Malut, Investigasi.News – Sejumlah Petani di Kepulauan Sula-Maluku Utara mengeluhkan pergerakan Hama Babi (Babi Hutan) yang menjadi predator bagi tanaman mereka, hal ini disampaikan ke awak media investigasi dengan harapan adanya perhatian dari para pihak terkait untuk mengendalikan populasi Hama Babi Hutan di Sula.
“Kalo untuk pupuk itu tidak ada masalah selama ini perhatian Pemda sudah cukup baik, hanya saja persoalan hama Babi Hutan ini sangat meresahkan kami”, ujar salah seorang Petani di Sula (14/8).
Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI Kepulauan Sula Hendrata Thes mengatakan jika pihaknya mendapat info ada seorang pengusaha yang datang ingin membasmi Hama Babi di Kepulauan Sula.
“Iya saya mendengar ada pengusaha dari Manado yang datang untuk membasmi Hama Babi di Kepulauan Sula, infonya lagi mengurus perijinan”, ujar Ketua HKTI yang juga mantan Bupati Sula periode 2016-2021.
Masih dari Petani tadi, dikatakan jika selama ini mereka coba menghalau hama babi hutan dengan membuat pagar penghalang, namun itu tidak terlalu efektif.
Sementara itu sampai berita ini ditayangkan, awak media kami masih mencoba mengorek informasi dari Dinas Pertanian Pemda Sula, mengenai solusi terhadap hama babi hutan di Kepulauan Sula yang menganggu tanaman para petani. rl



















