Beranda blog Halaman 9

Malam Grand Final Uda Uni Payakumbuh, Wako Zulmaeta: Uda-Uni Harus Jadi Duta Pariwisata, Budaya dan Ekonomi Kreatif

0
Malam Grand Final Uda Uni Payakumbuh. ( Foto: Kominfo Payakumbuh)

Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meminta Uda dan Uni Kota Payakumbuh 2026 tidak berhenti sebagai ikon daerah, tetapi mampu menjadi duta yang memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Payakumbuh hingga tingkat nasional dan internasional.

Pesan tersebut disampaikan Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda saat menghadiri Malam Grand Final Pemilihan Uda Uni Kota Payakumbuh 2026 di Aula Joserizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (5/9/2026) malam.

Rida mengatakan Uda dan Uni terpilih harus mampu merepresentasikan Payakumbuh dengan karakter, wawasan, serta kepedulian terhadap adat dan budaya Minangkabau.

“Malam ini bukan sekadar malam untuk menentukan siapa yang akan menjadi Uda dan Uni Kota Payakumbuh Tahun 2026. Lebih dari itu, malam ini adalah ajang untuk menyaksikan lahirnya generasi muda Payakumbuh yang memiliki karakter dan wawasan,” kata Rida.

Ia menekankan Uda dan Uni harus mampu menjadi wajah Payakumbuh dengan mengedepankan rasa bangga terhadap daerah, memahami adat dan budaya, serta tetap terbuka terhadap perkembangan zaman.

“Sebagai generasi muda Payakumbuh, kita harus mampu menghargai adat, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu, sembari tetap terbuka terhadap perubahan dan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Rida, Payakumbuh memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas, mulai dari budaya, kuliner, sejarah, seni tradisi, ekonomi kreatif hingga keindahan alam. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting dalam mengemas dan mempromosikan potensi tersebut secara kreatif.

“Kita ingin Uda Uni Kota Payakumbuh menjadi generasi yang berakar pada budaya, tetapi berpikiran maju,” katanya.

Rida mengingatkan gelar Uda dan Uni bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah untuk menjalankan peran sebagai duta daerah.

“Mahkota bukanlah akhir dari perjalanan. Mahkota adalah awal dari sebuah tanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap Uda dan Uni terpilih terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah, sekaligus aktif mempromosikan pariwisata dan budaya Payakumbuh serta mengajak generasi muda lainnya melakukan berbagai kegiatan positif.

“Kepada Uda dan Uni Kota Payakumbuh nantinya, saya titipkan satu pesan: jaga nama baik Payakumbuh di mana pun berada,” tutupnya.

Pada grand final tersebut, 14 Uda dan 14 Uni bersaing setelah melewati rangkaian pendaftaran, seleksi, pembinaan, karantina, pembekalan kepariwisataan dan kebudayaan, public speaking, serta berbagai tahapan penilaian.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Yunida Fatwa mengatakan seluruh finalis merupakan peserta terbaik yang telah melewati rangkaian seleksi dan pembinaan.

“Para finalis akan bersaing secara sehat dan sportif untuk memperebutkan gelar Uda dan Uni Kota Payakumbuh Tahun 2026,” katanya.

Yunida mengatakan rangkaian pemilihan tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada peserta agar memiliki kapasitas sebagai generasi muda yang mampu berkontribusi bagi daerah.

“Jadikan gelar ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi amanah untuk berkarya, berkontribusi dan membawa nama baik Payakumbuh,” pungkasnya.

Grand final tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, Wakil Ketua DPRD Hurisna Jamhur, Asisten I Nofriwandi, Ketua TP-PKK Eni Zulmaeta, Ketua GOW Yeni Elzadaswarman, Ketua DWP Elfriza “Chece” Rida Ananda, sejumlah kepala OPD, serta undangan lainnya. (Oyon)

2.982 Generasi Qur’ani Diwisuda, Pemkab Solok Selatan Hadirkan 11 Paket Umrah sebagai Apresiasi

0
Sebanyak 2.982 penghafal Al-Qur’an mengikuti Wisuda Akbar Tahfidz Qur’an Ketiga Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026 yang digelar di Padang Aro. ( Foto: Kominfo Solsel)

Solok Selatan – Sebanyak 2.982 penghafal Al-Qur’an mengikuti Wisuda Akbar Tahfidz Qur’an Ketiga Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026 yang digelar di Padang Aro, Sabtu (5/9/2026). Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter berlandaskan Al-Qur’an.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan, para peserta wisuda merupakan bagian penting dari masa depan daerah. Menurutnya, mereka bukan sekadar anak-anak yang berhasil menghafal Al-Qur’an, tetapi merupakan aset dan harapan bagi agama, daerah, bangsa, dan masa depan peradaban.

“Sebanyak 2.982 anak-anak kita yang telah menghafal kalamullah diwisuda hari ini. Mereka adalah mutiara Solok Selatan, mutiara bangsa, harapan agama, sekaligus cahaya peradaban,” ujar Khairunas dalam sambutannya.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur dan kemajuan fisik. Kekuatan iman, akhlak, serta kualitas generasi muda menjadi bagian penting dalam menciptakan daerah yang maju dan sejahtera.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mendorong keberlanjutan program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz Qur’an yang telah berjalan kurang lebih lima tahun.

Khairunas menyebutkan, saat ini telah terdapat 225 Rumah Tahfidz binaan Pemerintah Daerah serta 198 Rumah Tahfidz mandiri yang tersebar di Solok Selatan. Keberadaan Rumah Tahfidz tersebut telah melahirkan ribuan hafidz dan hafidzah setiap tahunnya.

“Keberkahan daerah bukan hanya hadir dari pembangunan fisik semata, melainkan juga dari kuatnya iman, kokohnya akhlak, dan lahirnya generasi Qur’ani,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan Wisuda Akbar Tahfidz Qur’an bukan hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga momentum evaluasi untuk melihat sejauh mana program tahfiz berkembang dan apa yang perlu diperbaiki ke depan.

(Deno)

Diduga Edarkan Sabu, Pria 52 Tahun Diciduk di Pondok Surau Duku

0
Seorang pria inisial MR (52), yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Saat diamakan Satresnarkoba Polres Padang Pariaman, bersama barang bukti tiga paket kecil sabu, dan satu unit telepon genggam, Selasa (1/9/2026).

Padang Pariaman — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Padang Pariaman kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria inisial MR (52), yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu berhasil diamankan di sebuah pondok di Korong Surau Duku, Nagari Bisati Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor : LP/A/45/IX/2026/SPKT/Satresnarkoba/Polres Padang Pariaman, sebelumnya aparat kepolisian menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi peredaran narkotika yang meresahkan warga di daerah tersebut.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, SH., SIK., MIK., melalui Kasat Resnarkoba AKP Irhas Murad, SH., MH., menjelaskan setelah menerima informasi tersebut, tim opsnal langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk memastikan keberadaan terduga target.

“Dari hasil penyelidikan, petugas mendapatkan informasi keberadaan terduga pelaku sedang berada di sebuah pondok di Korong Surau Duku. Tim kemudian melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” ujar AKP Irhas Murad, Sabtu (5/9/2026).

Dalam penggeledahan badan, petugas menemukan sebuah plastik warna bening. Di dalamnya terdapat tiga paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik sedotan warna merah.
Selain itu, polisi juga turut menyita satu unit telepon genggam merek Vivo Y05 warna biru dongker yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Seluruh proses penggeledahan dan penyitaan dilakukan dengan disaksikan oleh perangkat nagari serta warga setempat, sebagai bentuk transparansi penegakan hukum. Di hadapan penyidik, MR mengakui barang bukti yang ditemukan tersebut adalah miliknya,” ucapnya.

“Petugas telah berupaya melakukan pelacakan terhadap nomor telepon milik pemasok utama barang haram tersebut melalui telepon genggam milik MR, namun hingga saat ini nomor tersebut tidak aktif.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Padang Pariaman guna penyidikan dan proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, MR disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

AKP Irhas Murad menegaskan, akan terus berkomitmen memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Padang Pariaman. Upaya tersebut dilakukan melalui pengungkapan kasus, penindakan terhadap pelaku, serta memburu pemasok utama barang haram tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika. Mari bersama-sama memerangi narkotika demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

(Andra Sikumbang)

Syaiful Bahri Wafat, Mahyeldi: Sumbar Kehilangan Sosok Berdedikasi

0
Gubernur Mahyeldi Ansharullah saat melayat ke rumah duka Alm. Syaiful Bahri (Pung) di Jalan Koto Baru No: 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Sabtu (5/9/2026).

PADANG — Kepergian Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri meninggalkan duka bagi Pemerintah Provinsi Sumbar. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah langsung melayat ke rumah duka di Jalan Koto Baru No. 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (5/9/2026).

Syaiful Bahri yang akrab disapa Pung meninggal dunia dalam usia 59 tahun. Di rumah duka, Mahyeldi menyampaikan belasungkawa sekaligus mendoakan almarhum dan memberikan penguatan kepada istri serta keluarga yang ditinggalkan.

Jenazah Syaiful Bahri sebelumnya dimandikan di rumah duka dan disalatkan di Masjid Nurul Ikhlas. Setelah itu, jenazah dibawa ke Kantor Gubernur Sumbar untuk dilepas sebelum dimakamkan di makam keluarga di kawasan Andalas, Kota Padang.

Mahyeldi mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala kekhilafan diampuni, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Ia juga berharap almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan beliau, menerima seluruh amal ibadah serta menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Mahyeldi.

Kepada keluarga, Mahyeldi berpesan agar kepergian Syaiful Bahri diterima dengan ikhlas. Ia berharap istri dan keluarga almarhum diberi kekuatan menghadapi kehilangan sekaligus dapat melanjutkan kehidupan dengan ketabahan.

Mahyeldi menyebut wafatnya Syaiful Bahri bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Pemprov Sumbar dan masyarakat. Menurutnya, almarhum merupakan sosok baik yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan setiap amanah pemerintahan.

“Beliau adalah pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Sejak saya menjabat sebagai Wali Kota Padang, saya sudah mengenal beliau dan mempercayakan berbagai posisi dan tugas kepada beliau. Semua tugas dijalankan dengan baik dan penuh dedikasi,” ujarnya.

Mahyeldi mengatakan Syaiful Bahri telah memberikan kontribusi nyata selama mengemban berbagai amanah pemerintahan, termasuk dalam bidang kebudayaan. Pengabdian tersebut, kata dia, menjadi bagian dari kontribusi almarhum bagi kemajuan daerah dan masyarakat Sumbar.

“Insyaallah, seluruh kontribusi, pengabdian, dan kebaikan yang telah beliau berikan kepada daerah dan masyarakat semasa hidup menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” tutur Mahyeldi. (adpsb/cen/bud)

Mahyeldi Dorong Generasi Muda Dekat Masjid dan Melek Keuangan

0
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyerahkan bingkisan kepada peserta Nagari Mabit Camp 2.

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong generasi muda membekali diri sejak dini dengan nilai keagamaan, literasi keuangan, serta kedekatan dengan masjid. Menurutnya, kualitas pembinaan generasi hari ini akan menentukan wajah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka secara resmi Nagari Mabit Chapter 2 bertajuk “Muda Berwakaf dan Spirit Haji Muda” yang digelar Bank Nagari di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Jumat (4/9/2026) malam.

Mahyeldi mengapresiasi pelaksanaan Nagari Mabit Camp yang memasuki edisi kedua. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan berbagai bekal penting bagi siswa-siswi di Sumatera Barat.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Banyak hal yang ingin dihadirkan kepada adik-adik kita, siswa-siswi yang ada di Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

Ia menyebut peserta akan mendapatkan pembekalan literasi keuangan, perbankan syariah dan keuangan syariah. Pengetahuan tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam mengelola keuangan sejak dini.

Selain aspek literasi, Mahyeldi menilai pemilihan masjid sebagai lokasi kegiatan memiliki nilai strategis. Generasi muda dibiasakan beraktivitas di rumah ibadah sehingga hubungan mereka dengan masjid semakin kuat.

“Dengan mereka terbiasa ke masjid dan ada kegiatan Nagari Camp di masjid ini, mudah-mudahan hati mereka terpaut dengan masjid,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, masjid di Sumatera Barat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan nilai sosial dan budaya masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan positif yang melibatkan generasi muda di masjid perlu terus diperkuat.

Mahyeldi menilai perhatian terhadap generasi muda semakin penting karena merekalah yang akan menentukan arah bangsa pada masa mendatang. Pembekalan tidak hanya menyangkut ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter sekaligus perlindungan dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Merekalah nanti yang akan menjadi penentu Indonesia Emas 2045,” tegas Mahyeldi.

Ia berharap Nagari Mabit Camp menjadi salah satu wadah pembinaan yang mampu melahirkan generasi muda Sumatera Barat yang berkarakter, memiliki pemahaman agama dan literasi keuangan yang baik, serta dekat dengan masjid. “Semestinya kita memberikan perhatian dan pembekalan-pembekalan untuk menguatkan mereka, sekaligus memberikan perlindungan kepada mereka dari hal-hal yang akan membahayakan masa depan,” katanya. (adpsb/cen/bud)

Kukuhkan Ibunda Guru PGRI Sumbar, Mahyeldi Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Guru

0
Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat dan Konferensi Kerja Provinsi I PGRI Sumbar Tahun 2026.

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan guru memegang peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, penguatan kompetensi sekaligus perlindungan terhadap profesi guru harus menjadi perhatian utama organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat masa bakti XXIII 2024-2029 sekaligus Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumbar 2026 di Hotel Truntum Padang, Jumat (4/9/2026) malam.

Dalam kegiatan bertema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju” tersebut, Harneli Mahyeldi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat. Penyematan pin dilakukan langsung oleh Gubernur Mahyeldi.

Mahyeldi mengapresiasi PGRI yang telah melakukan proses seleksi dan menetapkan kepengurusan organisasi untuk masa bakti 2024-2029. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran PGRI dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru.

“Penguatan guru, peningkatan kompetensi guru, dan perlindungan kepada guru juga akan bisa berjalan lebih baik. Sehingga para guru kita akan lebih mantap dan lebih tenang dalam melaksanakan tugas,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, perlindungan profesi merupakan salah satu fungsi penting PGRI. Organisasi guru itu diharapkan mampu memberikan dukungan terhadap profesi pendidik, termasuk memastikan keamanan dalam menjalankan tugas serta pemenuhan hak-hak guru.

“Kita berharap melalui PGRI ada upaya dalam rangka perlindungan dan memberikan dukungan terhadap profesi guru, baik dalam keamanan maupun pemenuhan hak-hak guru,” katanya.

Mahyeldi menilai perhatian terhadap guru tidak bisa dipisahkan dari agenda pembangunan bangsa. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat bergantung pada kemampuan negara dan masyarakat memperkuat posisi guru sebagai pendidik generasi masa depan.

“Kalau kita berbicara masalah bangsa di masa depan, kata kuncinya ada di guru. Penguatan guru, pemberdayaan guru, dan perlindungan kepada guru,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut profesi guru memiliki kedudukan istimewa karena pendidikan dan pengajaran merupakan bagian penting dari perjalanan para nabi dan rasul. Karena itu, pengabdian guru diyakini memberi dampak langsung terhadap pembentukan karakter peserta didik.

“Guru betul-betul berefek bagi peserta didik, anak-anak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadli Amran menyampaikan apresiasi atas pengukuhan Ibunda Guru PGRI Sumbar dan berharap keberadaan organisasi tersebut semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia pendidikan.

Fadli mengatakan penguatan kualitas generasi muda menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, anak-anak muda harus dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang beragam, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia juga mengungkapkan peluang Kota Padang menjadi wakil Indonesia dalam ajang kota gastronomi dunia. “Karena peringkat satu, tentu kita menginginkan nanti di Palembang, mohon bantuannya Bapak Gubernur, supaya Kota Padang dan tentunya Taste of Padang bisa menjadi rekognisi kota gastronomi dunia,” kata Fadli.

Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. menegaskan pendidikan tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap guru dan pendidikan, termasuk perhatian Mahyeldi terhadap penguatan serta perlindungan tenaga pendidik.

Menurut Unifah, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tidak akan berarti tanpa sentuhan pendidikan. Ia juga menilai Sumatera Barat menunjukkan contoh kuat tentang pentingnya kepemimpinan yang berpihak pada pendidikan dan guru.

“Malam hari ini kita semua para guru dengan baju PGRI ini merasa dilindungi. Apa sih yang lebih indah daripada perlindungan?” ujarnya.

Konkerprov I PGRI Sumbar 2026 berlangsung 4-6 September 2026. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen PGRI dalam meningkatkan mutu guru, memperjuangkan hak dan perlindungan tenaga pendidik, serta membangun pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan. (adpsb/cen/bud)

Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN

0
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi memasuki babak baru dengan bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. ( Foto: Wahyu)

Nasional-Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi memasuki babak baru dengan bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Peresmian sekaligus perubahan bentuk kelembagaan menjadi Politeknik Agraria STPN ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Sekretaris Jenderal, Dalu Agung Darmawan; Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Agustyarsyah; serta Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian dan penyerahan bendera dari Menteri ATR/Kepala BPN kepada Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN.

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Menteri Nusron dalam peresmian dilaksanakan bersamaan dengan prosesi wisuda 568 Taruna/i Politeknik Agraria STPN, di Pendopo Sasana Widya Bhumi Politeknik Agraria STPN, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (05/09/2026).

Menteri Nusron menjelaskan, selama puluhan tahun STPN telah melahirkan ribuan tenaga profesional yang kemudian mengabdi di Kementerian ATR/BPN maupun berbagai bidang lainnya. Besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu alasan penting untuk terus memperkuat kelembagaan dan kualitas pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir. Perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, sampai dengan penyelenggaraan pendidikan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” tutur Menteri Nusron.

Saat ini, proses pembahasan dan penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Proses tersebut akan terus dikawal hingga selesai oleh Kementerian ATR/BPN.

Sejalan dengan transformasi STPN, tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026 telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Menurut Menteri Nusron, capaian tersebut menunjukkan komitmen Politeknik Agraria STPN untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. “Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” ucapnya.

Ia berharap, kurikulum dan sistem pembelajaran di Politeknik Agraria STPN terus berkembang secara adaptif mengikuti kebutuhan zaman. Kampus tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, inovasi teknologi, dan solusi yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang. “Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” ujar Menteri Nusron.

Sementara itu, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad menjelaskan bahwa perubahan bentuk kelembagaan dari STPN menjadi Politeknik Agraria STPN merupakan hasil dari proses dan perjuangan panjang seluruh _civitas academica_. Transformasi ditandai dengan pembukaan tiga program studi baru, yaitu Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Program Studi Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Program Studi Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Pembukaan ketiga program studi tersebut merupakan wujud komitmen Politeknik Agraria STPN dalam memperkuat pengembangan keilmuan dan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, sekaligus memenuhi amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022. “Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta menguatkan peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” pungkas Sri Yanti Achmad.

Dalam kegiatan peresmian sekaligus wisuda perdana Politeknik Agraria STPN ini, turut diberikan penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM, Heri Mulianto, sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN. Hadir dalam kesempatan ini, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, serta Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran. (Wahyu)

Tilik PJL, KAI Divre II Sumbar Perkuat Pengawasan dan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

0
Petugas KAI Divre II Sumbar melakukan Tilik PJL untuk memastikan kesiapan petugas dan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan sebidang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Tilik Petugas Jaga Lintasan (PJL), yakni pemeriksaan lapangan yang dilakukan secara langsung untuk memastikan pelaksanaan tugas penjagaan perlintasan berjalan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan.

Tilik PJL menjadi bagian dari tambahan program peningkatan keselamatan KAI Divre II Sumatera Barat yang berorientasi pada pengawasan langsung terhadap kondisi di lapangan. Melalui kegiatan ini, manajemen dapat melihat kesesuaian antara pelaksanaan tugas dengan prosedur yang berlaku sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang perlu segera mendapatkan perhatian.

Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu dengan melibatkan para pimpinan unit dan manajemen KAI Divre II Sumatera Barat. Keterlibatan tersebut mencakup berbagai unsur unit kerja, tidak hanya dari bidang operasional dan teknis, tetapi juga unit administrasi. Pola ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh insan KAI.

Dalam pelaksanaannya, Tilik PJL dibagi menjadi lima kelompok yang mengusung nilai budaya kerja CITAR, yaitu Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, dan Responsibility. Setiap kelompok terdiri atas sedikitnya lima orang dari unsur manajemen KAI Divre II Sumatera Barat dan melakukan pemeriksaan pada minimal tiga lokasi.

Sebagai contoh, pada pelaksanaan Tilik PJL Kelompok Integritas, kali ini melakukan pemeriksaan di tiga lokasi, yaitu Stasiun Pauh Lima, JPL 08 Koto Luar, dan PJL 07 Pauh Lima. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati secara langsung kesiapan petugas serta kondisi lingkungan dan fasilitas yang mendukung pelaksanaan pengamanan perlintasan.

Aspek yang diperiksa meliputi kehadiran dan kesiapan PJL, kelengkapan peralatan keselamatan, kondisi pos jaga, pemahaman petugas terhadap prosedur kerja, serta pelaksanaan pengamanan ketika kereta api akan melintas. Pemeriksaan juga menjadi kesempatan bagi tim untuk memberikan penguatan dan pembinaan apabila ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya mengatakan bahwa pengawasan langsung diperlukan untuk memastikan standar keselamatan tidak berhenti pada ketentuan tertulis, tetapi diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional KAI. Karena itu, kami perlu memastikan secara langsung bahwa prosedur yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan di lapangan. Tilik PJL memberikan kesempatan kepada manajemen untuk melihat kondisi aktual, menemukan potensi risiko, dan mengambil langkah perbaikan secara lebih cepat dan tepat,” ujar Lutfi.

Menurut Lutfi, pendekatan tersebut juga penting untuk membangun pola kerja yang lebih preventif. Setiap catatan yang diperoleh dari lapangan harus dipandang sebagai informasi untuk melakukan perbaikan sebelum berkembang menjadi potensi gangguan terhadap keselamatan.

“Kami ingin membangun budaya keselamatan yang kuat melalui kepedulian dan kepekaan seluruh jajaran. Setiap orang harus mampu mengenali potensi risiko di lingkungan kerjanya, menyampaikan temuan, dan memastikan tindak lanjutnya. Dengan begitu, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas yang berada di garis depan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab seluruh insan KAI,” tambah Lutfi.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa Tilik PJL juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan petugas dalam menjalankan fungsi pengamanan perlintasan secara disiplin dan sesuai ketentuan.

“PJL memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Karena itu, kesiapan personel, penguasaan prosedur, serta kondisi fasilitas pendukung perlu dipastikan secara berkala. Melalui Tilik PJL, pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi sehingga manajemen dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai pelaksanaan tugas,” ujar Reza.

Reza menambahkan bahwa hasil pemeriksaan tidak berhenti pada pencatatan. Setiap hasil Tilik PJL didokumentasikan dan disampaikan kepada unit terkait sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut, baik berupa perbaikan fasilitas, penyempurnaan pelaksanaan tugas, maupun pembinaan terhadap petugas apabila diperlukan.

“Setiap catatan dilapangan harus menghasilkan tindak lanjut. Karena itu, hasil Tilik PJL menjadi bagian dari proses evaluasi manajemen untuk memastikan perbaikan benar-benar dilaksanakan. Dengan mekanisme tersebut, pengawasan dapat berjalan dalam satu siklus yang jelas, mulai dari pemeriksaan, pencatatan, tindak lanjut, hingga evaluasi,” jelas Reza.

KAI Divre II Sumatera Barat secara berkelanjutan juga melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, di antaranya melalui pemeriksaan rutin, pembinaan petugas, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

KAI mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk selalu berhati-hati ketika melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan wajib berhenti, melihat, dan memastikan aman sebelum melintas, mematuhi rambu serta ketentuan lalu lintas, dan tidak menerobos ketika kereta api akan melintas.

Melalui pengawasan yang konsisten, evaluasi berbasis kondisi lapangan, serta keterlibatan seluruh unsur manajemen, KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen untuk terus memperkuat budaya keselamatan dan menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Pembodohan Warga! Bendahara RT 01 Nekat Dijadikan Ketua Panitia Pemilihan, Camat Murka Perintahkan Cabut SK RJH!

0

BATAM — Baloi Persero membara! Skandal pemilihan Ketua RT 01/RW 01 Kelurahan Baloi Indah meledak menjadi tragedi demokrasi tingkat tapak yang dinilai paling menjijikkan, kotor, dan cacat hukum secara brutal!

Langkah nekat menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi Reston Jernadi Hutahayan (RJH) sebagai Ketua Panitia Pemilihan adalah bentuk pelecehan terang-terangan terhadap aturan. Bagaimana tidak, RJH yang sampai detik ini masih mengangkang di kursi Bendahara aktif RT 01 justru dilantik menjadi sang penguasa TPS. Ini bukan lagi sekadar kesalahan

administrasi, melainkan aksi rampok demokrasi yang disusun secara sadis untuk mengondisikan kemenangan petahana!
Dosa Besar & Indikasi Pembusukan Demokrasi RT 01:

Cacat Hukum Brutal: Menjadikan unsur KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) aktif sebagai ketua panitia adalah pelanggaran telanjang yang merusak seluruh keabsahan proses dari hulu ke hilir.

Boneka & Titipan Petahana: RJH dituding kuat hanyalah bidak catur yang diselupkan Ketua RT lama demi mengamankan kekuasaan dan menutupi pengurusan lama.

Sarang Konspirasi: Ironis dan memuakkan, pemilihan panitia justru diselenggarakan di rumah kediaman Ketua RT petahana—sebuah panggung sandiwara yang dirancang di ruang gelap untuk mengangkangi hak warga.

Ini permainan kotor dan sangat biadab! Bendahara aktif dipasang jadi Ketua Panitia di rumah RT lama. Mau dibawa ke mana RT ini? Kami warga RT 01 tidak sudi dipimpin hasil rekayasa haram! Kami siap seret dan somasi Lurah Baloi Indah ke jalur hukum!” cerceh warga dengan amarah meledak-ledak.

Camat Hantam Balik: Cabut SK Haram Itu!
Bau busuk permainan kotor ini akhirnya tercium hingga ke tingkat atas. Camat Lubuk Baja yang murka usai mendapati laporan langsung menegaskan tidak akan memberi ampun pada praktik-praktik pemufakatan jahat semacam ini.

“Saya tidak tahu ada permainan seperti ini! Saya tegaskan, perintah saya jelas: Saya minta Lurah segera memanggil dan mencabut SK RJH sebagai Ketua Panitia Pemilihan RT 01! Tidak ada toleransi untuk prosedur cacat hukum!” tembak Camat dengan nada menohok.

Warga kini bersiap mengawal eksekusi pencabutan SK tersebut sampai tuntas dan menuntut pembentukan panitia ulang yang netral tanpa campur tangan rezim lama.

Fransisco chrons

1 Sak Semen Lebih Berarti daripada 1 Juta Komentar, Warga Bangun Jembatan Sementara Secara Gotong Royong

0
Jembatan Sementara yang dibangun secara gotong royong. Foto: Suprene

BANYUASIN, SUMSEL — Di tengah keterbatasan infrastruktur, semangat gotong royong masyarakat kembali menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dengan banyak kata. Sebuah jembatan sementara yang menghubungkan Desa Telang Karya dengan Desa Telang Rejo, Jalur 8, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi warga yang setiap hari membutuhkan jalur penghubung antardesa. Kondisi akses yang membutuhkan perhatian mendorong masyarakat untuk mengambil langkah nyata dengan membangun jembatan sementara secara gotong royong.

Menariknya, pesan yang terpampang pada spanduk di lokasi menjadi gambaran kuat tentang semangat warga.

“1 sak semen lebih berarti daripada 1 juta komen.”

Pesan tersebut seolah menyindir sekaligus mengingatkan bahwa persoalan di tengah masyarakat tidak cukup hanya dibicarakan atau dikomentari. Dibutuhkan kepedulian dan tindakan nyata agar persoalan dapat sedikit demi sedikit teratasi.

Pembangunan jembatan sementara itu dilakukan dengan memanfaatkan material yang tersedia dan dukungan dari para dermawan. Warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan, mulai dari pemasangan pondasi hingga penyusunan bagian konstruksi jembatan.

Spanduk yang dipasang di sekitar lokasi juga mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi.

“Jembatan Sementara Swadaya Gotong Royong.”

Semangat tersebut menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat di wilayah Telang. Di tengah keterbatasan, warga memilih bergerak bersama demi menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat.

Jembatan ini diharapkan dapat membantu aktivitas warga, terutama mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, membawa hasil pertanian maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun, keberadaan jembatan sementara juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur penghubung antardesa tetap membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah. Swadaya masyarakat merupakan bentuk kepedulian, tetapi pembangunan infrastruktur yang aman dan permanen tentu membutuhkan perencanaan serta dukungan anggaran yang memadai.

Bagi warga, satu sak semen yang benar-benar digunakan untuk membangun jembatan jauh lebih bermakna daripada jutaan komentar yang berhenti di layar.

Sebab, kepedulian bukan sekadar tentang apa yang dikatakan, tetapi tentang apa yang dilakukan.

Suprene