SUMBERPUCUNG, MALANG – Ada temuan mengejutkan di balik kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di KB Barokatul Quran, Sumberpucung, Jumat (18/9/2026). Dari 23 siswa yang diperiksa, hampir semuanya mengalami karies gigi.
Kegiatan skrining yang digelar UPT Puskesmas Sumberpucung ini sejatinya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Status gizi 22 dari 23 siswa tercatat normal, hanya satu anak dengan kategori gizi lebih. Pemeriksaan mata, hasilnya normal semua. Skrining tumbuh kembang dengan instrumen KPSP pun menunjukkan perkembangan anak sesuai usia.
Catatan justru muncul pada pemeriksaan telinga dan gigi.
Beberapa siswa ditemukan memiliki telinga kotor. Petugas menyarankan agar orang tua membantu membersihkan di rumah. Namun untuk kasus serumen kering dan mengeras, Puskesmas meminta agar anak segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Sementara untuk gigi, hampir merata bermasalah. Tim dokter menemukan karies pada sebagian besar siswa. Anak dengan jumlah karies lebih dari tiga gigi langsung dirujuk ke Puskesmas Sumberpucung untuk perawatan lebih lanjut.
“Kami tidak hanya skrining, tapi juga intervensi edukasi. Karena percuma kalau hanya diperiksa tanpa ada perubahan perilaku di rumah,” ujar Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha.
Di lokasi, PJ KIA Dewi bersama Bidan Desa Yeni dan drg. Charis tak hanya memeriksa. Mereka juga menggelar edukasi kesehatan gigi dan mulut. drg. Charisman bahkan memandu langsung demo sikat gigi yang benar di hadapan para siswa.
Menurut Rahmawati, CKG pada anak usia dini adalah kunci deteksi dini. Gigi berlubang yang dibiarkan, kata dia, bukan sekadar soal sakit gigi, melainkan bisa mengganggu asupan gizi, konsentrasi belajar, hingga tumbuh kembang anak.

Ia pun menitip pesan kepada orang tua agar tidak abai. Kontrol rutin enam bulan sekali dan kebiasaan sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, harus menjadi budaya di rumah. (Guh)











