Pidie Jaya, Investigasi.news – Memasuki hari ke-16 pascabanjir, jajaran Polres Pidie Jaya terus menunjukkan kehadiran aktif di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam fase tanggap darurat, aparat kepolisian kini beralih ke tahap pemulihan dengan menyasar fasilitas umum yang terdampak bencana.
Hasil investigasi kontributor media ini mencatat, sejak hari pertama banjir melanda wilayah Pidie Jaya, Polres setempat telah menurunkan personel untuk mengevakuasi warga yang terjebak, termasuk anak-anak, lansia, dan warga sakit. Selain itu, aparat juga terlibat langsung dalam evakuasi korban meninggal dunia serta penyaluran bantuan masa panik.
Pada Jumat (19/12/2025), suasana berbeda terlihat di Desa Pante Beureune, Kecamatan Meurah Dua. Sejumlah personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie Jaya tampak “mengepung” salah satu musalla, bukan untuk penegakan hukum, melainkan membersihkan lumpur dan sisa material banjir yang mengendap di dalam bangunan ibadah tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Atmaja, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendampingi masyarakat sejak fase darurat hingga pemulihan.
“Sejak hari pertama banjir, kami berada di lapangan melakukan evakuasi warga yang terjebak, termasuk anak-anak, lansia, dan warga sakit. Memasuki pekan ketiga, fokus kami beralih pada pembersihan fasilitas umum seperti masjid, musalla, dan tempat pelayanan publik lainnya,” ujar Iptu Fauzi.
Ia menegaskan, keterlibatan personel kepolisian akan terus berlanjut hingga aktivitas masyarakat kembali normal. Pembersihan lumpur dan sisa material banjir dinilai penting agar fasilitas umum dapat segera difungsikan kembali.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kegiatan pembersihan musalla tersebut tidak hanya dilakukan oleh anggota Satreskrim. Kasat Reskrim sendiri turun langsung, memegang alat kebersihan dan ikut menggepur lumpur bersama anggotanya, mencerminkan kepemimpinan yang humanis dan responsif di tengah musibah.
(Herry)



















