluas satu hektare yang dimanfaatkan untuk mendukung tanggul sekaligus mengganti kerugian masyarakat karena lahan itu tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk pertanian.

Ia berharap perbaikan segera dilakukan kerena ada ancaman jebol jika volume sampah terus ditambah.

Turut hadir pada rapat itu, Sekda Prov Sumbar, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Prov Sumbar, Kepala Dinas lingkungan hidup prov Sumbar, kepala balai prasarana pemukiman wilayah Sumbar, GM PLN Wilayah III Sumbar, Wako Payakumbuh, Wako Bukittinggi, Bupati Agam dan perwakilan Bupati 50 kota serta OPD lingkup Pemprov Sumbar.

Rel/ns

Nilai Tukar Rupiah Awal Minggu Ini Melemah

0

Jakarta, Investigasi.news

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan diproyeksi melemah seiring pelaku pasar yang mengantisipasi data inflasi Amerika Serikat.

Rupiah dibuka melemah 37 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp14.240 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.203 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini karena pasar mengantisipasi rilis data inflasi konsumen AS bulan Agustus yang akan dirilis besok malam,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut Ariston, data kemungkinan akan menunjukkan tingkat inflasi AS masih meninggi yang membuka peluang tapering pada akhir tahun oleh The Fed.

Pada akhir pekan lalu, data inflasi produsen AS bulan Agustus masih menunjukkan kenaikan 8,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan sebelumnya 7,8 persen.

Selain itu, salah satu pejabat The Fed pimpinan area Cleveland Loretta Mester pada Jumat (10/9) malam mendukung kebijakan tapering diberlakukan pada akhir tahun ini.

“Namun di sisi lain, membaiknya kasus COVID-19 di Tanah Air dibandingkan negara tetangga, bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah,” ujar Ariston.

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (12/9) bertambah 3.779 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,17 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 188 kasus sehingga totalnya mencapai 138.889 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 9.401 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,92 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 109.869 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 72,77 juta orang dan vaksin dosis kedua 41,73 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak ke kisaran Rp14.180 per dolar AS hingga Rp14.250 per dolar AS.

Padahal, Pada Jumat (10/9) kemarin, rupiah menguat 50 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp14.203 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

Ay

Kampus PLB UNP Terbakar, Dua Mobil Hangus

0

Padang, Investigasi.news

Kebakaran dilaporkan terjadi di kampus yang beralamat di Jalan Limau Manis, RT 01 RW 01 Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh sekitar pukul 15.20 WIB.

Kebakaran yang dilaporkan tersebut melanda sebuah bangunan permanen di Kampus Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat (Sumbar) hanguskan dua unit mobil.

“Kami menerima informasi sekitar pukul 15.20 WIB dari dari security kampus, saksi melihat api disertai asap pada bangunan yang berfungsi sebagai garasi,” kata Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasaran Dinas Damkar Kota Padang Basril, Minggu.

Amukan si jago merah mengakibatkan bangunan permanen sebagai garasi itu rusak berat, dan menghanguskan kendaraan di dalamnya.

Dengan rincian satu unit mobil Kijang Innova, satu unit mobil Corona 76, dan satu unit sepeda motor jenis matik.

Kerugian materil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, namun demikian tidak ada korban jiwa.

Untuk memadamkan kobaran api pihak Damkar Padang menurunkan puluhan personel serta enam unit mobil pemadam kebakaran.

Butuh waktu sekitar dua jam bagi petugas untuk menjinakkan amukan si “jago merah” serta melakukan pendinginan di lokasi kejadian.

“Alhamdulillah korban jiwa nihil, namun untuk kerugian material totalnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan serta melakukan olah tempat kejadian perkara.

Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui, karena menunggu proses penyelidikan lebih lanjut dari polisi.

Ns/Rls

Gempa Agam 5,3 Magnitudo Terasa di Kota Sawahlunto

0

Sawahlunto, Investigasi.news

Gempa bumi kuat menggoyang Kabupaten Agam Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (12/9/2021).

Gempa berkekuatan Magnitudo 5,3 ini terasa kuat hingga ke Padang, dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat gempa berada di koordinat bumi 0.52 LS-99.64 BT. Gempa berlokasi 49 km barat daya Agam dan terjadi pukul 16.02.20 WIB.

Gempa berada di kedalaman 29 km itu sempat mengagetkan sejumlah warga di Kota Sawahlunto

Meski demikian beberapa warga di lapangan Segitiga taman kota ini tampak biasa saja ketika peristiwa itu berlangsung.

Pengunjung salah satu warung tak jauh dari Lapangan Segitiga ini hanya bergumam gempa ” kayaknya terasa gempa, ya” sahut Handoko (34) pengunjung warung.

Pengamatan investigasi.news gempa sesaat ini hanya jadi bahan perbincangan, namun beberapa pengunjung taman kota ini tak beranjak dari tempat duduknya. (T.Ab)

Galang Dana, Seluruh Elemen di Nagari Nan Tujuah Beli Ambulance Masjid

0

Agam, Investigasi.news

Keterbatasan dana tak menghalangi Pengurus Masjid, masyarakat, serta para parantau Jorong Sipisang Nagari Nan Tujuah Kecamatan Palupuh untuk membeli Ambulance Masjid.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya pada koordinator penggalangan dana, donatur dan hamba Allah yang telah berkontribusi untuk pembelian mobil ambulance Layanan Umat ini.

Kami harapkan perantau selalu memonitor pengelolaan mobil ini, Kalau ada yang kurang, tolong diingatkan”, kata Ketua Pengurus Mesjid Nurul Hikmah, Alizar Tuanko Marajo.

Seperti yang dikatakan Yosep Hendri ketua Bamus Nagari Nan Tujuah, “kami sangat mengapresiasi kegigihan Koordinator, Pengurus masjid, tokoh masyarakat serta lapisan masyarakat baik yang di kampung maupun di rantau, dimana sebuah mimpi tiga tahun yang lalu, Alhamdulillah telah terwujud.

Dibalik terwujudnya harapan masyarakat ini, tentu ada sosok yang gigih dalam mengupayakan pengumpulan donasi dari donatur, sehingga hal yang di idam idamkan masyarakat dapat berjalan sesuai harapan.

Terimakasih Pengurus Masjid, masyarakat di kampung maupun di parantauan serta terimakasih juga kepada Bpk. H. Muchtar Bahar, Ibu Hj. Yulinar Ismail yang lebih dikenal dengan Tek Nan dan ibu Hj. Rosni Ismail atau yang lebih dikenal denganTek Pon,
dimana beliau merupakan koordinator penggalangan dana untuk mendapatkan ambulance Layanan Umat Masjid Nurul Hikmah Jorong Sipisang ini. Tutup Yosep Hendri Ketua Bamus Nagari Nan Tujuah.

“Ini sebuah prestasi bagi Mesjid Nurul Hikmah, karena mesjid ini lah satu satunya Masjid di Kecamatan Palupuh yang pertama memiliki ambulance Masjid. Kata Drs. Hakim Tarmizi Walinagari Nan Tujuah.

” semoga ini dapat mendorong jorong dan nagari lain untuk mencontohnya”. Tukasnya.

Kami berharap “agar lingkup layanan mobil ini dapat diperluas,  bagi warga jorong lain yang memerlukan layanan mobil ambulance ini, hendaknya pengurus harus siap sedia”. Tutupnya.

Sementara kepada awak media melalui WhatsApp (12/9/21) Yulinar Ismail menjelaskan, niat awal Koordinator membeli mobil ambulance ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat, menginggat jarak tempuh dari Sipisang Nagari Nan Tujuah ke Puskesmas maupun ke Rumah Sakit Umum di Bukittinggi cukup jauh, serta masyarakat kami membutuhkan biaya yang cukup besar apabila merental mobil.
Nah hal itulah yang membuat hati kami terpancing untuk menyediakan jasa ambulance Masjid untuk masyarakat yang sakit dan Insya Allah bagi masyarakat yang membutuhkannya mobil selalu tersedia.

“Kami sangat optimis apa yang kami lakukan ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Alhamdulillah, ternyata niat ini disambut baik dan didukung
sepenuhnya oleh masyarakat baik perantau, maupun yang di kampung, pengurus mesjid beserta tokoh² masyarakat Nagari Nan Tujuah.
Ungkap Yulinar Ismail atau Tek Nan sapaan akrabnya di Kampung.

(Ary)

Peserta Bimtek Jitu Pasna BPBD Sumbar Dibekali Cara Buat Infografis Bencana

0

Padang, Investigasi.news

Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) hari ke-3. Dalam Bimtek kali ini para relawan diuji pengetahuan tentang Infografis dan menghitung kerugian ekonomi akibat bencana.

Kali ini pemateri didatangkan dari Konsultan Kebencanaan MCS (Mahoni Cakra Saujana) dari Yogyakarta yakni, Bambang Heri Isnawati, Jayadi Imam Nugroho.

Jayadi Nugroho mempresentasikan tentang tiga bencana alam yakni, Gempa bumi, Banjir, Longsor serta pentingnya sebuah INFOGRAFIS dalam sebuah kejadian termasuk bencana.

“Sebuah Infografis menjadi suatu bagian penting dalam sebuah kejadian, seperi bencana alam”, ujarnya.

Dia menerangkan jika terjadi suatu bencana alam seperti Gempa, Banjir dan Longsor dapat dilakukan penghitungan kerugian ruang lingkup yaitu Pemukiman, infrastruktur, Sosial, Ekonomi dan Lintas Sektor dalam bentuk infografis.

Selanjutnya setelah menjelaskan hal Kebencanaan dengan santai dan serius J Nugroho mengajak para relawan Jitu Pasna untuk bisa mempresentasikan sebuah bencana secara praktek dan membuat sebuah infografis.

Tugas membuat Infografis bencana diberikan pemateri, disesuaikan dengan daerah masing-masing kelompok relawan yang sebelumnya sudah dibentuk perkelompok.

Sebelumnya, dijelaskan bencana alam antara lain Gempa bumi, Longsor dan Banjir.

Relawan ditugaskan dampak kerugian yang ditimbulkan, kerusakan, gangguan akses, gangguan fungsi, peningkatan resiko.

Begitu pula Perumahan Pemukiman, Infrastruktur, Ekonomi, Sosial dan Lintas Sektor.

Diketahui Infografis adalah sebuah kumpulan gambar: foto, desain ilustrasi, teks, dan sesuatu yang memberikan informasi umum tentang suatu topik secara ringkas yang dapat dengan mudah dipahami.

Selanjutnya J Nugroho memberikan tugas relawan menyusun sebuah infografis terkait bencana yang dipilih bagi masing-masing kelompok.

“Baik sekarang tugas kelompok relawan semua membuat dan menyusun sebuah infografis bencana”, ajak Nugroho.

Relawan dari Nanggalo Padang Dafi, Oktavira, Rahil mengaku sanggup untuk mengerjakan tugas dari pemateri. Begitu pula dengan Rinaldo dan Fiki dari Padang Barat.

“Kami sanggup membuat tugas yang diberikan meski sedikit lama,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek Jitu Pasna angkatan ke-4, digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar diikuti ratusan perserta relawan Kebencanaan baik kecamatan maupun kelurahan di kota Padang dimulai tanggal 13 hingga 16 September 2021 di Emersia Hotel.

Sc

Proses Hukum Pencemaran nama Baik Melalui ITE Ketua DPRD Solok Vs Bupati Terus Berlanjut

0
hukum

Solok. Investigasi.News

Semenjak Kabupaten Solok di Pimpin Oleh Bupati Epyardi Asda yang berpasangan dengan Jon Firman Pandu selaku Wakil Bupati berbagai persoalan kegaduhan muncul bahkan sampai keranah Hukum, berbagi Laporan terus membanjiri Para Pejabat Kabupaten Solok baik di tingkat Kejaksaan maupun di tingkat Kepolisian bahkan ada pula yang telah sampai ke Pengadilan.

Terkait perseteruan Ketua DPRD Solok, Dodi Hendra dan Bupati Solok Sumatera Barat Epyardi Asda, keduanya dipanggil oleh penyidik Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumbar. Pemanggilan ini karena Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok atas kasus pencemaran nama baik.

Menelusuri Kasus tersebut berawal dari pengaduan Dodi Hendra pada 15 Juli 2021 lalu tentang dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), menurut keterangan yang disampaikan oleh Dodi Hendra selaku Pelapor dalam kasus ini menyatakan, “Saya secara Pribadi dan juga selaku Ketua DPRD Kabupaten Solok yang diamanahkan Rakyat dan Partai tidak terima Bupati Solok Epyardi Asda menyebarkan sebuah video ke grup WhatsApp yang diduga berisi unsur penghinaan atau pencemaran nama baik saya”, Ini masalah pribadi saya, yang diserang adalah pribadi saya.

Namun imbas dari penyerangan ini sudah sangat luas, bukan hanya terhadap pribadi saja, tapi juga terhadap partai, lembaga, masyarakat dan mental keluarga saya, dan Negara kita Negara Hukum maka dari itulah saya melaporkan dan menyerahkan proses kasus ini secara hukum kepada Aparat Hukum, dan proses hukum harus tetap berjalan”, kata Dodi.

Dari informasi yang berkembang terkait dengan kasus Laporan Pencemaran nama Baik melalui Informasi Tekhnologi Pihak kepolisian Polda Sumbar melalui Bagian Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake yang di lansir oleh berbagai media Masa menyatakan sudah memeriksa sejumlah saksi di antaranya adalah admin grup WA tersebut dan Saksi lainnya yang dibutuhkan dalam pembuktian perkara ini.

“Mengenai Saksi telah kita lakukan pemeriksaan dan saat ini kita memanggil kedua belah pihak untuk mediasi pada Selasa (7/9). Kalau tidak tercapai perdamaian maka kasusnya akan kita lanjutkan”, kata Satake.

Sementara itu Kuasa Hukum Ketua DPRD Solok, Yuta Pratama mengakui telah menerima surat panggilan tersebut. “Sudah kita terima, Insya Allah kita siap hadir”, kata Yuta. Soal kemungkinan apakah akan damai atau lanjut terus, Yuta belum bisa menjawabnya karena tergantung hasil mediasi nanti. “Kita lihatlah nanti apakah damai atau lanjut terus setelah mediasi akan terjawab”, kata Yuta.

Setelah sampainya di hari Pemanggilan kedua belah Pihak Selasa 7/9 Kemaren, Selaku Masyarakat Indonesia yang taat Hukum Ketua DPRD Dodi Hendra yang di dampingi Sekretaris DPD Gerindra Evi Yandri bersama Kuasa hukumnya Yuta Pratama mendatangi Polda Sumbar untuk memenuhi panggilan Penyidik Diskrimsus Polda Sumbar terkait kasus yang dilaporkan, namun sangat di sayangkan pihak Terlapor dalam hal ini Bupati Solok Epyardi Asda Tidak Hadir, atas informasi ketidak hadiran Bupati Solok tersebut banyak pihak yang mengganggap Bupati Tidak Taat Hukum dan tidak menghargai Proses Hukum bahkan adapula yang menyatakan Tidak Pantas Seorang Pemimpin Daerah Tidak hadir di panggil Polisi terkait persoalan Hukum, Seperti yang di nyatakan oleh Mantan Bupati Solok Syamsu Rahim di berbagai Media On Line, bahkan Syamsu Rahim angkat bicara soal tidak hadirnya Bupati Solok, Epyardi Asda dalam pertemuan mediasi, di Polda Sumatra Barat, pada Selasa (7/9).

Menurutnya, apa yang dilakukan Epyardi Asda tersebut tidaklah pantas Seharusnya sebagai Kepala Daerah, saudara Bupati Epyardi hadir dalam pertemuan mediasi tersebut. Itukan mediasi baik, agar kedua belah pihak bertemu. Seharusnya Epyardi menghargai aparat Kepolisian,” ujar Syamsu Rahim ketika diwawancara awak media, Selasa (7/9).

Menurut Syamsu Rahim, Epyardi Asda harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, khususnya daerah yang ia pimpin yakni Kabupaten Solok. Bagaimana menjadi warga negara yang baik. Masak iya, Epyardi terpancing dengan omongannya Dodi Hendra. Gara-gara Statemen pintu maaf sudah tertutup, lalu dirinya tidak hadir.

Hal ini membuat dirinya kecil di hadapan masyarakat. Seharusnya dia datang dan menghargai proses hukum. Tidak datangnya dia sama juga tidak menghormati institusi atau lembaga lain, Syamsu Rahim berharap, persoalan antara Ketua DPRD Kabupaten Solok dan Bupati ini dapat segera terselesaikan. Karena, masyarakat saat ini sedang menunggu kepastian hukum. Masyarakat Kabupaten Solok Menunggu Kepastian Hukum terhadap persoalan ini”, kata Syamsu Rahim.

Sementara itu Polda Sumatra Barat (Sumbar) melakukan mediasi terkait laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra kepada Bupati Solok Epyardi Asda atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, agenda mediasi yang dilakukan oleh Polda Sumatera Barat ini tidak terjadi karena pihak terlapor Bupati Solok Epyardi Asda tidak hadir dalam agenda ini.

Yang hadir hanya pelapor yakni Ketua DPRD Solok Dodi Hendra. Tampak, Dodi Hendra hadir bersama dengan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Eviyandri Rajo Budiman dan pengacara dari Dodi Hendra, Yuta Pratama mendatangi Polda Sumbar dalam mengikuti proses mediasi di Subdit 5, Cyber Direkrimsus Polda Sumbar, Selasa 07 September 2021.

(Bram)

Jabatan Ketua DPRD Kab. Solok Dodi Hendra Dikudeta Secara Paksa

0
dprd

Solok. Investigasi.News

Terkait pemberhentian Dodi Hendra dalam sidang paripurna, DPRD Kabupaten Solok, beberapa waktu lalu, Sekretaris DPD Gerindra, Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman menyampaikan, ada tirani mayoritas yang terjadi di DPRD Kabupaten Solok.

Eviyandri menyampaikan, tidak hanya tirani mayoritas, akan tetapi bisa disebut pengkebirian, pengkudetaan dari orang-orang yang merasa dirinya benar. Padahal, belum tentu yang sedikit itu salah. Saat ini masyarakat bisa melihat adanya tirani mayoritas yang terbentuk di Kabupaten Solok.

Adanya pengkebirian, pengkudetaan secara paksa, kepada kader kami, Dodi Hendra dari orang-orang yang jumlahnya banyak dan merasa dirinya paling benar”, ucap Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat ini, Rabu, (1/8) siang.

Menindak lanjuti permasalahan ini, Dodi Hendra menunjuk Vino Oktavia sebagai kuasa hukum dalam melakukan proses hukum kedepannya. Kita sama-sama melihat dan kita menduga ini sudah di disaint sejak awal. Karena itu, saya akan menempuh jalur hukum. Untuk itu, hari ini saya menunjuk Vino Oktavia dalam menjalani proses hukum kedepan”, ungkapnya.

Dalam jumpa pers yang digelar Dodi Hendra bersama tim kuasa hukumnya, Sabtu, (21/8) siang, Vino Oktavia, menilai bahwa keputusan BK ini patut dipertanyakan. Banyak hal dan kejanggalan yang terjadi secara prosedural dalam pengambilan keputusan ini.

Berbeda dengan info yang beredar, bahwa Dodi Hendra dimosi tidak percaya dan arogan. Ternyata itu bukan menjadi acuan dalam rekomendasi pemberhentian ini. Malah BK menyatakan bahwa Dodi Hendra tidak menjalankan tugas dan menjaga etika dalam berhubungan dengan instansi lain”, ungkap Vino.

Dia juga menambahkan bahwa hal ini aneh, kejadian itu pada tahun 2020 dan Dodi Hendra masih menjadi anggota DPRD Kab. Solok komisi 1 yang membawahi Dinas Pendidikan. Ini aneh, saat itu Dodi Hendra masih menjadi anggota DPRD, belum menjadi Ketua DPRD. Lah kenapa dasar itu dijadikan alasan untuk memberhentikan Dodi Hendra menjadi Ketua DPRD”, terang mantan Direktur LBH Sumbar ini.

Dalam jumpa pers, Vino selaku kuasa hukum meminta agar Gubernur berhati-hati dalam menerima rekomendasi dan pengambilan keputusan nantinya. Kita berharap kepada Gubernur Sumbar agar berati-hati dalam pengambilan keputusan terkait rekomendasi ini. Kami tegas, akan mengambil dan menempuh jalur hukum dalam hal ini, kita tunggu saja, akan ada kejutan kedepannya”, tegasnya.

(Bram)

Dua Hari Bupati ‘Geriliya’ Di Ibu Kota Provinsi , Percepatan Pembangunan Pasaman Segera Dimulai

0

Padang, Investigasi.news

Mengandalkan DAU dan DAK yang ada di APBD tahun berjalan, guna melakukan percepatan, apalagi harus dengan langkah pemulihan tentu tidak akan mampu dan mencukupi bagi sebuah pemerintahan membangun daerahnya.

Apalagi dengan usia periodesasi jabatan bupati/walikota hasil pilkada 2020 yang amat singkat, yang hanya 3,5 tahun saja.

Jika paham dengan kondisi demikian, Seorang kepala daerah yang bijak, hendaknya segera mengambil langkah tidak biasa, malah harus luar biasa, untuk bisa mengimplementasikan komitmennya untuk menggenjot percepatan di segala bidang, termasuk menjalankan program sosial pensejahteraan masyarakat di daerahnya.

Lobi-lobi ke kementerian dan lembaga, termasuk menggaet alokasi anggaran yang tersebar di OPD Pemprov dan unit instansi vertikal yang ada di ibu kota provinsi, merupakan langkah tepat yang seharusnya dilakukan oleh Kepala Daerah yang memang memiliki kompetensi untuk itu.

Seperti halnya Bupati Pasaman H. Benny Utama, kendati masih baru, atau dapat diumpamakan baru di ‘babak uji coba’ enam bulan perdana usia jabatan bupatinya, ternyata telah langsung bergerak cepat dan menapaki langkah luar biasa tersebut, demi daerah dan masyarakat Kabupaten Pasaman, yang dipimpinnya.

“Dengan porsi anggaran yang ada sekarang, ditambah keharusan refocusing APBD di masa wabah pandemi Covid-19, tentu tidak akan banyak yang bisa kita perbuat, apalagi jika bicara percepatan pembangunan dan merealisasikan program kerakyatan khusus yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” ujarnya..

Menurutnya, amanah yang sudah disandang, mesti dipertanggung jawabkan. Kelemahan dan kendala yang dijumpai, harus diantisipasi, agar harapan masyarakat yang tertompang, bisa diwujudkan.

“Bagi Saya, tindakan dan kebijakan yang membawa manfaat bagi banyak orang, merupakan kelumrahan yang wajar saja bagi seorang kepala daerah, karena memang itu tugas dan tanggungjawabnya,” kata Bupati Pasaman periode ke dua ini.

Selama dua hari kerja di ibu kota Provinsi Sumatera Barat, Bupati H. Benny Utama telah bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan banyak instansi pemerintahan, baik OPD provinsi, maupun instansi vertikal yang ada di Padang.

“Alhamdulilah hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Seperti pertemuan dengan Rektor UNP, telah diperoleh kepastian lokasi pembangunan Kampus UNP di Kecamatan Tigo Nagari, dan Pak Rektor sudah menyampaikan suratnya ke kita,” ujar Pak Benny.

Selanjutnya, pembangunan pabrik pakan ikan mandiri di Rao, akan dilelang (tender) pada bulan November 2021 ini oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan pagu dana hampir Rp.30 milyar, dan menurut schedulenya, pengerjaan physiknya akan dimulai Januari 2022 depan.

Kemudian, permohonan dari kantor ke ke kantor yang dilakukan lansung Bupati Pasaman selama dua hari, Kamis dan jumat, 9 dan 10 September kemaren dengan Kepala BWS Sumatera V, Dian Kamila, ST, MT, Kasatker PJN I Sumbar Thaibur ST.MT, Kadis PUPR Ir Fhatol Bahri, dan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi, S. HUT, MSi, serta beberapa kantor lainnya, telah mendapat respon positif atas seluruh program yang dimohonkan Bupati untuk daerahnya, Kabupaten Pasaman.

“Alhamdulillah direspon secara baik. Namun ada beberapa dokumen yang harus kita lengkapi, termasuk beberapa surat ke kementerian, agar program yang kita ajukan bisa terealisasi mulai tahun depan,” jelas Pak Benny tampak senang.

Alhamdulillah…….

Bud/Ris

Atlet Binaraga Sawahlunto Iwan Samurai Bertekad Raih Medali Emas Untuk Sumbar di PON XX Papua

0

Sawahlunto, Investigasi.news

Atlet binaraga asal kota Sawahlunto Yani Muswar atau Iwan Samurai bertekad raih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Iwan Samurai peraih medali emas di kelas 75 kg untuk Kota Sawahlunto pada Porprov ke XV di Padang Pariaman 2018 lalu dan meraih medali emas PON XIX Jawa Barat 2016.

“ sebagai atlet tentu bertekad untuk meraih medali meski kondisinya persaingan sangat tinggi untuk meraih terbaik “ kata Iwan di Sekretariat KONI Sawahlunto Sabtu (11/8/2021)

Ketua KONI Kota Sawahlunto Muryanto sangat apresiasi dengan Iwan Samurai baik dengan prestasi yang diraihnya maupun dorongan semangat mengembangkan olahraga binaraga di kota ini

“ Iwan Samurai bukan hanya sebagai atlet di kota Sawahlunto, tapi sudah sebagai penyemangat menumbuhkan atlet-atlet muda sehingga memiliki talenta binaraga potensi kedepan” sebut Muryanto.

Lifter angkat berat kota Sawahlunto Ari Saputra juga peraih emas kelas 56 kilogram Porprov ke XV di Padang Pariaman 2018 itu berharap atlet binaraga Iwan Samurai berhasil meraih prestasi di PON XX Papua.

“ bukan hanya kebanggan Sumbar saja, tapi juga kebanggan Kota Sawahlunto apalagi Iwan Samurai jadi motivator para atlet binaraga, angkat besi dan angkat berat kota ini” kata Ari Sputra.

Selain Iwan Samurai, atlet Kota Sawahlunto yang memperkuat Sumbar pada PON XX Papua adalah Ari Pramanto dan Andi Saputra (kempo), M Latif (aero sport), Vebi Sasmita (Tarung Drajat), Daniel (balap motor), Dedek Saputra (Cricet), Nita Seprida (Panjat tebing) dan Ridhan (Pencaksilat). Sedangkan pelatih adalah Aspil (Panjat tebing), Novriadi Chandra (Tarung Drajat) dan Irmai Hendri (Pencak silat).

(T.Ab)