Beranda blog Halaman 57

Dorong Transformasi Layanan Primer, Menkes Apresiasi Inovasi JEMPOL CKG Puskesmas Marunggi

0
Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan RI secara virtual dari Ruang Rapat Walikota Pariaman. ( Foto: MC Kota Pariaman)

Kota Pariaman – Kementerian Kesehatan terus memperkuat jangkauan deteksi dini penyakit di tingkat tapak. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan RI secara virtual dari Ruang Rapat Walikota Pariaman, Kamis (21/8/2026), pemerintah menyoroti keberhasilan inovasi JEMPOL CKG (Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis) yang dikembangkan oleh Puskesmas Marunggi, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Rapat kerja strategis tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan tinggi Kemenkes RI, mulai dari Wamenkes I, Wamenkes II, Sekjen, para Direktur Jenderal, Kepala Badan/Pusat Kebijakan, hingga jajaran pakar akademisi FKM UI dan tim teknis nasional.Dalam kesempatan tersebut, pemaparan inovasi JEMPOL CKG disampaikan secara langsung oleh Fitriyanti, SKM dengan didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pariaman, dr. Hendri Putra, Kepala Puskesmas Marunggi, Arrizki, SKM, Kepala Bidang Promkes Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Susrikawati, SKM, MM, serta sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas Marunggi.Inovasi JEMPOL CKG membawa pergeseran paradigma dalam pelayanan kesehatan dasar, di mana petugas kesehatan aktif mendatangi pemukiman warga dan tempat kerja untuk melakukan skrining kesehatan.

Capaian Lampaui Rata-Rata ProvinsiLangkah proaktif ini terbukti mendongkrak cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat secara signifikan. Berdasarkan data evaluasi program, capaian CKG Kota Pariaman berhasil menembus angka 47,6%, melampaui rata-rata Provinsi Sumatera Barat sebesar 38,7% serta target nasional yang ditetapkan pada angka 36%.

Tak sekadar memeriksa, penanganan pasca-skrining juga dilakukan secara terintegrasi. Kasus temuan seperti Hipertensi dan Diabetes langsung ditindaklanjuti melalui program pendampingan SAHABAT OBAT dan kunjungan rumah berkala, dengan tingkat tatalaksana mencapai lebih dari 85% dari total kasus yang teridentifikasi.

Dukungan Digital dan Kepuasan PublikDari sisi tata kelola data, Puskesmas Marunggi memanfaatkan platform SIPINTER ILP untuk memastikan pencatatan hasil pemeriksaan terintegrasi secara real-time. Respons masyarakat terhadap pola pelayanan langsung ini terbilang sangat positif, ditunjukkan oleh indeks kepuasan publik yang mencapai 94,5% dengan predikat Sangat Baik.

Menteri Kesehatan mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan Kota Pariaman dan Puskesmas Marunggi. Model integrasi pelayanan primer berbasis komunitas ini dinilai menjadi percontohan konkret dalam mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas langsung ke tengah masyarakat.(fadli/Afri)

Pengurus Baru PWI Padang Panjang Dilantik, Jaga Profesionalisme dan Soliditas

0
Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang periode 2026-2029. ( Foto: kominfo Padang Panjang)

Padang Panjang— Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang periode 2026-2029 resmi dilantik. Kepengurusan yang dipimpin Supriyanto atau Bento tersebut diharapkan mampu menjaga profesionalisme, soliditas organisasi, serta memperkuat peran pers sebagai penyampai informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

Pelantikan dilakukan Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat Widya Navies di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Senin (24/8/2026). Pada kesempatan yang sama, turut dilantik kepengurusan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Padang Panjang.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Allex Saputra, Ketua DPRD Imbral, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kepengurusan baru ini, Bento dipercaya sebagai ketua, Isril Naidi sebagai sekretaris, dan Rahmad sebagai bendahara. Jajaran pengurus juga diperkuat sejumlah bidang, di antaranya Organisasi, Pendidikan, Hukum dan Pembelaan Wartawan, Kerja Sama Antarlembaga, serta Wartawan Olahraga.

Widya Navies mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan dan membangun organisasi secara transparan. Menurutnya, soliditas menjadi salah satu kunci agar organisasi dapat berkembang dan menjalankan fungsinya dengan baik.

“Kalau pengurus tidak kompak, tidak solid, ini menjadi pertanda buruk terhadap sebuah organisasi. Karena itu, jaga kekompakan dan jaga kepengurusan dengan transparansi,” katanya.

Ia berharap PWI Padang Panjang dapat menjadi rumah bagi para wartawan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang baik antara insan pers dan Pemerintah Daerah. Namun, sinergi tersebut, menurutnya, tidak boleh menghilangkan fungsi pers dalam melakukan kontrol dan koreksi terhadap jalannya pemerintahan.

“Bersinergi dengan Pemerintah bukan berarti wartawan tidak boleh melakukan koreksi kepada Pemerintah. Namun, sebelum dijadikan konsumsi publik, pastikan berita mendapatkan data yang akurat, berimbang, terkonfirmasi, dan jelas kebenarannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wako Hendri Arnis menyampaikan apresiasi kepada PWI Sumatera Barat atas pelantikan kepengurusan baru PWI dan IKWI Kota Padang Panjang. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah untuk menjalankan roda organisasi.

Menurut Hendri, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap PWI Padang Panjang dapat terus membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan.

“Dengan hadirnya Ketua PWI Sumbar, tentu memberikan dukungan yang luar biasa juga untuk Padang Panjang,” ujarnya.

Hendri juga mengajak insan pers untuk turut menyosialisasikan berbagai program dan inovasi Pemerintah Kota Padang Panjang. Salah satunya aplikasi PAPAGO atau Padang Panjang Go yang mengintegrasikan berbagai informasi dan layanan pemerintahan dalam satu platform.

“Kami meminta bantuan kita semua untuk bisa menyosialisasikan mengenai aplikasi ini. Karena semua mengenai pemerintahan tersedia di PAPAGO ini,” katanya.

Sementara Bento menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelantikan kepengurusan periode 2026-2029. Ia berharap PWI Padang Panjang dapat semakin maju dan menjadi wadah yang mampu memperkuat kapasitas serta kebersamaan para wartawan di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Kami butuh dukungan dari semua pihak agar wartawan di Padang Panjang lebih maju lagi ke depannya,” ungkapnya. (shintia/Kamal)

Kabupaten Malang Jadi Sampel Verifikasi Virtual Stbm 5 Pilar Dinkes Jatim, Desa Sambigede Wakili Kec. Sumberpucung

0
Zoom verifikasi STBM dengan Propinsi Jawa Timur sebelum verifikasi lapangan

MALANG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar Verifikasi Virtual Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 5 Pilar Tahun 2026. Kabupaten Malang terpilih sebagai salah satu dari 4 kabupaten/kota di Jatim yang mewakili proses verifikasi tersebut.

Berdasarkan surat Dinkes Jatim Nomor: 400.7.11.4/ 9908/102.3/2026 tertanggal 10 Agustus 2026, kegiatan verifikasi dilaksanakan pada Kamis, 14 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB melalui Zoom. Empat daerah yang ditunjuk adalah Kabupaten Malang, Madiun, Gresik, dan Kota Pasuruan.

“Surat ini menindaklanjuti arahan Kemenkes RI terkait percepatan pencapaian indikator Kabupaten/Kota Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 2026,” bunyi surat yang ditandatangani Kepala Dinkes Jatim Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI, FINASIM, MARS.

Penyusuran lokasi verifikasi di wilayah RT 26

Sumberpucung dan Desa Sambigede Jadi Titik Sampel
Dari Kabupaten Malang, sebanyak 12 kecamatan ditunjuk sebagai sampel. Salah satunya adalah Kecamatan Sumberpucung yang mewakili kategori wilayah sungai.

Puskesmas Sumberpucung kemudian menunjuk Desa Sambigede untuk mewakili kecamatan dalam verifikasi ini.

Tim dari Puskesmas Sumberpucung yang hadir terdiri dari Koordinator Kesling Herlis, PJ Klaster 4 Tutik, Koordinator Promkes Farida, PJ Klaster 1 Sugianto, serta didampingi Kepala Puskesmas Sumberpucung drg. Rahmawati Daha.

Di tingkat desa, petugas pembina Desa Sambigede Priyanto dan Istanti bersama perangkat desa Syaiful turut mendampingi. Tim gabungan ini menyusuri wilayah RT 26 Desa Sambigede. Sesuai permintaan verifikator, 1 rumah dipilih menjadi sampel untuk diwawancarai.

Rumah yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan propinsi sebagai sampel

Fokus Verifikasi: 5 Pilar STBM
Dalam verifikasi virtual tersebut, tim verifikator dari Dinkes Provinsi menggali langsung kondisi sanitasi di lapangan. Beberapa pertanyaan yang diajukan terkait pelaksanaan STBM 5 Pilar, antara lain: pembuangan limbah, penyimpanan makanan, pengelolaan air minum, penggunaan jamban sehat, dan cuci tangan pakai sabun.

Verifikasi ini bertujuan untuk memutakhirkan data capaian STBM 5 Pilar tingkat desa/kelurahan beserta dokumen pendukungnya di Provinsi Jawa Timur.

Dinkes Jatim juga meminta agar Pembina STBM/Pokja lintas sektor dan mitra terkait dapat mendampingi tim provinsi selama proses verifikasi berlangsung.

Verifikasi virtual

Dengan terpilihnya Desa Sambigede, diharapkan capaian sanitasi di wilayah kerja Puskesmas Sumberpucung dapat menjadi gambaran kondisi riil sanitasi berbasis masyarakat di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah aliran sungai.

Bayar Rp300 Ribu, Surat Pindah Tak Kunjung Jadi: Wali Murid MTs DDI Tirta Kencana Pertanyakan Dugaan Pungutan

0
MTs DDI Tirta Kencana. (Foto: Suprene)

BANYUASIN, SUMSEL — Dugaan pungutan dalam pengurusan surat pindah siswa di MTs DDI Tirta Kencana, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, kian menuai sorotan. Seorang wali murid mengaku telah menyerahkan uang Rp300 ribu untuk pengurusan surat pindah anaknya. Namun, setelah uang dibayarkan, dokumen yang dijanjikan justru tak kunjung selesai.

Yang membuat persoalan ini semakin mengusik, wali murid disebut malah diminta mengurus sendiri surat pindah tersebut ke Pangkalan Balai.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan serius: jika pada akhirnya orang tua harus mengurus sendiri, untuk apa uang Rp300 ribu tersebut dibayarkan?

Dugaan pungutan ini bukan lagi sekadar soal nominal. Persoalannya menyentuh transparansi pelayanan administrasi pendidikan dan pertanggungjawaban pihak sekolah kepada orang tua siswa.

Wali murid yang telah mengeluarkan uang tentu berhak memperoleh kejelasan. Apakah Rp300 ribu tersebut merupakan biaya resmi? Jika memang resmi, apa dasar hukumnya, siapa yang menerima, dan untuk layanan apa dana itu dipungut?

Sebaliknya, apabila tidak memiliki dasar yang jelas, dugaan pungutan tersebut patut mendapat pemeriksaan serius dari instansi berwenang.

Nama Muhammad Rois, S.Pd., yang disebut sebagai Kepala MTs DDI Tirta Kencana, ikut terseret dalam persoalan tersebut. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak terkait.

Upaya awak media untuk meminta penjelasan juga disebut tidak berjalan mulus. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Muhammad Rois diduga memblokir nomor awak media sebelum berita ini diterbitkan.

Alih-alih memberikan penjelasan terbuka mengenai dugaan pembayaran Rp300 ribu, komunikasi justru terputus. Sikap tersebut semakin membuat persoalan ini layak dipertanyakan secara publik, meski pemblokiran komunikasi itu sendiri belum dapat dijadikan bukti adanya pelanggaran.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin perlu turun tangan untuk memastikan apakah terdapat pungutan dalam pelayanan surat pindah siswa di madrasah tersebut, apakah pungutan itu memiliki dasar resmi, serta bagaimana mekanisme pertanggungjawaban uang yang telah dibayarkan wali murid.

Sebab, pelayanan pendidikan bukan ruang untuk membiarkan orang tua berjalan dalam ketidakjelasan. Ketika uang sudah dibayar tetapi dokumen tak kunjung diterima dan orang tua justru diminta mengurus sendiri, maka wajar jika publik menuntut penjelasan yang terang.

Jangan sampai persoalan ini berhenti hanya pada angka Rp300 ribu. Yang jauh lebih penting adalah memastikan tidak ada praktik pungutan yang membebani masyarakat dan tidak ada pelayanan administrasi pendidikan yang berjalan tanpa transparansi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak MTs DDI Tirta Kencana belum memberikan klarifikasi mengenai dugaan pembayaran Rp300 ribu, keterlambatan surat pindah, maupun alasan wali murid diarahkan mengurus sendiri ke Pangkalan Balai.

Suprene

Kapolres Karimun Kunjungi Polsek Buru dan Salurkan Bansos untuk Warga

0
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani menyerahkan bantuan beras SPHP secara simbolis kepada warga di Kayu Ara Hitam, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Senin (24/8/2026).

Karimun – Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si. melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Buru sekaligus menggelar bakti sosial dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kayu Ara Hitam, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, turut dihadiri Wakapolres Karimun Kompol Eri Sujati, S.H., M.H., para pejabat utama Polres Karimun, Kapolsek Buru IPTU Rizky Yudianto, S.H., unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta sekitar 100 masyarakat Kecamatan Buru.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karimun menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada 100 warga, sekaligus mengikuti permainan rakyat dan lomba anyaman ketupat bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri sekaligus mempererat silaturahmi dan kemitraan dengan masyarakat.

Kapolres juga meninjau Polsek Buru, asrama personel dan SPPG Polri. Kepada personel, Kapolres menekankan pentingnya menjaga disiplin, integritas dan profesionalisme serta meningkatkan pengawasan melekat guna mencegah berbagai bentuk pelanggaran.

“Apabila belum mampu berprestasi, setidaknya jangan melakukan pelanggaran. Tetap bersyukur, loyal, disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas,” tegas AKBP Yunita Stevani.

Kapolres turut mengajak masyarakat Buru menjaga persatuan, kepedulian dan keamanan lingkungan. Ia menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah terus berkembang di Kecamatan Buru, di antaranya SPPG yang telah beroperasi, pembangunan tiga unit Koperasi Desa Merah Putih, serta usulan Program Kampung Nelayan.

Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif. Kapolres menegaskan, kehadiran Polri di tengah masyarakat akan terus diperkuat melalui pendekatan humanis, kegiatan sosial dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat demi terciptanya Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Karimun. Sapi’i

Karut-Marut Koordinasi Pascagempa Flores, Aksi Dua Camat Lamba Leda dan Lamba Leda Utara Jadi Sorotan

0
Camat Lamba Leda Utara terlibat adu mulut dengan petugas BNPB terkait logistik yang tidak sesuai. Sementara itu, Camat Lamba Leda menerima protes warga yang mempertanyakan ketidakhadiran gubernur.

Manggarai Timur, Investigasi.News — Penanganan masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan setelah dua insiden di Kecamatan Lamba Leda dan Lamba Leda Utara viral di media sosial.

Kedua peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait komunikasi, koordinasi, serta distribusi bantuan dalam masa tanggap darurat pascagempa.

Di Kecamatan Lamba Leda Utara, Camat Agustinus Supratman terlihat meluapkan kekecewaannya saat meninjau posko pengungsian pada 21 Agustus 2026. Dalam video yang beredar, ia tampak membanting paket logistik di hadapan petugas BNPB.

Ketegangan disebut terjadi setelah Camat Agustinus mempertanyakan kondisi bantuan yang tersedia dan menolak menandatangani berita acara penyerahan bantuan.

Informasi yang beredar menyebutkan, terdapat ketidaksesuaian antara data bantuan yang tercatat dengan jumlah bantuan fisik di lapangan. Disebutkan sekitar 300-an paket sembako tersedia untuk memenuhi kebutuhan sekitar 21.171 jiwa yang tersebar di 11 desa terdampak di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Sementara itu, di Kecamatan Lamba Leda, pada 24 Agustus 2026, warga berkumpul di halaman kantor camat setelah menerima informasi mengenai rencana kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke lokasi pengungsian.

Warga disebut telah menunggu sejak pagi dengan harapan dapat bertemu langsung dengan rombongan sekaligus menerima bantuan. Namun, kunjungan tersebut tidak terealisasi karena keterbatasan waktu.

Situasi kemudian berkembang menjadi kekecewaan dan aksi protes warga. Dalam video yang beredar, terlihat ketegangan antara warga dan aparatur pemerintah.

Camat Lamba Leda dan Kepala Desa Tengku Leda kemudian memberikan klarifikasi melalui video. Keduanya mengakui adanya pengumpulan masyarakat untuk agenda tersebut, namun pertemuan dengan rombongan gubernur akhirnya tidak terlaksana.

Camat juga menyampaikan bahwa bantuan yang tersedia akan didistribusikan ke desa-desa untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Dua insiden tersebut menunjukkan bahwa persoalan penanganan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bantuan, tetapi juga menyangkut akurasi data, komunikasi publik dan koordinasi antarinstansi.

Dalam kondisi tanggap darurat, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai jumlah bantuan, penerima, mekanisme distribusi serta waktu penyalurannya. Ketidaksesuaian informasi berpotensi memperbesar kekecewaan warga yang sejak awal berada dalam kondisi rentan akibat bencana.

Bagi warga yang kehilangan rumah, kehilangan anggota keluarga, atau masih tinggal di posco pengungsian, menunggu tanpa ketidakpastian pascagempa dapat berubah menjadi akumulasi kekecewaan. Namun, warga tetap dihimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkis di tengah situasi penyintas yang masih belum tersentuh bantuan sama sekali.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana perlu melakukan evaluasi terhadap sistem koordinasi dan distribusi bantuan di lapangan berdasarkan kebutuhan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

(Severinus T. Laga)

Kabut Asap Karhutla: Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung Bagikan Masker dan Imbau Warga Cegah Kebakaran

0
Kabut Asap Karhutla: Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung Bagikan Masker dan Imbau Warga Cegah Kebakaran

OGAN ILIR — Kepolisian Resor Ogan Ilir jajaran Polda Sumatera Selatan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap dan debu dari titik panas serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Ilir.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., bersama personel Polres Ogan Ilir turun langsung ke masyarakat membagikan masker pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menyampaikan imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap serta berperan aktif mencegah Karhutla.

Pembagian masker dilakukan di dua lokasi strategis:

– Jalan Lintas Timur Palembang–Indralaya KM 35, Kecamatan Indralaya Indah — menyasar pengguna jalan, terutama anak-anak yang dinilai lebih rentan terpapar asap dan debu. Personel juga menyampaikan imbauan keselamatan berkendara.

– Kawasan Wisata Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya — menyasar keluarga yang berwisata di hari libur, sekaligus menunjukkan kehadiran kepolisian dalam memperhatikan kesehatan warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi. Masker ini kami bagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan.” — AKBP Rizka Aprianti

Berdasarkan pemantauan lapangan, kualitas udara di sejumlah wilayah Ogan Ilir terpantau kurang baik. Pada pagi dan sore hari, asap masih menyelimuti beberapa kawasan, mengurangi jarak pandang dan berpotensi membahayakan pengguna jalan roda dua maupun roda empat.

Kapolres mengimbau:

“Ketika jarak pandang terganggu akibat asap, masyarakat harus lebih berhati-hati. Nyalakan lampu kendaraan, kurangi kecepatan, dan jangan memaksakan diri berkendara dengan kecepatan tinggi.”

Selain antisipasi dampak kesehatan, Kapolres juga mengajak warga berperan aktif mencegah Karhutla:

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membakar sampah sembarangan dan jangan membakar lahan maupun kebun. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.”

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan langkah Polres Ogan Ilir merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel menghadirkan perlindungan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Perlindungan kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap menjadi bagian dari kehadiran Polri, sekaligus menguatkan pesan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.” — Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan kepada kepolisian maupun instansi terkait.

Kehadiran Kapolres Ogan Ilir bersama personel di tengah masyarakat menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam memperkuat pencegahan Karhutla sekaligus memberikan perlindungan langsung terhadap masyarakat dari dampak asap dan debu. M. Buddy

Polda Sumsel & TNI Siap Amankan Kunjungan Presiden RI Serta Peninjauan Karhutla

0
Polda Sumsel & TNI Siap Amankan Kunjungan Presiden RI Serta Peninjauan Karhutla

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama jajaran Forkopimda dan unsur TNI memperkuat kesiapan pengamanan jelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Sumatera Selatan. Kesiapan ini ditegaskan melalui Apel Pasukan Pengamanan VVIP di Lapangan Jasdam II/Sriwijaya, Palembang, Senin (24/8/2026).

Apel dipimpin oleh Danrem 044/Gapo untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, jalur perjalanan, serta lokasi-lokasi yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan. Salah satu agenda utama Presiden adalah peninjauan langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan.

Kesiapan pengamanan VVIP ini menjadi bagian dari sinergi TNI–Polri dan instansi terkait guna menjamin kelancaran agenda kenegaraan sekaligus memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal.

Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan kesiapsiagaan personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi penanggulangan bencana. Setiap satuan tugas diminta menempati pos sesuai penempatan yang telah ditetapkan serta mengantisipasi potensi kerawanan di sepanjang rute maupun lokasi peninjauan.

Pengamanan VVIP diselaraskan dengan pelaksanaan Operasi Aman Nusa II yang sedang berjalan di wilayah Sumatera Selatan. Satgas Karhutla Polda Sumsel bersama jajaran terus melaksanakan pemadaman titik api, patroli terpadu, serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan.

Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., bersama Dirlantas dan Dansat Brimob, memastikan pola pengamanan rute dan pengawalan VVIP telah disiapkan secara matang — mencakup koordinasi rekayasa lalu lintas, penempatan personel di titik rawan, serta antisipasi kondisi darurat bersama seluruh Kasubsatgas di lapangan.

“Seluruh titik rawan sepanjang rute perjalanan RI 1 telah kami petakan dan disiagakan personel gabungan. Kesiapan ini kami padukan dengan operasi penanganan Karhutla yang sedang berjalan agar seluruh rangkaian kunjungan dapat berlangsung aman dan tertib.” — Karo Ops Polda Sumsel

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol. Roberto Pardede, S.I.K., M.I.K., menegaskan jajarannya telah menyiapkan skema pengawalan dan rekayasa lalu lintas di setiap titik strategis, termasuk antisipasi kepadatan kendaraan, guna menjamin kelancaran perjalanan sekaligus meminimalkan dampak bagi mobilitas masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam mengamankan seluruh rangkaian kunjungan Presiden sekaligus mendukung penanganan Karhutla.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya dan memperkuat sinergi bersama TNI serta instansi terkait demi memastikan kelancaran pengamanan VVIP serta efektivitas mitigasi Karhutla di lapangan.” — Kabid Humas Polda Sumsel

Melalui apel ini, personel gabungan pengamanan rute, area, serta Satgas Karhutla disiapkan secara optimal. Sinergi TNI–Polri bersama Pemda dan unsur terkait menegaskan kesiapan Sumatera Selatan dalam mendukung agenda kenegaraan sekaligus memperkuat upaya perlindungan masyarakat dan lingkungan dari ancaman Karhutla.

M. Buddy

Diduga Sedot Puluhan Ton Solar Subsidi di Brebes, Jaringan Mafia BBM Disorot FWJI Indonesia

0
Berdasarkan informasi yang diperoleh FWJI Indonesia, sedikitnya terdapat enam unit truk fuso tronton yang diduga beroperasi setiap hari mengisi solar subsidi di beberapa SPBU. ( Foto: Tim FWJI)

BREBES – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi kembali mencuat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) menyoroti aktivitas sejumlah armada truk modifikasi yang diduga digunakan untuk mengangkut solar subsidi dalam jumlah besar dari sejumlah SPBU di wilayah Tengguli dan sekitarnya.

Sorotan tersebut muncul di tengah instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta aparat penegak hukum, Pertamina, dan Satgas Migas memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh FWJI Indonesia, sedikitnya terdapat enam unit truk fuso tronton yang diduga beroperasi setiap hari mengisi solar subsidi di beberapa SPBU. Armada tersebut disebut memiliki tangki modifikasi dengan kapasitas besar yang diduga digunakan untuk menampung BBM subsidi.

Aktivitas armada tersebut terpantau di kawasan SPBU Tengguli pada Sabtu (22/8/2026) malam. Sejumlah kendaraan disebut melakukan pengisian berulang kali dengan menggunakan nomor polisi yang berbeda-beda.

Jika dugaan itu benar, volume solar subsidi yang terserap diperkirakan mencapai puluhan ton setiap hari. Solar yang diperoleh dengan harga subsidi tersebut diduga kemudian diperjualbelikan kembali ke sektor industri dengan harga non-subsidi untuk meraup keuntungan besar.

Praktik semacam ini dinilai berpotensi merugikan negara sekaligus mengurangi jatah BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak menerimanya.

Diduga Dikendalikan Jaringan Terorganisir

Dalam penelusuran yang dilakukan FWJI Indonesia, muncul nama seorang pria yang disebut-sebut sebagai pemilik usaha tersebut. Sementara operasional di lapangan diduga dikendalikan oleh orang kepercayaannya yang bertugas mengatur aktivitas pengisian solar di sejumlah SPBU wilayah Brebes.

Aktivitas yang berlangsung secara terbuka itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah setempat. Pasalnya, armada berukuran besar yang diduga melakukan pengisian berulang kali seharusnya dapat terdeteksi melalui sistem pengawasan maupun pemantauan aparat terkait.

FWJI Minta Aparat Bertindak

Ketua Umum FWJI Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau Opan, menyatakan pihaknya akan menyampaikan laporan dan temuan tersebut kepada Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Polda Jawa Tengah, Polres Brebes, serta Satgas Migas.

Menurutnya, dugaan penyalahgunaan solar subsidi tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran biasa karena menyangkut distribusi energi yang menjadi kebutuhan masyarakat luas.

“Kami akan menyurati dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar dilakukan penyelidikan menyeluruh. Jika terbukti melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, maka pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Opan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam laporan tersebut maupun dari aparat penegak hukum terkait dugaan praktik penyalahgunaan solar subsidi di wilayah Brebes. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang berimbang. Tim

Pemprov Sumbar Dalami Rekaman Viral, Sanksi Menanti Jika Pelanggaran Terbukti

0
Arymbi Pujiastuty resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand). Istri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumbar itu meraih yudisium “Sangat Memuaskan”.

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil langkah cepat menindaklanjuti beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan pejabat di lingkungan Pemprov Sumbar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan pihaknya langsung melakukan klarifikasi setelah menerima rekaman tersebut dan memanggil pihak yang diduga ada dalam rekaman untuk dimintai keterangan.

“Begitu kami menerima rekaman yang beredar, kami langsung mengambil langkah dengan memanggil pihak yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi,” tegas Arry, Senin (24/8/2026).

Dari hasil klarifikasi awal yang dilakukannya bersama Asisten II Setda Provinsi Sumbar terhadap terduga yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sumbar, Arry mengatakan yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang terdapat dalam rekaman tersebut.

“Yang bersangkutan sudah kami panggil dan telah memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa dirinya ada dalam rekaman tersebut. Yang bersangkutan juga telah mengundurkan diri dari jabatannya,” ungkap Arry.

Arry menjelaskan, selanjutnya persoalan ini akan diproses secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengatakan perkembangan terkait permasalahan ini, juga telah dilaporkannya kepada Gubernur.

“Sudah kami laporkan langsung kepada Bapak Gubernur. Arahan beliau, tentu persoalan ini ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan sesuai ketentuan disiplin PNS, Pemprov Sumbar membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Tim tersebut diketuai langsung oleh Sekda, dengan anggota Inspektur, Kepala BKD, serta Asisten II selaku atasan langsung yang bersangkutan.

“Insyaallah, proses pemeriksaan akan segera dimulai. Tim akan memeriksa seluruh fakta dan keterangan yang diperlukan secara objektif, kemudian memberikan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Arry.

Arry menegaskan Pemprov Sumbar tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap tindakan yang terbukti melanggar ketentuan disiplin maupun etika ASN.

Namun, ia meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi proses pemeriksaan dan tidak menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta diperoleh.

“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap persoalan ini. Namun, kami meminta agar tidak berkembang spekulasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan menangani persoalan ini secara serius, objektif, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila berdasarkan hasil pemeriksaan nantinya memang terbukti adanya pelanggaran disiplin PNS, Pemprov Sumbar akan mengambil tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, tentu akan ada tindakan dan sanksi sesuai aturan. Prinsipnya, Pemprov Sumbar akan menegakkan disiplin dan menjaga integritas aparatur,” pungkas Arry. (adpsb/bud)