Banyuasin, Investigasi.News — Kondisi bangunan SDN 6 Tungkal Ilir, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memantik keprihatinan sekaligus menimbulkan pertanyaan serius. Hasil pantauan visual di lokasi pada hari ini memperlihatkan kondisi sejumlah bagian bangunan sekolah yang memerlukan perhatian serius, mulai dari plafon berlubang dan jebol hingga keramik lantai yang pecah serta terlepas.
Ini bukan persoalan sepele. Keselamatan siswa tidak boleh dipertaruhkan hanya karena kerusakan bangunan dibiarkan tanpa penanganan yang jelas.
Berdasarkan pantauan senin (18/10) kondisi bangunan terlihat kerusakan pada sejumlah bagian plafon koridor. Beberapa panel berlubang hingga memperlihatkan bagian atap di atasnya. Di sisi lain, permukaan lantai koridor tampak retak, pecah, dan terkelupas. Sejumlah tiang serta dinding bangunan juga memperlihatkan cat mengelupas dan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan sekolah, terutama ketika siswa dan tenaga pendidik beraktivitas di sekitar area yang rusak. Plafon yang rapuh berpotensi membahayakan apabila bagian materialnya terlepas, sementara keramik pecah dapat menyebabkan siswa tersandung, terpeleset, atau terluka.
Pertanyaannya, sampai kapan kondisi seperti ini harus dibiarkan?
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin tidak sepatutnya menunggu munculnya korban atau insiden terlebih dahulu untuk memberikan perhatian. Pemeriksaan teknis terhadap bangunan sekolah perlu segera dilakukan agar tingkat kerusakan dapat diketahui dan langkah penanganan bisa ditentukan berdasarkan kondisi sebenarnya.
Jangan sampai persoalan keselamatan baru menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan. Pencegahan seharusnya menjadi prioritas, terlebih bangunan tersebut merupakan fasilitas pendidikan yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
Kerusakan yang terlihat di SDN 6 Tungkal Ilir juga menuntut penjelasan terbuka dari pihak terkait. Masyarakat berhak mengetahui apakah kondisi bangunan tersebut sudah masuk dalam pendataan kerusakan sekolah, apakah usulan rehabilitasi telah diajukan, dan apakah anggaran perbaikan sudah direncanakan dalam program pembangunan daerah.
Jika sudah diusulkan, bagaimana perkembangan penanganannya? Jika belum, apa kendalanya? Dan jika perbaikan belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, langkah pengamanan apa yang disiapkan untuk melindungi siswa dan guru?
Pertanyaan-pertanyaan itu bukan bentuk tudingan, melainkan bagian dari kontrol publik terhadap penyelenggaraan pelayanan pendidikan.
Pemerintah daerah harus mampu menjelaskan kondisi tersebut berdasarkan data dan fakta. Jangan sampai fasilitas pendidikan yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak-anak justru menyisakan kekhawatiran akibat kerusakan fisik yang belum ditangani.
Namun, tingkat kerusakan struktur bangunan, penyebab kerusakan, status penganggaran, serta riwayat pengajuan rehabilitasi masih perlu dikonfirmasi kepada pihak sekolah dan instansi teknis. Karena itu, pemeriksaan langsung oleh tenaga teknis menjadi penting untuk memastikan penanganan yang tepat.
Redaksi mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin bersama pihak sekolah serta instansi teknis terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan SDN 6 Tungkal Ilir.
Apabila ditemukan bagian yang berisiko membahayakan, area tersebut perlu diamankan dan akses siswa dibatasi sampai dinyatakan aman. Selanjutnya, pemerintah daerah perlu menjelaskan rencana perbaikan beserta tahapan penanganannya kepada masyarakat.
Pendidikan tidak cukup hanya berbicara tentang kurikulum, prestasi, dan program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kondisi fisik sekolah juga harus menjadi perhatian mendasar. Bagaimana siswa dapat belajar dengan tenang apabila fasilitas yang mereka gunakan setiap hari menunjukkan kerusakan yang berpotensi membahayakan?
Jangan sampai keselamatan anak-anak kalah oleh lambannya respons birokrasi. Jangan pula biarkan persoalan fasilitas sekolah berhenti sebagai dokumentasi kerusakan tanpa kejelasan tindak lanjut.
Pantauan visual ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memeriksa kondisi sekolah secara langsung, menyampaikan hasil evaluasi, dan memastikan langkah penanganan yang diperlukan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak SDN 6 Tungkal Ilir maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin mengenai penyebab kerusakan, status pendataan, serta rencana rehabilitasi bangunan tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak sekolah maupun instansi terkait demi menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan berdasarkan fakta.
Mas Suprene













